Buat Yang Punya Printer Canon Pixma

Problem 1: The Ink Absorber is Full

Type : 1880 atau 1980

Solusi:

Waktu problem dan printer masih ON, tekan terus tombol power on/off sambil matikan dari power listriknya. hitung 5 detik terus hidupkan lagi power listriknya. Sampai saat ini kamu masih terus tekan tombol power on/off. Nah sekarang baru lepaskan. Dan nyalakan printer normal kembali.

Hai Pemuda, Ayo Kita Proklamasi Lagi!

Organisasi Budi Utomo, 20 Mei 1908. Budi Utomo merupakan organisasi fomal pemuda pertama di tanah air yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kepedulian terhadap penderitaan dan pendidikan rakyat memacu tiga murid Sekolah Kedokteran Jawa (Stovia) yaitu Sutomo, Gunarwan dan Suraja untuk berbuat sesuatu terhadap rakyat. Mereka berinisiatif untuk secara mandiri menolong rakyat mereka tanpa menunggu dan menuntut pada pamong praja penerus kebijakan pemerintah Belanda yang lamban dalam bergerak. Kemunculan Budi Utomo kemudian memompa semangat pemuda pelajar dan mahasiswa lainnya untuk berorganisasi dan memperjuangkan nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan munculnya banyak organisasi serupa. Demikianlah sampai hari ini tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

Peristiwa Ikada, 19 September 1945. Saat itu ribuan massa rakyat datang memenuhi lapangan Ikada dengan tujuan mendengarkan pidato dari pimpinan Negara Republik Indonesia yang belum genap sebulan diproklamasikan. Kehadiran massa rakyat dijaga ketat oleh tentara Jepang bersenjata yang walaupun sudah mengaku kalah dari sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 namun masih bercokol di Indonesia untuk menjaga status quo. Kondisi saat itu memanas karena sebagian massa yang hadir adalah juga kaum pemuda yang pernah tergabung dalam gerakan militer Heiho dan PETA, dan semi militer Seinendan dan Keibodan. Mereka berkeinginan untuk secepatnya para pemimpin RI melakukan perebutan kekuasaan dari tangan Jepang dan segera membentuk kesatuan tentara nasional. Mengetahui kondisi tersebut dan untuk menghindari pertumpahan darah yang kemungkinan lebih banyak korban di pihak rakyat, Presiden Soekarno menghadiri rapat tersebut. Presiden Soekarno menyampaikan pesan singkat agar rakyat menaruh kepercayaan kepada pemimpin mereka, dan meminta rakyat untuk bubar dengan tenang kembali ke rumah masing-masing. Rakyat yang menghormati pemimpinnya mematuhi permintaan tersebut dan bertahap meninggalkan lapangan Ikada. Kerusuhan dan pertumpahan darah yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Peristiwa Serangan Umum, 1 Maret 1949. Pukul 6 pagi, sirene di menara pasar Beringharjo berbunyi nyaring. Biasanya setelah bunyi sirene pertanda berakhirnya jam malam, masyarakat segera memulai aktivitas rutinnya keluar rumah. Namun hari itu berbeda karena pagi dimulai dengan suara tembakan dan ledakan dari Tentara Nasional Indonesia yang melancarkan serangan kepada instalasi vital pasukan Belanda yang sedang menduduki kota Jogya sebagai hasil dari Agresi Militer yang kedua. Dalam waktu singkat hampir seluruh sudut kota diduduki TNI, sebagian penduduk mulai mengibarkan bendera merah putih, dan rakyat menyediakan makan untuk pasukan TNI. Serangan Umum yang dipimpin oleh Komandan Wehrkreise III (kota Jogya) Letkol Soeharto mencapai sukses karena dukungan 2000 tentaranya dan juga karena dukungan seluruh pasukan komando lain di sekitar Jogya, serta rakyat. Kepemimpinan komandan yang selalu berada di tengah-tengah pasukan dalam kondisi apapun membuat moril pasukan tetap tinggi dan pasukan memiliki kepercayaan bahwa tiap kesulitan akan bisa diatasi bersama.

Ketiga peristiwa di atas merupakan cukilan kejadian sebelum, sesaat dan setelah peristiwa Proklamas Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan merupakan perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh bangsa Indonesia, bukan hanya sebelum dan saat meraihnya, namun juga setelah memproklamasikan kemerdekaannya. Kemerdekaan bangsa bukan diraih dengan instant, bukan diraih tanpa kerja keras, bukan diraih tanpa perjuangan, namun diraih dengan kesabaran, kecerdasan, kerja keras, pengorbanan darah, jiwa dan raga. Pengorbanan oleh seluruh bangsa, pengorbanan pemimpin, pengorbanan rakyat, pengorbanan orang terpelajar, pengorbanan tentara, pengorbanan pemuda.

Di alam setelah 65 tahun merdeka, mustinya tidak sulit untuk menemukan pengorbanan-pengorbanan anak bangsa yang bekerja untuk negeri tercinta Indonesia. Para pemimpin negara tentu saja tugasnya mempimpin dan membawa negeri dan bangsa ini menuju cita-cita kemerdekaan: persatuan Indonesia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Para anggota legislatif sebagai kepanjangan tangan dari rakyat diberi wewenang untuk menyuarakan aspirasi rakyat, singkatnya berjuang untuk kepentingan rakyat makanya tidak bisa dipungkiri lagi kalau kita bisa menemukan jiwa pengorbanan pada jabatan ini. Pegawai negeri yang dimaksudkan sebagai pelayan masyarakat tentunya juga memiliki aroma pengorbanan. Dan banyak profesi dan pekerjaan lain yang tujuannya untuk memajukan negara dan bangsa yang didalamnya kita bisa menemukan makna pengorbanan anak bangsa untuk negerinya.

Namun … ternyata … jauh asap dari api. Tak seperti yang diharapkan. Nilai pengorbanan, setelah 65 tahun di alam kemerdekaan, semakin menyempit pada kepentingan pribadi dan golongan. Jabatan-jabatan yang selayaknya memiliki nilai-nilai luhur bekerja untuk bangsa dan negara sekarang telah dipersempit bekerja untuk kepentingan pribadi dan golongan. Semakin sedikit yang mau bekerja setulusnya untuk kemajuan bangsa dan negeri ini, dan semakin terpinggir mereka-mereka itu. Tapi jangan menyerah, kita masih bisa melihat ke sejarah. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, itu kata Bung Karno, dan itu layak kita kerjakan sekarang. Ya, kembali ke sejarah. Lihat peristiwa Budi Utomo, siapa yang memulai perjuangan untuk berbuat sesuatu untuk rakyat kecil ? PEMUDA. KAUM CERDIK PANDAI.

Mari kita mulai lagi siklus perjuangan untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia kembali untuk mengembalikan cita-cita luhur kemerdekaan bangsa ini. Sekali lagi melihat kembali ke sejarah, ini bukan perjalanan instant tetapi ini perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran, kerjasama, kepemimpinan dan pengorbanan yang tulus. Mari pemuda dan cerdik pandai, kita bangun lagi Budi Utomo … mudah-mudahan pada waktunya kita bisa kembali memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dan kemudian merebut kembali cita-cita luhur bangsa lewat serangan umum dan jangan terulang lagi keadaan kemerdekaan seperti hari ini. SELAMAT BERJUANG.

(tulisan yang sama ada juga di: Kompasiana )

PEMIMPIN YANG MEMBANGKITKAN

menyambut hari Kebangkitan Nasional dan Pemilu Kepala Daerah Kepri

Peristiwa Ikada, 19 September 1945. Saat itu ribuan massa rakyat datang memenuhi lapangan Ikada dengan tujuan mendengarkan pidato dari pimpinan Negara Republik Indonesia yang belum genap sebulan diproklamasikan. Kehadiran massa rakyat dijaga ketat oleh tentara Jepang bersenjata yang walaupun sudah mengaku kalah dari sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 namun masih bercokol di Indonesia untuk menjaga status quo. Kondisi saat itu memanas karena sebagian massa yang hadir adalah juga kaum pemuda yang pernah tergabung dalam gerakan militer Heiho dan PETA, dan semi militer Seinendan dan Keibodan. Mereka berkeinginan untuk secepatnya para pemimpin RI melakukan perebutan kekuasaan dari tangan Jepang dan segera membentuk kesatuan tentara nasional. Mengetahui kondisi tersebut dan untuk menghindari pertumpahan darah yang kemungkinan lebih banyak korban di pihak rakyat, Presiden Soekarno menghadiri rapat tersebut. Presiden Soekarno menyampaikan pesan singkat agar rakyat menaruh kepercayaan kepada pemimpin mereka, dan meminta rakyat untuk bubar dengan tenang kembali ke rumah masing-masing. Rakyat yang menghormati pemimpinnya mematuhi permintaan tersebut dan bertahap meninggalkan lapangan Ikada. Kerusuhan dan pertumpahan darah yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Peristiwa Serangan Umum, 1 Maret 1949. Pukul 6 pagi, sirene di menara pasar Beringharjo berbunyi nyaring. Biasanya setelah bunyi sirene pertanda berakhirnya jam malam, masyarakat segera memulai aktivitas rutinnya keluar rumah. Namun hari itu berbeda karena pagi dimulai dengan suara tembakan dan ledakan dari Tentara Nasional Indonesia yang melancarkan serangan kepada instalasi vital pasukan Belanda. Dalam waktu singkat hampir seluruh sudut kota diduduki TNI, sebagian penduduk mulai mengibarkan bendera merah putih, dan rakyat menyediakan makan untuk pasukan TNI. Serangan Umum yang dipimpin oleh Komandan Wehrkreise III (kota Jogya) Letkol Soeharto mencapai sukses karena dukungan 2000 tentaranya dan juga karena dukungan seluruh pasukan komando lain di sekitar Jogya, serta rakyat. Kepemimpinan komandan yang selalu berada di tengah-tengah pasukan dalam kondisi apapun membuat moril pasukan tetap tinggi dan pasukan memiliki kepercayaan bahwa tiap kesulitan akan bisa diatasi bersama.

Organisasi Budi Utomo, 20 Mei 1908. Budi Utomo merupakan organisasi fomal pemuda pertama di tanah air yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kepedulian terhadap penderitaan dan pendidikan rakyat memacu tiga murid Sekolah Kedokteran Jawa (Stovia) yaitu Sutomo, Gunarwan dan Suraja untuk berbuat sesuatu terhadap rakyat. Mereka berinisiatif untuk secara mandiri menolong rakyat mereka tanpa menunggu dan menuntut pada pamong praja penerus kebijakan pemerintah Belanda yang lamban dalam bergerak. Kemunculan Budi Utomo kemudian memompa semangat pemuda pelajar dan mahasiswa lainnya untuk berorganisasi dan memperjuangkan nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan munculnya banyak organisasi serupa. Demikianlah sampai hari ini tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

PEMILUKADA KEPRI

Tiga kepemimpinan nasional dalam sejarah di atas berharga untuk dihubungkan dengan peristiwa yang beberapa hari lagi akan berlaku di provinsi Kepulauan Riau yaitu pemilihan umum kepala daerah. Setiap warga Kepri yang memiliki hak memilih pasti sedang menimbang-nimbang siapa kandidat yang layak dia pilih pada tanggal 26 Mei 2010 nanti. Dari tiga pasang calon siapakah yang terbaik untuk dipilih, dengan harapan bahwa dengan tambahan satu suara dari dirinya bisa memimpin provinsi Kepri selama 5 tahun mendatang.
Dari tiga acuan sejarah di atas dapatlah dicoba untuk melihat dari 4 aspek yaitu: pemimpin yang dihormati dan berwibawa, pemimpin dengan “people in mind”, pemimpin yang menganut “servant leadership”, dan pemimpin yang membangkitkan.

Pemimpin yang dihormati dan berwibawa baik secara personal, sikap, dan perbuatan sehingga menanamkan kepercayaan pada setiap diri rakyatnya. Kepercayaan membuat suara pemimpin dapat menenangkan dan mendamaikan rakyat yang dipimpinnya. Untuk menjadi pemimpin yang dihormati tentunya harus memiliki kapasitas tinggi dalam moral, pengetahuan, kepedulian pada sesama, tidak memperkaya diri sendiri dan keluarga, lurus dalam perbuatan, dan banyak kriteria baik lain yang dituntut secara moral dan etika.

Pemimpin dengan “people in mind” adalah pemimpin yang selalu ada di tengah-tengah rakyatnya baik secara fisik maupun pikiran di setiap kondisi baik susah maupun malang sehingga setiap keputusan yang dibuat merupakan pengejawantahan dari usaha untuk memajukan kehidupan rakyat dan usaha yang memungkinkan rakyat berkontribusi dalam pembangunan baik dalam ikut serta maupun menikmati hasil pembangunan.

Pemimpin yang bisa merasakan kesenangan dan kesusahan rakyatnya, yaitu pemimpin yang menganut paham Servant Leadership (pemimpin yang melayani) yang memenuhi kriteria seperti yang dinyatakan oleh Chanakya dalam bukunya Arthashastra “the leader shall consider as good, not what pleases himself but what pleases his followers … the leader is a paid servant and enjoys the resources of the state together with the people.” Pemimpin yang menyadari bahwa dia ada di posisi pemimpin karena dia dipilih oleh rakyat, dan digaji oleh rakyat sebagai pelaksana pembangunan dan pemerintahan.

Pemimpin yang selalu membangkitkan semangat rakyat sehingga segala gerak-gerik dan usaha yang dilakukannya dapat memberi inspirasi kepada rakyat terutama kaum mudanya untuk secara aktif dan mandiri ikut serta memikirkan lingkungannya dan bergerak aktif dan mandiri sebagai partner pemerintah membangun lingkungannya menjadi lebih baik.

Akhirnya, selamat menimbang-nimbang dan selamat memilih. Semoga terpilih Pemimpin Yang Membangkitkan.

Pustaka:
Dr. A. Sobana H. Peristiwa Ikada: Sikap Pemuda dan Makna Peristiwa. Museum Perjuangan, Jakarta, 2005.
Julius Poor. Doorstoot Naar Djokja. Penerbit Kompas, 2009.
Wikipedia. www.wikipedia.org .

MIS – Individual Assignment 3

Banyak kiat yang diberikan oleh praktisi komputer tentang bagaimana merancang user interface dan merancang report yang baik. Salah satunya bisa dilihat di sini. Untuk melengkapi pengetahuan kita tentang perancangan user interface dan perancangan report yang baik, maka kita perlu mengetahui kiat-kiat tersebut.
Maka kali ini masing-masing mahasiswa mengirimkan 2 kiat yang bisa digunakan sebagai pedoman untuk membuat user interface dan report yang baik. Jangan lupa kirimkan juga URL sumbernya.

contoh:
1. enablel keyboard shortcut in your web application
2. …….
source: http://www.smashingmagazine.com/2009/01/19/12-useful-techniques-for-good-user-interface-design-in-web-applications/

Setiap siswa mengirimkan kiat yang berbeda walaupun bisa dari sumber yang sama. Pengirim terdahulu tentu memiliki hak yang lebih.

MIS – Individual Assignment 2

Mahasiswa mengunjungi situs www.oto.co.id . Telusuri informasi dan feature yang ada dalam situs yang mengklaim sebagai “the 1st Indonesian Automotive portal”.

Bila dihubungkan dengan 3 strategi bisnis umum yang dianut oleh perusahaan yaitu:
- become the low cost producer
- differentiate product from competitor’s products
- change the scope of competition by enlarging the market or narrowing it to a specialized niche

berikan pendapat anda:
1. portal oto.co.id ini digunakan oleh perusahaan untuk membidik / mendukung strategi yang mana?
2. bagaimana dampak jangka panjang adanya portal oto.co.id ini terhadap eksistensi perusahaan?

MIS – Individual Assignment 1

Mahasiswa mencari contoh artikel di internet yang memaparkan keuntungan yang didapat perusahaan dengan mengaplikasikan sistem informasi. Berdasarkan artikel tersebut buatlah ringkasannya. Posting link sumber dan hasil ringkasannya pada comment post ini.

Setiap mahasiswa memilih artikel yang berbeda. Jadi sebelum posting mahasiswa harus memastikan artikel yang akan diposting belum diposting pada comment yang sudah ada.

MIS – Group Assignment

GROUP ASSIGNMENT:

Sebanyak 5 mahasiswa/i membentuk 1 kelompok kerja (nama disubmit di blog yang sudah ditentukan). Tiap kelompok membuat perencanaan pengembangan sistem informasi untuk Batam Tourism Board. Sistem informasi ini digunakan untuk mengumpulkan data pariwisata, memberikan laporan kepada manajemen BTB, dan menampilkan informasi pariwisata kepada stakeholder pariwisata baik dalam maupun luar negeri. Output tugas adalah sebuah paper yang susunannya akan diinformasikan lebih lanjut. Tugas disampaikan pada pertemuan 1. Kelompok menyampaikan kemajuan tugas pada pertemuan 7 dan 11. Laporan tugas dipresentasikan dan dikumpulkan pada pertemuan ke 14.

Sebagai referensi bisa melihat situs Hong Kong Tourism Board dan Singapore Tourism Board.

Meeting 1 to 6:
Menuliskan perencanaan awal pengembangan sistem informasi pada suatu organisasi seperti yang ditugaskan kepadanya (overview organisasi & tugasnya, identifikasi pengguna, data yang dicakup (dikumpulkan dan ditampilkan), identifikasi bentuk user interface, identifikasi jenis dan bentuk laporan).
Presentasikan dan kumpulkan hasilnya pada Meeting 7

Meeting 8 to 10:
Berdasarkan hasil yang dipresentasikan pada Meeting 7, menuliskan perencanaan detil dari pengembangan sistem informasi pada suatu organisasi seperti yang ditugaskan kepadanya (detil kebutuhan data setiap pengguna, struktur data, perancangan user interface, perancangan laporan, perancangan arsitektur [hardware dan network])
Presentasikan dan kumpulkan hasilnya pada Meeting 11.

Meeting 12 to 13:
Berdasarkan hasil yang dipresentasikan pada Meeting 11, menuliskan laporan perencanaan akhir pengembangan sistem informasi pada organisasi seperti yang ditugaskan.
Presentasikan dan kumpulkan pada Meeting 14.
Format laporan diberikan pada Meeting 12.

MIS – Course Outline

GENERAL LEARNING OBJECTIVE:
Setelah mengikuti rangkaian pertemuan pada mata kuliah ini mahasiswa mampu membuat rencana pengembangan sistem informasi pada sebuah organisasi.

TEXT BOOK:
Management Information Systems: Managing the Digital Firm. 8th or 9th Ed. Kenneth C. Laudon & Jane P. Laudon. Pearson Education, 2004 / 2006.
atau edisi Bahasa Indonesia:
Sistem Informasi Manajemen: Mengelola Perusahaan Digital. Edisi 8. Kenneth C. Laudon & Jane P. Laudon. Penerbit Andi Yogyakarta, 2005.

Power Point files is available from this site.

COURSE OUTLINE:

Meeting 1:
Topics:
- Apa yang dimaksud dengan sistem informasi
- Perspektif bisnis atas sistem informasi
- Menuju Perusahaan Digital: Peran baru sistem informasi dalam organisasi
Reference: Chapter 1
Assignment: Mahasiswa mencari contoh artikel yang memaparkan keuntungan yang didapat perusahaan dengan mengaplikasikan sistem informasi. Mahasiswa meringkas dan mempostingnya pada blog yang ditentukan.

Meeting 2:
Topics:
- Struktur organisasi dan jenis sistem yang melayaninya
- Sistem dari perspektif level organisasi (TPS, KWS, OS, MIS, DSS, EIS)
- Sistem dari perspektif fungsional organisasi
- Sistem enterprise
- Group discussion: Customer Relationship Management system
Reference: Chapter 2
Assignment: -

Meeting 3:
Topics:
- Bagaimana sistem informasi mempengaruhi organisasi
- Manajer, Pengambilan keputusan dan Sistem Informasi
- Menganalisa proses bisnis
Reference: Chapter 3 & Proyek Bagian I
Assignment: Mahasiswa dalam kelompok 5 orang membahas Proyek Bagian 1: Menganalisis Proses Bisnis untuk Sistem Enterprise

Meeting 4:
Topics:
- Menganalisa proses bisnis (lanjutan)
- Isu etika dan social dalam perusahaan digital
Reference: Chapter 5 & Proyek Bagian I
Assignment: Melanjutkan assignment pada Meeting 3 untuk dipresentasikan di depan kelas

Meeting 5:
Topics:
- Perangkat input dan output
- Proses pemasukan data (batching dan online)
- Bahasa pemrograman untuk aplikasi bisnis
- Perangkat lunak untuk integrasi data dalam perusahaan
- Mengelola asset-aset perangkat keras dan perangkat lunak
Reference: Chapter 6
Assignment: Mahasiswa dalam kelompok membandingkan produk OpenOffice dan Microsoft Office. Melakukan pilihan produk untuk keperluan pribadi dan keperluan bisnis.

Meeting 6:
Topics:
- Pendekatan database untuk manajemen data
- Merancang database
- Teknologi telekomunikasi dan infrastruktur pendukung sistem informasi
Reference: Chapter 7, 8 and 9
Assignment: Mahasiswa menyiapkan laporan awal (kemajuan) dari Group assignment untuk dipresentasikan dan dikonsultasikan pada pertemuan berikutnya.

Meeting 7:
Topics:
- Setiap kelompok mahasiswa mempresentasikan perencanaan awal pengembangan sistem informasi pada suatu organisasi seperti yang ditugaskan kepadanya (identifikasi pengguna, data yang dicakup (dikumpulkan dan ditampilkan), identifikasi bentuk user interface, identifikasi jenis dan bentuk laporan)
Reference: Group assignment
Assignment: -

Sesi Ujian Tengah Semester (UTS)

Meeting 8:
Topics:
- Membuat rencana sistem informasi
- Business process reengineering
- Proses pengembangan sistem informasi
Reference: Chapter 12
Assignment: Mahasiswa mengunjungi situs web www.oto.co.id . Dari situs tersebut persiapkan laporan Design Specification.

Meeting 9:
Topics:
- Memahami nilai bisnis dari suatu sistem informasi
- Keberhasilan dan kegagalan sistem informasi
- Mengelola implementasi sistem informasi
Reference: Chapter 13
Assignment: Melanjutkan assignment Meeting 8 dan mempresentasikannya

Meeting 10:
Topics:
- Diskusi kelompok membahas Proyek Bagian IV: Merancang ulang proses bisnis untuk Healthlite Yogurt company
Reference: Proyek Bagian IV
Assignment: Mahasiswa menyiapkan laporan awal (kemajuan) dari Group assignment untuk dipresentasikan dan dikonsultasikan pada pertemuan berikutnya.

Meeting 11:
Topics:
- Setiap kelompok mahasiswa mempresentasikan perencanaan detil dari pengembangan sistem informasi pada suatu organisasi seperti yang ditugaskan kepadanya (detil kebutuhan data setiap pengguna, struktur data, perancangan user interface, perancangan laporan, perancangan arsitektur [hardware dan network])
Reference: Group assignment
Assignment: Mahasiswa mengumpulkan artikel yang membahas bagaimana merancang user interface dan perancangan report yang baik. Artikel akan didiskusikan pada pertemuan berikutnya.

Meeting 12:
Topics:
- Mahasiswa membagikan isi artikel yang didapatnya di depan kelas.
Reference: artikel yang dikumpulkan mahasiswa
Assignment: -

Meeting 13:
Topics:
- Ancaman terhadap sistem informasi
- Kontrol atas sistem informasi
Reference: Chapter 14
Assignment: Mahasiswa menyiapkan laporan akhir dari Group assignment untuk dipresentasikan dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

Meeting 14:
Topics:
- Mahasiswa mempresentasikan perencanaan pengembangan sistem informasi yang ditugaskan kepadanya
Reference: Group assignment
Assignment: -

Sesi Ujian Akhir Semester (UAS)

MENGAMATI 2 FENOMENA DALAM MASYARAKAT AKIBAT MURAHNYA TARIF PULSA TELEPON SELULER

turun naik


Tit. Tit. Tit .Handphone Bu Anas berbunyi, bunyi khas bila ada SMS masuk. Kami yang sedang mengobrol, tersela sebentar. Bu Anas mengambil handphone dari tas-nya dan membuka. “Bue, tolongke kirimkan pulsa 20 rb aja. Segera ya. Bon dulu. Makasih.” Itulah kiriman SMS dari pelanggan Bu Anas. Bu Anas menerima pembelian pulsa untuk semua provider dari teman-temannya, dari berbagai kalangan mulai dari teman-teman guru, wali murid, sampai teman-teman selingkungan rumahnya.

Di usianya yang 65 tahun, Bu Anas memang masih aktif. Selain mengajar di sebuah sekolah tingkat SD dan SMP untuk pelajaran budaya, beliau juga terlibat aktif di kegiatan gereja. Jadi tidak heran bila kenalannya amat banyak. Melihat dari kebutuahan lingkungan pergaulannya inilah maka Bu Anas terpikir untuk menjual pulsa seluler. Awalnya beliau tidak tertarik dengan tawaran adiknya yang mengajaknya untuk berbisnis jual pulsa. Adiknya tinggal di Jakarta dan sedang berbisnis jual pulsa elektronik. Adiknya menawarkan Bu Anas untuk sambil mengisi waktu mendapatkan penghasilan tambahan dari bisnis ini. Awalnya Bu Anas tidak tertarik, namun kemudian mengamati bahwa teman-teman gurunya sering kali kehabisan pulsa dan kesulitan untuk bisa mengisi kembali selain karena waktu kerja, juga karena lokasi penjualan voucher yang jauh dari lokasi sekolah. Jadi bila ada yang perlu cepat, harus pinjam nomor teman lain.

Sudah setahun lebih usaha jual pulsa berjalan. Tiap bulan terjadi peningkatan penjualan, selain karena pelanggan meningkat juga pemakaian dari masing-masing pelanggannya jadi meningkat. Awalnya omset Bu Anas berkisar 500 ribu sebulan, kini sudah rata-rata satu juta dua ratus ribu rupiah. Menurut Bu Anas, awal-awal dulu penggunaan telepon rata-rata pelanggannya digunakan untuk keperluan pribadi saja, dan untuk hal-hal yang penting saja. “Kan masih mahal tuh pulsa waktu itu”, tambah Bu Anas. Tetapi belakangan ini beberapa pelanggan terutama pelanggan dari lingkungan sekolahnya memanfaatkan telepon mereka untuk bisnis tambahannya. Ada yang memasarkan produk MLM lewat handphone-nya, ada yang memasarkan produk asuransi, “pokoknya mereka sudah pakai handphone mereka untuk bisnis, dan hasilnya bisa terlihat kan mereka beli pulsa juga makin banyak dari saya.”. Pulsa yang murah membuat memulai bisnis juga menjadi murah, sehingga setiap orang yang mau bisa memulai bisnis sesuai pilihannya termasuk para guru tersebut.

Yang lebih menarik lagi menurut Bu Anas adalah tingkat penjualan pulsa nya di lingkungan rumahnya yang besar didominasi oleh pekerja rumah tangga. “Wah, mereka itu jor-joran sekali menelpon, sambil mengajak jalan anak asuhnya keliling kompleks, itu handphone tidak mati-mati. Mungkin itulah dampak murahnya pulsa telpon ya, jadi biaya datang ke rumah temannya atau mungkin ke keluarga mereka di kampung sama dengan kalo mereka ngobrol lewat handphone. He..he.. saya sih senang aja kan penjualan pulsa saya juga jadi meningkat”, ujar Bu Anas sambil tertawa.

Kedua hal di atas merupakan contoh fenomena sosial yang timbul sebagai dampak dari semakin murahnya tarif pulsa telepon seluler. Turunnya tarif dan turunnya harga telepon seluler membuat keduanya makin terjangkau oleh masyarakat berstrata ekonomi bawah dan tentunya akan memberi dampak bagi kehidupan mereka. Kedua hal ini akan dilihat lebih detail dengan alat analisa yang sedikit ilmiah di bawah ini.

Penjelasan Fenomena Banyak Yang Mulai Berbisnis Karena Murahnya Pulsa

Kasus guru yang mulai berbisnis didorong oleh pulsa murah di atas bila dilihat secara agak ilmiah adalah fenomena yang cukup masuk akal. Fenomena ini akan dilihat dengan Model Lima Kekuatan (Five Forces Model) dari Michael Porter. Dalam model ini ada dua kekuatan yang dipengaruhi oleh murahnya tarif pulsa yaitu kekuatan masuknya pendatang baru dalam industri dan kekuatan ancaman produk pengganti. Semakin kecil penghalang dalam industri (seperti modal yang kecil untuk memulai bisnis, hanya diperlukan kemampuan atau skill yang tidak terlalu tinggi untuk bisa memulai bisnis) maka akan semakin banyak calon pendatang baru yang masuk ke dalam industri tersebut, dan munculnya produk yang memiliki fungsi sama tapi dengan harga yang lebih murah atau lebih mudah digunakan maka akan segera menggantikan produk yang ada sebelumnya Demikianlah peran yang dibawa oleh fenomena semakin murahnya harga pulsa telepon seluler membuat penghalang bagi beberapa bisnis menjadi semakin berkurang dan menjadi alat/sarana alternatif untuk berbisnis.

Contohnya dalam bidang pemasaran yang dulunya dianggap sebagai pekerjaan yang membutuhkan waktu khusus (untuk bertemu calon pembeli secara face-to-face di suatu tempat dan waktu sesuai perjanjian) kini sudah terpatahkan oleh teknologi seluler yang membuat tenaga marketing bisa menghubungi calon pembeli kapan saja dan karena biaya pulsa yang murah membuat tenaga marketing bisa berbicara panjang lebar lewat telepon. Demikian juga calon pembeli bisa secara maksimal memanfaatkan momen tersebut tanpa terganggu karena harus berhadapan langsung dengan tenaga marketingnya.

Demikian juga bahwa untuk memasarkan suatu produk tenaga marketing perlu menyiapkan alat pemasaran (brosur, pamflet) dan biaya yang cukup (kendaraan, transportasi, fax, kunjungan), itupun sekarang terpatahkan karena bisa digantikan dengan sarana yang lebih efisien dan efektif yaitu melalui komunikasi handphone. Efisien karena segala informasi yang bisa disampaikan lewat hubungan tatap muka juga bisa disampaikan lewat komunikasi handphone, tetapi dengan biaya dan waktu yang lebih sedikit.

Dari uraian di atas tersirat bahwa semakin murahnya tarif pulsa telepon seluler mengurangi kesenjangan dan batasan bagi masyarakat bawah untuk masuk ke lingkaran bisnis yang ada di masyarakat. Peluang ini tentunya memberi alternatif potensi bagi mereka untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Penjelasan Fenomena Tenaga Rumah Tangga yang Konsumtif Pulsa

Tenaga kerja rumah tangga merupakan pekerja sektor informal yang cukup banyak jumlahnya. Bila diamati di beberapa kota besar maka pola migasi penduduk desa ke kota salah satunya yang mayoritas adalah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini. Mereka datang ke kota secara musiman dan sendiri, dengan meninggalkan keluarga kecil dan keluarga besarnya di desa. Mungkin pula anggota keluarga kecil atau besarnya juga tersebar di kota-kota lain untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan mereka. Jadi selama satu – dua tahun ke depan mereka akan hidup terpisah, dan kesempatan bertemu hanya singkat ada pada saat tertentu saja seperti saat mereka pulang kampung di hari raya lebaran.

Adanya telepon seluler dengan tarif murah mengurangi kesenjangan komunikasi antara pekerja rumah tangga dengan keluarga mereka di kampung. Mereka mendapat sarana tambahan untuk berkomunikasi secara lebih sering dan intensif. Kondisi ini secara positif membuat mereka walaupun terpisahkan oleh jarak tetap bisa berkomunikasi, berinformasi dan saling memperhatikan satu dan lainnya. Secara psikologis, keadaan ini memberi ketenangan baik bagi pekerja rumah tangga yang meninggalkan keluarga (pasangan dan anak di kampung) maupun bagi keluarga di kampung karena mereka mengetahui bahwa orang yang mereka cintai dalam keadaan sehat waalfiat adanya. Dengan makin seringnya komunikasi maka mereka dapat mempertahankan hubungan emosional antar mereka.

Jadi fenomena ini tidak bisa semata hanya dilihat sebagai memberi dampak konsumtif tapi juga harus dilihat sebagai dampak sosial yang secara positif lebih mempererat hubungan antara keluarga pekerja rumah tangga yang terpisahkan oleh ruang dan waktu. Dampak konsumtif terimbangi oleh dampak sosial yang berupa keutuhan keluarga yang secara lokasi berjauhan.

Demikianlah dalam kasus ini pun tersirat bahwa semakin murahnya tarif pulsa telepon seluler mengurangi kesenjangan komunikasi bagi keluarga ekonomi bawah yang tinggal berjauhan. Komunikasi yang lancar dengan keluarga membuat pekerja rumah tangga dapat lebih berkonsentrasi pada pekerjaannya, dan kondisi ini tentunya membuat mereka jadi lebih berprestasi dalam bekerja. Dengan tetap bisa mempertahankan pekerjaannya itu maka mereka tetap dapat menjadi sumber penghasilan yang menghidupi keluarga mereka di kampung dan meraih cita-cita mereka di masa depan.

Jadi ternyata murahnya tarif pulsa telekomunikasi seluler yang diberlakukan oleh provider telekomunikasi seluler seperti XL memiliki dampak sosial yang cukup berarti bagi masyarakat kelas bawah. Tarif yang murah memberi kesempatan yang sama bagi masyarakat kelas bawah untuk turut menikmati kesempatan berbisnis dan bekerja yang ada dalam masyarakat. Kondisi ini berarti memberi kesempatan yang lebih dari sebelumnya bagi masyarakat kelas bawah untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

SOFWARE ENGINEER SEBAGAI SEBUAH PROFESI

Oleh Julius Hermawan (dipindahkan dari www.geocitites.com/hermanjul)

Apa yang dimaksud dengan Profesi?

Profesi adalah suatu bentuk pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki pengetahuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan formal dan dan ketrampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja pada orang yang terlebih dahulu menguasai ketrampilan tersebut, dan terus memperbaharui ketrampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Tidak semua pekerjaan adalah profesi, contohnya pekerjaan staf administrasi tidak masuk dalam golongan profesi karena untuk bekerja sebagai staf administrasi seseorang bisa dari berbagai latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman, sedangkan akuntan merupakan profesi karena seseorang yang bekerja sebagai akuntan haruslah berpendidikan akuntansi dan memiliki pengalaman kerja beberapa tahun di kantor akuntan.

Pada profesi yang melibatkan hajat hidup orang banyak, gelar keprofesionalan tersebut harus didapatkan melalui pengujian oleh organisasi profesional yang diakui secara nasional atau internasional, dan hanya kandidat yang lulus yang berhak menyandang gelar profesi ini dan melakukan pekerjaan untuk profesi ini. Contoh yang paling jelas adalah profesi dokter (kesehatan manusia) di Indonesia, hanya sarjana kedokteran yang menjadi anggota dari IDI boleh melakukan praktek kedokterannya.

Organisasi keprofesian ini mengatur keanggotaan, membuat kebijakan etika profesi yang harus diikuti oleh semua anggota, memberi sanksi bagi anggota yang melanggar etika profesi, dan membantu anggota untuk dapat terus memperbaharui pengetahuannya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Apakah Software Engineer sebuah profesi?

Bila dimasukkan dalam definisi profesi di atas, Software Engineer bisa digolongkan sebagai sebuah profesi. Deskripsi kerja dari seorang Software Engineer adalah melakukan aktivitas engineering (analisa, rekayasa, spesifikasi, implementasi, dan validasi) untuk menghasilkan produk berupa perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan masalah pada berbagai bidang.

Untuk bisa melaksanakan tugas sebagai Software Engineer seseorang harus memiliki latar belakang pendidikan tertentu yang memberikan bekal untuk melakukan kerja dengan baik dan benar. Selain itu setelah lulus dari pendidikan, seorang Software Engineer juga dituntut untuk memiliki pengalaman cukup dalam pekerjaan ini melalui keikutsertaannya sebagai pekerja magang dalam proyek. Software Engineer juga harus terus memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi komputer yang cepat.

Profesi Software Engineer sejauh ini belum memiliki organisasi profesi. Organisasi profesi Software Engineer yang mungkin diperlukan adalah tidak diperlukan untuk menyeleksi keanggotaannya, namun yang penting adalah bisa memberikan kualifikasi yang jelas tentang apa Software Engineering itu, siapa Software Engineer itu, dan membantu anggotanya untuk memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya. Namun belakangan ini pengesahan profesi Software Engineer oleh organisasi profesi mulai dirasakan perlu karena banyak bidang kerja profesi ini yang bersinggungan dengan hajat hidup orang banyak.

Apa karakteristik yang dimiliki Software Engineer sebagai profesi?

• Kompetensi, yaitu suatu sifat yang selalu menuntut profesional Software Engineer untuk memperdalam dan memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya sesuai dengan tuntutan profesinya. Seorang Software Engineer tidak boleh berhenti belajar karena dunia software engineering terus berkembang dan berubah dengan cepat. Profesi Software Engineer tidak melekat seumur hidup, hanya sepanjang seseorang terus mengikuti tuntutan profesinya. Dan ini sesuai dengan etika profesi yang berlaku umum bahwa hanya profesional yang berkompeten yang berhak melakukan pekerjaan di bidangnya.
• Tanggung jawab pribadi: yaitu kesadaran untuk membebankan hasil pekerjaannya sebagai tanggung jawab pribadi. Seorang Software Engineer untuk itu harus mengenal kemampuan dirinya, sehingga bisa mempertanggungjawabkan semua pekerjaan yang dilakukannya secara moral: selalu merekomendasikan apa adanya, melakukan pekerjaan yang menjadi bidang kompetensinya, dan mendahulukan kepentingan umum.

Mengutip Tanri Abeng, untuk menjadi profesional harus memenuhi 3 syarat yaitu:
1. menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya,
2. mampu mengkonversikan ilmu menjadi ketrampilan, dan
3. selalu berpikir positif dengan menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.

Pendidikan formal apa yang diperlukan seorang Software Engineer?

Kemampuan yang perlu dimiliki seorang Software Engineer supaya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar adalah:

• metodologi pengembangan perangkat lunak: analisa masalah, perancangan sistem yang ada dan yang akan dibangun, meng-kode-kan disain menjadi perangkat lunak.
• Mengelola kelompok kerja
• Mengelola sumber daya: merencanakan, mengadakan, mengawasi, dan mengoptimalkan pemanfaatannya
• Komunikasi

Untuk itu berarti seorang Software Engineer harus memiliki pendidikan formal tingkat sarjana yang merupakan gabungan dari bidang:

 Computer science: terutama dalam perangkat keras
 Engineering: terutama dalam pendekatan/metode analisa pemecahan masalah
 Industrial engineering: terutama dalam optimasi proses dan sumber daya
 Management: terutama dalam mengelola manusia dan kelompok kerja, manajemen proyek
 Social science: terutama dalam pendekatan manusia dan komunikasi

Dari uraian di atas jelas bahwa profesi Software Engineer tidak semata mengandalkan pengetahuan dalam ilmu komputer.

Rekomendasi untuk pengembangan profesi Software Engineer di Indonesia.

Di Indonesia profesi Software Engineer belum terdefinisikan, masih dicampur adukkan dengan profesi lainnya. Di dalam pengembangan perangkat lunak dikenal 2 aktor yang terlibat yaitu System Analyst dan Programmer. System Analyst melakukan analisa terhadap masalah dan kebutuhan organisasi dalam mengelola orang, metode, dan teknologi untuk mengatasi masalah tersebut. Programmer merencanakan keperluan penggunaan perangkat keras dan lunak yang sesuai dengan solusi yang direkomendasikan oleh System Analyst, dan memastikan kebenarannya sesuai dengan spesifikasi.

Tabel perbandingan System Analyst dan Programmer
Kriteria : System Analyst vs Programmer
Dominasi tugas : Analisa dan perancangan sistem vs Perencanaan dan pengkodean program
Partner Kerja : User, programmer vs System analyst

Bidang kerja Software Engineer meliputi bidang kerja System Analyst dan Programmer yaitu mencakup semua fase dalam software development life cycle: analisa sistem, analisa kebutuhan perangkat lunak, perancangan sistem, pembuatan dan perawatan perangkat lunak, ditambah dengan tugas dari manager proyek yaitu perencanaan dan pengelolaan proyek. Dari definisi ini jelas perbedaan antara ketiga pekerjaan di atas.

Infrastruktur yang perlu dipersiapkan untuk pengembangan profesi Software Engineer di Indonesia adalah:

• Lembaga pendidikan tinggi yang mengelola program studi Software Engineering: berarti perlu dibentuk badan khusus untuk merancang kurikulum program studi ini sesuai dengan definisi pekerjaan dan kebutuhan industri pemakai profesi ini. Oleh karena itu perlu dilibatkan para praktisi yang ada untuk memberi masukan yang pas.
• Industri yang mendukung pemakaian profesional Software Engineer: berarti pihak industri sudah harus bis membedakan antara berbagai profesi yang ada di area pengembangan perangkat lunak, sehingga bisa diketahui profesi mana yang sebetulnya dibutuhkan oleh pihak industri sendiri. Dengan demikian juga berarti bahwa profesi Software Engineer memang ‘exist’ sebagai profesi, bukan sebagai ciptaan pihak akademisi saja.
• Organisasi Profesi Software Engineer yang dikelola oleh para profesional: yang berperan untuk membantu para Software Engineer membuat definisi profesi, kebijakan etika profesi, dan sebagai komunitas yang mengkomunikasikan berbagai topik antar anggota.
• Tersedianya materi bacaan atau alat komunikasi yang membantu profesional Software Engineer memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya.

Keempat infrastruktur ini pembentukannya harus berjalan secara paralel, karena pengalaman di satu bagian akan bisa menjadi masukan perbaikan untuk bagian lainnya.