Meluruskan Informasi Sepihak Iklan Deterjen

Hampir setiap rumah tangga Indonesia akrab dengan barang yang bernama deterjen. Deterjen digunakan terutama untuk mencuci pakaian, tapi juga untuk mencuci perabotan rumah tangga mulai dari kain, plastik, kaca, sampai porselen. Deterjen sudah dianggap sebagai bahan pembersih ampuh untuk segala jenis benda kecuali kulit manusia.

Deterjen terdapat di pasaran dalam berbagai merek. Bahkan dalam satu merek tertentu terdapat beberapa tingkatan deterjen seperti deterjen biasa, deterjen ultra, deterjen formula ganda, dan yang paling hebat adalah deterjen plus formula ganda.

Masing-masing diiklankan memiliki daya cuci tersendiri di mana semakin akhir semakin hebat daya cucinya. Tetapi, bagaimanakah keampuhan deterjen yang sebenarnya?

Bagi konsumen awam –terutama tentu saja ibu rumah tangga- sumber informasi tunggal produk deterjen berasal dari iklan, yang belum tentu tepat dengan keadaan produk yang sebenarnya. Iklan sangat dipengaruhi faktor ekonomi yang bertujuan membujuk konsumen sebanyak-banyaknya.

Barangkali memang ada baiknya untuk mengetengahkan beberapa hal dasar mengenai deterjen dan bagaimana kemampuannya, untuk mengimbangi bias iklan deterjen. Dengan demikian, ibu rumah tangga dapat menentukan pilihannya dengan tepat.

Apakah deterjen itu

Deterjen merupakan penyempurnaan dari produk sabun. Kelebihannya dibandingkan sabun adalah bisa mengatasi air sadah dan larutan asam, serta harganya lebih murah. Deterjen terbuat dari garam sulfat dan sulfonat ditambah dengan berbagai bahan kimia tambahan seperti pewarna dan pewangi.

Deterjen membersihkan pakaian dari noda lemak dan kotoran dengan cara melarutkan lemak/kotoran tersebut. Kotoran bisasanya tidak melekat sendiri tetapi juga dikelilingi lemak. Oleh karena itu lemak menjadi tujuan utama pembersihan dengan deterjen.

Lemak dan kotoran yang melekat pada permukaan kain dapat dianalogikan dengan proses pembasahan air pada permukaan kaca. Dalam istilah IPA, peristiwa ini dapat diterangkan dengan menggunakan variabel sudut kontak yaitu sudut ang terjadi antara air dan kaca.

Air dikatakan membasahi kaca bila sudut yang terbentuk nol derajat, dan bila sudut semakin besar mendekati 180 derajat maka air membentuk tetesan yang siap lepas dari permukaan kaca.

Dengan demikian proses pembersihan lemak dan kotoran harus dilakukan dengan cara memperbesar sudut kontak antara lemak/kotoran dengan permukaan kain. Kondisi ini dapat tercapai dengan melibatkan keberadaan deterjen dalam larutan air.

Adanya molekul deterjen dalam larutan pembersih menurunkan tegangan permukaan pada pertemuan dua permukaan, yaitu antara lemak dan air. Ini akibat teradsorpsinya molekul deterjen oleh permukaan lemak/kotoran.

Turunnya tegangan permukaan mengakibatkan perubahan pada energi permukaan lemak, dan hasilnya sudut kontak dari lemak/kotoran dengan kain membesar mendekati 180 derajat dan lemak membentuk tetesan.

Dalam bentuk tetesan ini lemak sudah dalam posisi siap untuk dilepaskan dari permukaan kain. Pelepasan lemak selanjutnya dapat dilakukan dengan sedikit usaha mekanis seperti menyikat atau mengucek pakaian yang dicuci.

Menghilangkan lemak

Dengan demikian sifat dasar deterjen memang selalu membersihkan lemak (plus kotoran) dari permukaan kain. Berarti semua bahan pencuci yang bernama deterjen, pasti dapat menghilangkan lemak.

Jadi tidak benar bila dikatakan bahwa noda lemak hanya dapat hilang bila dicuci menggunakan deterjen yang mengandung bahan aktif khusus.

Namun memang untuk mendapatkan hasi mencuci yang terbaik harus juga diperhatikan faktor-faktor lain yang berpengaruh pada proses pembersihan. Faktor-faktor itu adalah: sifat bahan yang dicuci, tingkat kekotoran bahan yang dicuci, konsentrasi deterjen yang digunakan, temperatur larutan pencuci, dan penggunaan proses mekanis dalam mencuci.

Dengan mengetahui dan memperhatikan faktor-faktor tersebut, ibu rumah tangga dapat memanfaatkan deterjen secara efisien. Jumlah deterjen yang sedikit sebaiknya digunakan untuk mencuci pakaian dengan tingkat kekotoran kecil. Untuk pakaian yang sangat kotor, tentu perlu menggunakan derjen yang banyak, atau dengan takaran biasa tetapi menggunakan air hangat dan pakaiannya disikat.

Deterjen yang diiklankan memiliki bahan aktif tambahan dan bisa mencuci dengan takaran yang lebih sedikit itu bisa saja benar. Tetapi, sebenarnya itu karena masalah konsentrasi saja.

Penggunaan deterjen yang tepat berarti menghemat jumlah deterjen dan berarti menghemat biaya mencuci, namun tentunya denga hasil yang sama atau bahkan lebih baik. Efisiensi penggunaan deterjen ini juga secara luas menguntungkan masyarakat dari segi lingkungan hidup.

(Julius Hermawan, alumnus IPB)

Advertisements

One thought on “Meluruskan Informasi Sepihak Iklan Deterjen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s