Peran Listrik Dalam Mengembangkan Batam Sebagai Kota Metropolis dan Kota Industri

Tidak bisa dipungkiri bahwa listrik sudah menjadi komponen utama dalam kehidupan suatu kota termasuk kota Batam. Tidak ada kegiatan dalam kota yang tidak menggunakan listrik. Tidak ada kemajuan kota yang tidak didukung oleh pasokan listrik. Lihatlah beberapa kawasan Batam di waktu malam. Terang menyembul dari beberapa titik lokasi, bisa disebut: hotel Vista, Rumah Sakit Awal Bros, hotel Planet Holiday, Pelabuhan Ferry Batam Center, Mega Mall Batam Center, Mesjid Raya Batam Center, Batam City Square, Pelabuhan Ferry Harbour Bay, Kawasan Industri Batamindo, Pelabuhan Batu Ampar, dan kawasan pusat dagang Nagoya. Semakin maju suatu kota dan semakin metropolitan suatu kota maka semakin besar kebutuhan akan konsumsi listrik. Perhatikan kota Jakarta dan Singapura, siang dan malam tidak banyak berbeda, kehidupan masyarakat dan ekonomi terus bergulir bahkan kota nyaris tak pernah tidur, dan ini dimungkinkan karena adanya pasokan listrik yang besar yang bisa membuat malam seterang siang hari. Jadi memang jelas bahwa untuk membawa Batam menjadi kota yang lebih maju, lebih metropolis dan lebih industrialis dari sekarang diperlukan usaha untuk menjaga pasokan listrik saat ini tetap bisa mengimbangi kebutuhan masyarakat dan bisnis, dan di masa depan diperlukan usaha untuk meningkatkan pasokan listrik lebih besar dari sekarang.

Dalam tulisan ini dibahas dua hal, pertama bagaimana peran listrik dalam memajukan kehidupan masyarakat Batam, mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, meningkatkan keamanan Batam, membuat pariwisata Batam lebih menarik wisatawan asing, dan mendukung pelaksanaan Kawasan Ekonomi Khusus. Kedua, membahas bagaimana PLN Batam bisa meningkatkan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi listrik yang semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan kota Batam menuju kota metropolitan dan kota industri. Kedua hal yang dibahas memiliki keterkaitan yaitu peran listrik yang penting berarti menuntut pasokan harus ada, dan pasokan yang terus bisa ditingkatkan berarti peran penting listrik bisa terus diperluas ke lokasi baru dan bidang yang baru.


Listrik Bagi Kota Batam

Ketersediaan listrik yang memadai, berkesinambungan, dan ekonomis memacu kemajuan masyarakat. Kemajuan teknologi sekarang sudah merambah meluas ke segala penjuru dunia termasuk Batam dan sekitarnya. Teknologi internet yang dimotori oleh perusahaan telekomunikasi nasional mengadakan program “Internet Goes to School” kini sudah mulai merambah sekolah-sekolah yang ada. Teknologi telpon seluler sekarang sudah dipakai oleh orang dari berbagai kalangan mulai dari kelompok ekonomi bawah sampai kelompok ekonomi atas. Namun pertanyaan mendasarnya adalah bahwa teknologi baru dan maju yang diwakili oleh dua teknologi yang disebut di atas dimungkinkan bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas bila infrastruktur listrik sudah ada di daerah tersebut. Bisa dibayangkan bila suatu daerah belum memiliki infrastruktur listrik, bagaimana internet bisa digunakan bila komputer yang akan digunakan untuk mengakses internet tidak bisa dihidupkan, atau mungkin telpon seluler bisa dimiliki oleh orang yang tinggal di daerah tanpa listrik tapi bila batere telpon selulernya melemah dan habis maka bagaimana yang bersangkutan bisa mengisi ulang baterenya tersebut. Jadi di sini kita bisa melihat bagaimana listrik menjadi komponen dasar yang harus ada sebelum kita bisa memanfaatkan teknologi maju lainnya. Keberadaan listrik di suatu daerah memberikan dampak perubahan yang besar kepada pola hidup masyarakat daerah tersebut. Ambillah contoh pekerjaan rumah tangga yang dulunya mengambil air dengan sumur dan pompa tangan sekarang sudah bisa menggunakan pompa listrik, yang dulunya menyetrika dengan menggunakan seterika arang sekarang sudah digantikan dengan seterika listrik, yang dulunya tidak bisa menyimpan makanan tetap segar berhari-hari sekarang berkat listrik dan kulkas ibu rumah tangga cukup berbelanja sayuran dan lauk pauk seminggu sekali, dan yang dulunya harus bolak balik memasak air panas bila perlu sekarang sudah bisa menyediakan air panas 24 jam tinggal ambil. Demikian pula dalam hal pendidikan, dengan adanya listrik dalam bentuk penerangan, anak-anak bisa memiliki waktu belajar yang lebih panjang, yang dulunya hanya siang dan sore hari sekarang sudah bisa dilakukan malam hari bahkan sampai pagi kembali sekalipun. Dampak positif dan kemajuan yang besar diperoleh masyarakat karena keberadaan listrik ini harusnya dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi masyarakat kota Batam.

Ketersediaan listrik yang memadai, berkesinambungan, dan ekonomis memacu pertumbuhan ekonomi kota. Perdagangan dan industri menggunakan listrik dalam operasionalnya. Suatu pabrik untuk dapat memenuhi pesanan pelanggan terhadap produk yang berkualitas dan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan pelanggan tentunya perlu merencanakan proses produksinya secara tepat dan efektif. Perencanaan produksi ini tentunya perlu didukung oleh ketersediaan mesin, tenaga kerja, dan bahan baku yang diperlukan. Agar mesin dan tenaga kerja dapat bekerja mengolah bahan baku menjadi produk jadi tentunya memerlukan infrastruktur yang memungkinkan mesin beroperasi dan lingkungan pabrik yang kondusif bagi pekerja untuk bekerja optimal seperti sistem penerangan ruangan yang cukup, suhu ruangan yang stabil. Infrastruktur ini berujung pada pasokan listrik yang memadai, berkesinambungan dan ekonomis. Kebalikannya bisa kita bayangkan bila saat pabrik beroperasi terjadi pemadaman listrik, apa saja yang akan dihadapi pabrik? Bahan baku yang sedang diolah saat pemadaman listrik terjadi berarti menjadi produk rusak, artinya kerugian bagi perusahaan. Anggap saja pemadaman terjadi selama satu jam, berarti pabrik berhenti melakukan proses produksi selama satu jam (bahkan lebih bila kita perhitungkan bahwa diperlukan proses persiapan produksi seperti memanaskan mesin, mempersiapkan ulang parameter mesin, menjalankan AC agar mencapai suhu tertentu yang dipersyaratkan agar proses produksi bisa berjalan dengan baik, dan lain-lain), artinya kerugian lagi bagi perusahaan karena kehilangan potensi untuk menghasilkan produk dalam jangka waktu pemadaman listrik terjadi. Di pabrik tentunya banyak alat-alat elektronik yang sebagian mungkin sensitif terhadap perubahan tegangan listrik, jadi bisa dibayangkan bila ada kemungkinan kerusakan pada alat-alat elektronik tersebut akibat pemadaman listrik yang tiba-tiba, dan ini juga menjadi kerugian bagi perusahaan juga. Jadi bisa diterka apa yang ada dipikiran pengusaha bila dia dihadapkan pada situasi yang sama berulang-ulang, tentunya dia akan memikirkan untuk memindahkan lokasi pabrik ke tempat yang lebih baik, tempat yang memiliki pasokan listrik yang lebih memadai, berkesinambungan dan ekonomis agar pabriknya bisa beroperasi pada kondisi yang normal. Banyaknya pabrik yang hengkang dari suatu kota tentunya secara langsung akan menurunkan kemampuan ekonomi kota tersebut, dan sebaliknya semakin banyak pabrik yang beroperasi di suatu kota tentunya secara langsung akan menaikkan kemampuan ekonomi kota melalui peningkatan daya serap tenaga kerja lokal, pemasukan pendapatan daerah dari pajak produk, peningkatan daya konsumsi masyarakat yang secara langsung berarti menggairahkan geliat perekonomian kota, dan akan memunculkan industri pendukung lainnya sebagai dampak tetesan air dari keberhasilan industri yang ada.

Ketersediaan listrik yang memadai, berkesinambungan, dan ekonomis membawa kota menjadi lebih aman. Sudah menjadi pemeo umum bahwa “tempat yang gelap rawan kecelakaan”, “tempat yang gelap rawan kejahatan”, dan istilah remang-remang (kurang terang) yang dihubungkan dengan lokasi maksiat. Secara statistik pernyataan tersebut memang didukung: angka kecelakaan di malam hari pada lajur jalan yang gelap lebih sering terjadi dibandingkan pada lajur jalan yang terang, peristiwa penodongan lebih sering terjadi pada orang yang sedang berada di lokasi yang kurang terang dibandingkan dengan lokasi terang. Seperti bang Napi bilang kejahatan bisa terjadi kalau situasi mendukung, demikianlah faktor gelap menjadi salah satu faktor penguat dilakukannya tindak kejahatan, demikian pula halnya dengan kecelakaan lalu lintas. Beberapa kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi adalah karena pengendara kendaraan bermotor dalam kondisi kegelapan tidak bisa melihat bila di jalan yang akan dilaluinya ada lobang sehingga dia tidak mengantisipasi kondisi tersebut misalnya dengan menghindari lobang tersebut atau mengerem motornya agar berjalan pelan. Kebalikannya bila kondisi jalan terang karena adanya lampu jalan yang memadai sepanjang jalan yang dilaluinya, tentu dia sudah bisa mengetahui kondisi jalan beberapa saat sebelumnya sehingga dia masih punya waktu untuk mengantisipasi kondisi jalan yang akan dilaluinya. Sementara di tindak kriminalitas, beberapa kejadian penodongan dan pembuangan korban penodongan di malam hari terjadi di daerah jembatan Barelang yang notabene lokasi sepi dan kurang terang. Jadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi (kemudian dilanjutkan dengan memberantas) kecelakaan dan kejahatan adalah dengan mendistribusikan terang (baca listrik) ke seluruh wilayah kota Batam.

Bidang pariwisata Batam pun sangat tergantung pada keberadaan listrik. Lokasi yang alami yang menjadi daya pikat pariwisata Batam memang perlu dijaga, namun tetap harus digabungkan dengan fasilitas modern yang mendukung. Untuk mempermudah akses kedatangan turis ke tempat pariwisata tentu diperlukan adanya fasilitas transporasi dan jalan raya yang mulus plus terang di malam hari. Selama berada di lokasi pariwisata dalam menikmati keindahan alam tentu wisatawan tidak ingin direpotkan dengan pekerjaan rumah tangga harian seperti memasak dan mencuci sehingga penginapan para wisatawan pun perlu diperlengkapi dengan peralatan rumah tangga yang lengkap yang mempermudah dan menyamankan mereka selama berada di lokasi pariwisata. Kulkas, mesin cuci, kompor listrik, dispenser, dan pemanas air tentunya memerlukan listrik dalam pengoperasiannya. Bila lokasi pariwisata bisa menyediakan fasilitas yang berbasis listrik tadi tentunya akan bisa menjaring lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi dibandingkan bila lokasi pariwisata tanpa fasilitas listrik hanya akan dikunjungi oleh segelintir wisatawan yang memang menyukai petualangan model acara TV “Survivor”. Dan bagi ekonomi Batam sendiri, semakin banyak wisatawan asing berkunjung maka berarti semakin besar pendapatan yang bisa didapat, dan semakin bisa menggerakkan roda perekonomian kota dengan bertambahnya jumlah pelaku ekonomi dari luar negeri.

Meringkas apa yang dibahas pada beberapa paragraf di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kota tanpa listrik yang memadai cepat lambat akan menjadi kota mati karena lambat laun akan ditinggalkan pihak industri, pihak pedagang, dan akhirnya penduduk kota yang bersangkutan. Ketiadaan listrik bisa membuat suatu kota menjadi mati, dan sebaliknya ketersediaan listrik yang memadai bisa membuat suatu kota menjadi kota yang maju dan berkembang. Dihubungkan dengan diberlakukannya Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maka peran listrik amat sangat penting. Dengan status Batam sebagai KEK maka Batam menjadi kota khusus dimana halangan perdagangan yang biasanya diberlakukan pada kota normal seperti tarif impor dan tarif ekspor ditiadakan, dan kota khusus dimana prosedur birokrasi sangat disederhanakan, dan kota khusus dimana perusahaan yang beroperasi di dalamnya diberikan insentif khusus seperti pengurangan sampai penghapusan pajak. Tujuan diberlakukannya KEK adalah kota Batam lebih menarik untuk menjadi tujuan investasi para investor luar negeri untuk membangun industri sehingga kemudian secara langsung dampaknya dapat mengurangi tingkat pengangguran, pengurangi kemiskinan, dan merangsang pertumbuhan ekonomi kota Batam. Namun apa yang dijanjikan oleh KEK akan diminati oleh investor luar negeri hanya apabila kota Batam sudah memiliki fasilitas dan infrastruktur yang sempurna. Fasilitas umum yang lengkap meliputi jalan raya dan transportasi, pasokan air baku dan air minum, pasokan listrik, fasilitas pos dan telekomunikasi (telpon, internet), fasilitas pembuangan dan pengolahan sampah dan limbah, terminal udara – laut – dan darat, dan lain-lain.

Pasokan Listrik di Masa Datang

Setelah membahas arti penting listrik bagi kota Batam, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah kebutuhan listrik kota Batam yang terus berkembang menuju kota metropolis dan industri akan terus bisa dipenuhi oleh PLN Batam? Pertama kita akan membahas tren menyediaan listrik dan tren konsumsi listrik sampai saat ini untuk mengetahui secara jelas bagaimana kondisi pasokan listrik di kota Batam ini.

Pertambahan jumlah pelanggan listrik PLN Batam dari tahun ke tahun secara merata pada laju pertumbuhan yang sama terjadi pada kelompok rumah tangga, bisnis, dan industri. Hal ini bisa dimaklumi karena dalam beberapa tahun terakhir terjadi ledakan pembangunan perumahan dan ruko di berbagai pelosok Batam. Sementara dari penggunaan listrik, kelompok bisnis dan industri memiliki laju pertambahan penggunaan mega watt jam listrik lebih besar di bandingkan kelompok rumah tangga. Hal ini bisa dimaklumi karena secara individu pemanfaatan listrik memang lebih besar di kelompok bisnis dan industri. Dengan kemampuan pasokan Daya Mampu Netto yang sebesar 228,7 mega watt dari daya terpasang keseluruhan sebesar 318,4 mega watt, PLN Batam belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh Batam. Beberapa daerah perumahan masih belum terjangkau oleh pasokan listrik PLN, demikian pula beberapa lokasi industri masih dibantu oleh pasokan listrik sendiri.

Dari uraian di atas diketahui bahwa pasokan listrik masih belum bisa bergerak dalam laju yang sama dengan kebutuhan konsumsi listrik, berarti PLN Batam perlu memikirkan lebih lanjut ekspansi pasokan listrik yang bisa dilakukan untuk mengejar pertumbuhan tingkat konsumsi listrik. Dalam paparan berikut penulis bersumbang saran tentang alternatif penyediaan listrik yang mungkin bisa dilakukan. Bila dilihat dari infrastruktur pembangkit listrik yang sekarang ada di Batam, terlihat bahwa pembangkit listrik tenaga diesel yang notabene merupakan pembangkit listrik yang di bangun sebelum tahun 2000 mendominasi. Pada masa awal pertumbuhan Batam, PLTD merupakan pilihan yang paling masuk akal untuk dibangun dibandingkan pembangkit listrik tenaga lainnya karena beberapa alasan: pembangunan fisik relatif cepat, suplai bahan bakar solar yang mudah didapat dan disuplai, dan kondisi Batam yang tidak memiliki sumber tenaga lain (air, uap). Namun dalam perkembangannya PLTD menjadi kurang pas terutama dalam masalah biaya dan ekspansi. Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang cenderung naik terus secara langsung mempengaruhi juga harga jual solar sebagai bahan baku utama PLTD, dan otomatis meningkatkan biaya operasional PLTD. PLTD memiliki keterbatasan dalam penyediaan daya terpasang yang biasanya paling kecil dibandingkan pembangkit listrik lainnya sehingga untuk memenuhi pertumbuhan penggunaan listrik yang relatif selalu meningkat dari tahun ke tahun dalam areal kerja yang sama berarti PLN perlu melakukan penambahan unit PLTD yang baru, kondisi ini juga kurang menguntungkan dalam segi biaya dan operasionalnya.

Kebijakan beralih dari PLTD sudah mulai dilakukan oleh PLN Batam, terlihat sejak tahun 2004 mulai digunakannya pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) melalui PLTG Panaran. Dari segi bahan baku, harga gas relatif lebih murah dibandingkan dengan harga solar, jadi lebih murah dalam operasionalnya. Daya terpasang PLTG relatif lebih besar dibandingkan PLTD sehingga relatif lebih mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk areal yang lebih luas. Selain itu PLTG lebih ramah lingkungan karena menghasilkan pembakaran lebih sempurna dan lebih bersih, dan lebih efisien proses operasinya. Untuk suplai bahan baku gas ke Batam sendiri dipermudah dengan dilaluinya Batam oleh jaringan pipa distribusi gas dari Jambi ke Singapura sehingga bisa menjamin kelangsungan suplai gas tersebut. Jadi memang gas bisa menjadi alternatif kedua setelah diesel sebagai sumber pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik Batam terutama untuk masa sekarang dan beberapa tahun ke depan.

Untuk ke depannya sebagai alternatif sumber tenaga lain, saat ini sedang ada pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Kasam. PLTU ini mengambil sumber dari …

Satu sumber penghasil energi listrik yang saat ini belum dimanfaatkan dan patut untuk digunakan adalah pembangkit listrik tenaga angin. Kondisi geografis Batam sebagai pulau dengan panjang garis pantai 1.261 km menyimpan potensi untuk dialiri angin dari laut dengan kecepatan rata-rata 5 meter per detik atau 18 km/jam mampu menggerakkan baling-baling yang kemudian ditransmisikan ke sistem roda gigi untuk memutar generator listrik sehingga bisa menghasilkan listrik sekitar seratus kilo watt. Di sepanjang pantai bisa dibangun kincir angin sehingga bisa untuk mengaliri listrik daerah pemukiman maupun pariwisata yang ada di sepanjang pantai tersebut. Energi angin memang sedang mulai dikembangkan oleh beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, dan Cina sebagai energi alternatif pembangkit listrik. Mengutip harian Suara Merdeka (29 April 2005) bahwa para ilmuwan negera Cina sudah berupaya menciptakan sumber energi dari kincir angin di bawah laut dengan memasang turbin-turbin angin pada lokasi sekitar 50 km lepas pantai dan di kedalaman 30 meter di bawah permukaan air. Instalasi di bawah laut ditujukan agar lokasi turbin tidak berebut lahan di daratan yang kemudian bisa digunakan untuk keperluan pertanian atau pemukiman. Cina menargetkan pada tahun 2020 listrik dari sumber energi angin ini bisa mensuplai 20 gigawatt atau setara dengan satu persen konsumsi listrik Cina. Dari bahan baku memang jauh lebih murah karena angin merupakan sumber daya alam yang gratis dan merupakan sumber daya yang tidak akan habis, namun kembali lagi tergantung dari kondisi geografis daerah masing-masing, dan untuk Batam energi angin merupakan energi yang potensial untuk dikembangkan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Penutup

Sudah dibuktikan sejak Batam berdiri sampai hari ini bahwa kemajuan kota Batam seperti sekarang ini hanya bisa dicapai karena dukungan pasokan listrik yang oleh PLN Batam selalu ditingkatkan volumenya agar bisa mengimbangi tingkat konsumsi listrik masyarakat dan industri. Seiring pertumbuhan kota maka tingkat konsumsi listrik akan terus meningkat, dan ini menjadi tantangan bagi PLN Batam untuk terus mencari alternatif pasokan listrik yang memadai sesuai dengan tingkat kebutuhan, berkesinambungan hingga ke masa depan, dan ekonomis sehingga bisa dijual dengan harga murah. Dimulai dengan pembangkit listrik tenaga diesel, maka PLN Batam perlu mencari alternatif sumber energi lain dan yang potensial untuk dikembangkan di Batam adalah tenaga gas, tenaga uap dan tenaga angin. Dengan pasokan listrik yang aman maka tidak diragukan lagi Batam bisa mewujudkan diri sebagai kota metropolis dan kota industri.

(Julius Hermawan, disertakan pada Lomba Karya Tulis HUT PLN Batam – 2007)

Advertisements