Archive | December 2008

Layanan “I am Here Mom Dad”

Sebagai ayah dari 2 anak yang masih relatif kecil: umur 6 tahun dan 4 tahun, sudah bersekolah kelas 1 SD dan TK A, saya sering kali menghadapi kekuatiran pada keberadaan anak saya. Yang paling terasakan adalah saat terlambat menjemput anak baik pulang sekolah maupun pulang kursus. Kadang anak mengisi waktu menunggu ayah atau ibunya datang dengan bermain bersama teman-temannya jauh dari tempat menunggu biasanya dan tidak menghiraukan bahwa ayah/ibunya akan mencari di tempat biasanya. Pada momen kebingungan mencari sampai muncul kekuatiran tersebut sering sekali terpikir “wah, harusnya si anak dikasih ponsel saja biar gampang dihubungi.”, tetapi pada momen normal pikiran lain muncul “bila si anak dikasih pegang ponsel, apa saja ya yang perlu dikunci agar tidak dipakai untuk hal-hal yang ngga diingini …”. Biasanya malah membuat saya tersenyum sendiri, “ wah orang tua ini maunya enak saja.”

Tetapi memang perlu bagi orang tua untuk bisa mengetahui keberadaan anaknya setiap saat. Secara psikologis memberi dampak tenang bagi orang tua dan sekaligus memberi informasi yang cukup bagi orang tua untuk bereaksi bila diperlukan. Sementara bagi si anak dengan mengetahui bahwa orang tua mengetahui keberadaannya juga memberi dampak aman dan percaya bagi si anak. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kondisi ini bisa terjadi ? Orang tua dapat mengetahui keberadaan anaknya suatu saat sedang dimana ?
Bila berkaca pada pengaplikasian GPS (Global Positioning System) untuk menginformasikan kepada pengemudi mobil jalan mana yang saat itu sedang macet dan jalan alternatif mana yang bisa ditempuh tanpa macet, maka model yang hampir serupa tapi mungkin jauh lebih sederhana bisa diterapkan untuk membantu mendeteksi keberadaan si anak dan menginformasikannya kepada orang tuanya.

Si anak perlu membawa “sesuatu” yang digunakan sebagai identifikasi, “sesuatu” ini perlu didaftarkan kepada pihak penyedia jasa sehingga penyedia jasa memiliki data: nama anak, nomor ponsel orang tua, dan tempat-tempat yang sering dikunjungi. “Sesuatu” ini diharapkan selalu dibawa oleh si anak saat bepergian, jadi mungkin “sesuatu” ini bisa dilekatkan di barang yang digunakan oleh si anak. Bila anak menggunakan kalung atau selalu membawa dompet mungkin “sesuatu” itu bisa dilekatkan di sana.

Di lokasi seperti sekolah, mall atau tempat kursus, dan tempat lainnya yang diantisipasi digunakan untuk mendeteksi keberadaan si anak, perlu dipasang alat yang dapat membaca sinyal dari “sesuatu” yang dibawa si anak. Mungkin mekanismenya sama seperti bila kita naik MRT di Singapura, dimana kita membawa kartu, dan pada saat kita akan masuk ke stasiun kita perlu melewatkan kartu tersebut di atas pembaca yang kemudian akan membaca kartu dan membukakan pintu agar kita bisa masuk ke stasiun. Perbedaannya adalah bahwa si anak tidak perlu secara eksplisit memperlihatkan “sesuatu” itu kepada pembaca, tetapi alat pembaca yang secara aktif mendeteksi saat si anak melewati alat tersebut dan membaca informasi dari “sesuatu”. Mungkin untuk kemudahan pembacaan bentuk alatnya akan seperti pintu detektor yang ada di bandara, dimana kita melewatinya dan alat pada pintu tersebut akan mengecek bila ada benda-benda yang mencurigakan.

Jadi pada saat si anak pergi ke sekolah dan misalnya “sesuatu” melekat di gantungan bersama kartu pelajar, sewaktu si anak melewati gerbang pendeteksi maka alat pembaca segera membaca data dari “sesuatu” mungkin untuk mendapatkan nomor identifikasinya. Nomor identifikasi si anak dan nomor lokasi alat pembaca kemudian dikirimkan ke pusat penerima untuk diolah lebih lanjut sehingga mendapatkan nomor ponsel dari orang tua si anak. Dengan data tersebut, aplikasi penyedia jasa kemudian mengirimkan sms kepada orang tua yang memberitahukan bahwa si anak pada waktu tersebut sudah tiba di sekolah dan positif memasuki sekolah.

Visualisasi dari proses yang dijabarkan di atas digambarkan di bawah ini.

I am Here Mom Dad

Segmen Pasar
Layanan yang saya sebut “I am here Mom Dad” dalam artikel ini akan memiliki segmen konsumen yang sangat besar. Karena bila ditanyakan lebih lanjut siapa sih orang tua yang tidak mau melindungi anaknya? Setiap orang tua berpotensi menjadi konsumen dari produk layanan ini, baik yang anaknya masih kecil maupun sudah remaja. Layanan ini kemungkinan besar akan mendapat sambutan yang positif dari kalangan orang tua. Layanan ini secara tidak langsung juga dapat mengurangi ketakutan dan kekuatiran orang tua terhadap trauma kasus penculikan yang pada tahun 2007 lalu secara statistik rata-rata lima kejadian per bulan.

Selain orang tua institusi lain yang bisa mengambil nilai positif dari layanan ini adalah sekolah. Aplikasi lebih lanjut dari layanan ini adalah bila dikoneksikan dengan pencatatan kehadiran siswa di sekolah. Sekolah akan memiliki catatan yang lengkap tentang keluar masuk setiap siswa dalam lingkungan sekolah, karena saat masuk dan keluar pasti secara otomatis alat pembaca akan selalu membaca “sesuatu” yang dibawa oleh siswa.

Infrastruktur
Yang diperlukan dari penyedia jasa adalah kerjasama dengan berbagai institusi yang terkait dengan aktivitas anak terutama untuk menempatkan alat pembaca “sesuatu” tadi. Penyedia layanan perlu bekerja sama dengan sekolah, tempat kursus, pengelola mall, toko buku, perpustakaan, pengelola sarana olah raga, dan lain-lain tempat yang sering menjadi tujuan bepergian anak-anak. Bahkan bila perlu juga alat pembaca “sesuatu” ditempatkan di kendaraan umum, sehingga orang tua terutama yang tinggal di Jakarta yang lokasi sekolah anaknya amat sangat jauh dari rumah bisa memantau “perjuangan” sang anak naik turun kendaraan umum dalam usaha menggapai pendidikan yang diidamkannya. Sementara infrastruktur lain yang berfungsi mengantarkan pesan dari alat pembaca ke aplikasi pengolah data, dan aplikasi pengirim SMS ke orang tua bisa menggunakan infrastruktur yang sudah ada.

Dari yang diuraikan di atas, layanan “I am Here Mom Dad”cukup feasibel dari sisi teknologi pendukung, sisi keuntungan yang bisa didapat penyedia layanan, dan sisi manfaat yang didapat oleh pengguna layanan. Dan yang pasti secara pasar pun sudah tersedia calon penggunanya yang salah satunya adalah saya, sekarang tinggal siapa yang mau memulai saja. Mudah-mudahan segera tersedia layanan ini, karena saya sebagai orang tua sangat mengidamkan adanya layanan model ini yang bisa sangat membantu saya dalam mengamati anak-anak selama saya tidak ada secara fisik di samping mereka, dan tentunya juga sangat membantu anak saya yang walaupun ayah dan ibunya tidak langsung ada di sampingnya tetap yakin bahwa kedua orang tuanya selalu ada pada saat mereka membutuhkannya. Tentunya demikian juga dengan orang tua yang lain.

Advertisements

PONSEL: Modal dan Peluang Bisnis Bagi Makelar

Bisnis makelar atau broker sudah dikenal luas sebagai bisnis sampingan yang potensial dalam membantu mengasapi dapur dan menambah pundi-pundi uang kita. “Dalam situasi krisis seperti ini dimana harga barang-barang naik, ongkos transportasi naik, sementara gaji tetap, maka selain harus mengirit ya satu-satunya jalan cari kerja sampingan yang menambah pendapatan”, ujar Defi seorang teknisi di pabrik elektronika. “Sekaligus sebagai jaring pengaman bila terjadi PHK juga kan, kita sebagai pekerja perlu mempersiapkan usaha sampingan.” Menjadi makelar adalah salah satu yang bisa dilakoni.

Pekerjaan makelar membantu menghubungkan pihak penjual dan pembeli. Bila ada orang yang sedang menjual suatu barang, makelar membantu mencari pembeli yang berminat terhadap produk tersebut. Bila ada orang yang sedang mencari-cari suatu produk yang mau dia beli, makelar membantu mencarikan produk tersebut. Produk yang umum dimakelarkan secara perseorangan adalah tanah, rumah dan kendaraan bermotor. Ketiganya adalah produk yang tidak ada matinya, selalu bisa diputar untuk diperjualbelikan ataupun disewakan. Sebagai ilustrasi diindikasikan lewat iklan yang dipasang di surat kabar di kota Batam setiap harinya: di koran Tribun Batam iklan penawaran mobil dan rumah memenuhi dua setengah halaman sementara penawaran rumah baru hampir satu halaman sendiri, dan di koran Batam Pos memenuhi lima halaman untuk mobil dan rumah kedua sementara satu halaman lebih untuk rumah baru.

Pekerjaan makelar tidak terikat waktu, bisa dikerjakan kapan saja tergantung dari ketersediaan waktunya. Jadi pekerjaan mengikuti waktu yang bisa kita sediakan, artinya pekerjaan ini bisa menjadi pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama anda misalnya sebagai pegawai swasta atau pegawai negeri, atau juga baik untuk ibu rumah tangga.

Pendapatan dari makelar juga cukup menjanjikan. Biasanya penghasilan berdasarkan satuan persentase dari rupiah transaksi yang terjadi. Dari transaksi jual beli rumah yang dimakelarkan, seorang makelar bisa mendapatkan minimum 2 sampai 2.5% dari nilai penjualan. Jadi pendapatan yang bakal diterima sesuai dengan nilai produknya, semakin tinggi nilai produk maka akan semakin besar pendapatan yang diperoleh makelar.

Untuk menjadi makelar, tidak membutuhkan modal rupiah yang besar. Yang utama adalah modal jujur, buka mata, buka telinga, dan suka bersosialisasi. Karena untuk menggunakan jasa pihak ketiga, tentunya penjual ataupun pembeli akan memilih makelar yang menurut pandangannya paling jujur, yang biasanya pilihannya merupakan orang yang mereka sudah kenal. “Jangan sekali-kali berbuat curang atau terlibat masalah keuangan, karena kalau sudah kejadian beritanya akan segera cepat menyebar, dan jangan harap deh ada orang yang mau kita makelarin.”, ujar Edi yang sudah jadi makelar rumah lebih dari 15 tahun. Buka mata dan buka telinga tentunya untuk bisa mendapatkan informasi siapa yang menjual dan siapa yang sedang mau membeli. Gampangnya bila sedang jalan mata selalu dibuka tengok kanan dan kiri untuk melihat bila terpampang papan bertuliskan “Tanah ini dijual” atau “Rumah ini disewakan”. Bila sedang kumpul dan ngobrol juga perlu dengarkan informasi percakapan orang-orang disekitar kita yang mungkin secara eksplisit maupun implisit mengutarakan keinginan menjual atau membeli rumah, tanah atau mobil. Itulah cara untuk mendapatkan peluang bisnis !

Setelah memiliki informasi ada yang sedang mencari atau ada yang menjual, maka makelar harus tahu detil produk yang menjadi obyek transaksi ini. Makelar harus datang, mengamati dan mencatat spesifikasi detil obyek tersebut. “Go see” istilahnya. Makelar harus tahu mana nilai lebihnya si obyek tersebut, dan mana nilai lemah dari obyek tersebut. Makelar harus bisa mendeskripsikan obyeknya dengan bagus, lugas dan jujur kepada calon pembelinya. Yang pasti “Menjual Yes, Menipu No”. Biasanya di sini yang menjadi titik kritikal yang menentukan bakal terjadi deal transaksi atau tidak. Makelar tradisional biasanya mengenalkan obyek yang dijual kepada calon pembeli dengan membawa obyek ke hadapan pembeli atau membawa pembeli melihat langsung obyeknya. Namun, sekarang ini mustinya sudah tidak jamannya lagi. Dengan ketersediaan beragam teknologi yang makin canggih, makelar moderen sekarang sudah bisa dan sepantasnya memanfaatkan teknologi itu untuk mendekatkan calon pembeli dengan obyek yang diperjual belikan. Salah satu teknologi itu adalah telpon seluler.

Ponsel atau telepon seluler sekarang ini sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia baik di perkotaan maupun di pedesaan. Selain karena tuntutankebutuhan komunikasi, ponsel juga menjadi pelengkap gaya hidup. Kenyataan ini juga didukung oleh semakin turunnya harga ponsel dari tahun ke tahun dengan fitur yang semakin banyak, dan juga tentunya karena biaya pulsa yang semakin murah ditawarkan oleh operator telpon seluler. Salah satu fitur ponsel adalah fitur kamera yang belakangan ini sudah menjadi fitur standar bagi ponsel kelas tengah ke bawah. Melalui ponsel, kita bukan saja bisa bertukar suara dan teks, tapi sekarang ini sudah bisa bertukar gambar baik gambar statis dalam bentuk foto maupun gambar bergerak dalam bentuk film.

Dari segi teknologi peralatan, sudah banyak ponsel berkamera yang dijual dengan harga terjangkau. Anda cukup mengeluarkan anggaran 700 ribuan untuk mendapatkan ponsel Nokia berkamera. Sementara layanan GPRS (General Packet Radio Service) yang mendukung pengiriman data gambar, audio maupun video (MMS = Multimedia Messaging Service) dan e-mail sudah disediakan oleh semua operator telekomunikasi yang ada dengan biaya yang terjangkau. Seperti layanan MMS oleh operator XL mengenakan tarif mulai dari 550 rupiah per 50 Kb data yang dikirimkan.

Dihubungkan dengan pekerjaan makelar ternyata dengan memiliki ponsel pekerjaan makelar anda bisa menjadi lebih efektif. “Dengan memanfaatkan hasil jepretan kamera dari ponsel, waktu ku untuk memberi informasi detil rumah yang dijual kepada calon pembeli bisa lebih singkat, namun bisa lebih jelas.”, kata Edi. Buka mata dan buka telinga. Bila saat sedang berjalan-jalan dan melihat papan bertuliskan “Rumah ini dijual” atau “Rumah ini disewakan”, maka Edi menghentikan langkahnya untuk mengamati rumah tersebut. Dengan menggunakan ponsel berkamera dia mengabadikan rumah tersebut dari berbagai sudut pandang. Bila bertemu dengan pemilik rumah, Edi segera mengutarakan niatnya untuk membantu menawarkan rumah tersebut dan bila yang punya rumah tidak berkeberatan dia akan meminta ijin untuk mengambil foto bagian-bagian interior rumah tersebut, bahkan sampai ke bagian kamar tidur dan kamar mandi. Demikian juga mustinya dengan mobil, abadikan bodi mobil dari semua sudut, bagian mesin, dan tentunya interior mobil.

ponsel kamera in-action

Dari banyak gambar yang didapat, dipilihlah beberapa foto yang bagus dan jelas. Setelah itu Edi akan membuka catatannya yang berisi daftar orang-orang yang diketahuinya sedang berburu mencari rumah atau mobil. Dia segera mengirimkan gambar foto yang diambil tersebut kepada mereka, dengan tambahan berbagai informasi yang perlu. Sampai tahap ini Edi sudah mulai berjualan. “Saya tidak perlu bercuap-cuap panjang lebar mendeskripsikan kondisi rumah atau mobil yang saya tawarkan, cukup lewat foto-foto itu saja, si calon pembeli biasanya sudah bisa menebak hampir 90 persen spesifikasi rumah atau mobil yang saya jual. Kan satu foto bisa mewakili jutaan kata” sambung Edi. “Lebih lagi dengan sekali ambil foto, saya bisa langsung kirim ke beberapa calon pembeli yang potensial, tidak perlu berkali-kali omong yang sama ke beberapa calon berbeda dan tidak perlu bolak balik membawa calon pembeli ke lokasi rumah yang dijual“.

Mengutip buku Management Information System-nya Kenneth C. Laudon, disebutkan bahwa salah satu manfaat pengaplikasian teknologi informasi dan komunikasi dalam bisnis adalah kemampuan menurunkan biaya transaksi. Dan prinsip ini juga teraplikasikan pada produk ponsel berkamera yang digunakan oleh makelar. Bila sebelum menggunakan ponsel berkamera makelar perlu bolak balik membawa calon pembeli melihat obyek yang dijual, maka setelah menggunakan ponsel berkamera makelar bisa mengurangi frekuensi kunjungan ke obyek yang dijual. Bila sebelum menggunakan ponsel berkamera makelar perlu menjelaskan panjang lebar mengenai spesifikasi obyek yang dijual kepada calon pembeli baik lewat telpon maupun tatap muka, maka setelah menggunakan ponsel berkamera makelar cukup memberi penjelasan seperlunya sementara “sejuta kata” lainnya sudah diutarakan oleh gambar atau foto yang diambil.

Turunnya biaya-biaya yang perlu dikeluarkan oleh makelar berarti modal yang dibutuhkan untuk menjadi makelar dan biaya yang perlu ditanggung makelar juga menjadi lebih sedikit dan artinya juga keuntungan yang didapat bisa menjadi lebih besar. Ini juga sejalan dengan konsep Five Forces-nya Michael Porter , yang salah satu faktornya adalah kekuatan halangan untuk masuk dalam suatu bisnis, dimana dinyatakan bahwa pemain baru akan terpancing untuk masuk ke suatu bisnis bila modal yang diperlukan kecil, keahlian yang diperlukan standar saja, dan pekerjaan yang semakin mudah sementara keuntungan yang bisa didapat besar. Dalam konteks bisnis makelar tadi, dengan syarat modal yang semakin murah dan iming-iming keuntungan yang besar, akan semakin banyak orang yang berminat dan masuk menggeluti bisnis makelar tanah, rumah dan mobil ini.

Jadi sekarang ini bila anda sudah memiliki ponsel berkamera, kenapa tidak mencoba menjadi makelar juga sebagai pekerjaan sampingan? Ini bisa menjadi alternatif yang bagus buat anda dalam menyiasati situasi keuangan pribadi dan keluarga di masa krisis ekonomi global sekarang ini. Juga buat anda yang sudah menjadi makelar, sudah waktunya untuk mulai menggunakan ponsel untuk mendukung pekerjaan anda agar lebih efisien dan efektif. Belum punya ponsel? Ngga masalah lah ya, hanya perlu mengeluarkan satu juta rupiah saja, nanti sekali gol transaksi juga sudah terbayar kok. Tidak rugi mencoba loh … ! Seperti yang sekarang dilakukan oleh Defi, disela-sela kerja utamanya, dia menawarkan rumah, tanah, mobil dan motor kepada calon pembeli yang merupakan teman kerjanya, teman kegiatan agamnya, teman organisasi sepedanya, dan teman lingkungan tempat tinggalnya. “Mulai sekarang ponsel ku juga bisa menghidupi dirinya dan menghasilkan rupiah untuk ku”, kata Defi sambil tersenyum. Semoga senyum yang sama juga menghiasi wajah anda, pembaca.