PONSEL: Modal dan Peluang Bisnis Bagi Makelar

Bisnis makelar atau broker sudah dikenal luas sebagai bisnis sampingan yang potensial dalam membantu mengasapi dapur dan menambah pundi-pundi uang kita. “Dalam situasi krisis seperti ini dimana harga barang-barang naik, ongkos transportasi naik, sementara gaji tetap, maka selain harus mengirit ya satu-satunya jalan cari kerja sampingan yang menambah pendapatan”, ujar Defi seorang teknisi di pabrik elektronika. “Sekaligus sebagai jaring pengaman bila terjadi PHK juga kan, kita sebagai pekerja perlu mempersiapkan usaha sampingan.” Menjadi makelar adalah salah satu yang bisa dilakoni.

Pekerjaan makelar membantu menghubungkan pihak penjual dan pembeli. Bila ada orang yang sedang menjual suatu barang, makelar membantu mencari pembeli yang berminat terhadap produk tersebut. Bila ada orang yang sedang mencari-cari suatu produk yang mau dia beli, makelar membantu mencarikan produk tersebut. Produk yang umum dimakelarkan secara perseorangan adalah tanah, rumah dan kendaraan bermotor. Ketiganya adalah produk yang tidak ada matinya, selalu bisa diputar untuk diperjualbelikan ataupun disewakan. Sebagai ilustrasi diindikasikan lewat iklan yang dipasang di surat kabar di kota Batam setiap harinya: di koran Tribun Batam iklan penawaran mobil dan rumah memenuhi dua setengah halaman sementara penawaran rumah baru hampir satu halaman sendiri, dan di koran Batam Pos memenuhi lima halaman untuk mobil dan rumah kedua sementara satu halaman lebih untuk rumah baru.

Pekerjaan makelar tidak terikat waktu, bisa dikerjakan kapan saja tergantung dari ketersediaan waktunya. Jadi pekerjaan mengikuti waktu yang bisa kita sediakan, artinya pekerjaan ini bisa menjadi pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama anda misalnya sebagai pegawai swasta atau pegawai negeri, atau juga baik untuk ibu rumah tangga.

Pendapatan dari makelar juga cukup menjanjikan. Biasanya penghasilan berdasarkan satuan persentase dari rupiah transaksi yang terjadi. Dari transaksi jual beli rumah yang dimakelarkan, seorang makelar bisa mendapatkan minimum 2 sampai 2.5% dari nilai penjualan. Jadi pendapatan yang bakal diterima sesuai dengan nilai produknya, semakin tinggi nilai produk maka akan semakin besar pendapatan yang diperoleh makelar.

Untuk menjadi makelar, tidak membutuhkan modal rupiah yang besar. Yang utama adalah modal jujur, buka mata, buka telinga, dan suka bersosialisasi. Karena untuk menggunakan jasa pihak ketiga, tentunya penjual ataupun pembeli akan memilih makelar yang menurut pandangannya paling jujur, yang biasanya pilihannya merupakan orang yang mereka sudah kenal. “Jangan sekali-kali berbuat curang atau terlibat masalah keuangan, karena kalau sudah kejadian beritanya akan segera cepat menyebar, dan jangan harap deh ada orang yang mau kita makelarin.”, ujar Edi yang sudah jadi makelar rumah lebih dari 15 tahun. Buka mata dan buka telinga tentunya untuk bisa mendapatkan informasi siapa yang menjual dan siapa yang sedang mau membeli. Gampangnya bila sedang jalan mata selalu dibuka tengok kanan dan kiri untuk melihat bila terpampang papan bertuliskan “Tanah ini dijual” atau “Rumah ini disewakan”. Bila sedang kumpul dan ngobrol juga perlu dengarkan informasi percakapan orang-orang disekitar kita yang mungkin secara eksplisit maupun implisit mengutarakan keinginan menjual atau membeli rumah, tanah atau mobil. Itulah cara untuk mendapatkan peluang bisnis !

Setelah memiliki informasi ada yang sedang mencari atau ada yang menjual, maka makelar harus tahu detil produk yang menjadi obyek transaksi ini. Makelar harus datang, mengamati dan mencatat spesifikasi detil obyek tersebut. “Go see” istilahnya. Makelar harus tahu mana nilai lebihnya si obyek tersebut, dan mana nilai lemah dari obyek tersebut. Makelar harus bisa mendeskripsikan obyeknya dengan bagus, lugas dan jujur kepada calon pembelinya. Yang pasti “Menjual Yes, Menipu No”. Biasanya di sini yang menjadi titik kritikal yang menentukan bakal terjadi deal transaksi atau tidak. Makelar tradisional biasanya mengenalkan obyek yang dijual kepada calon pembeli dengan membawa obyek ke hadapan pembeli atau membawa pembeli melihat langsung obyeknya. Namun, sekarang ini mustinya sudah tidak jamannya lagi. Dengan ketersediaan beragam teknologi yang makin canggih, makelar moderen sekarang sudah bisa dan sepantasnya memanfaatkan teknologi itu untuk mendekatkan calon pembeli dengan obyek yang diperjual belikan. Salah satu teknologi itu adalah telpon seluler.

Ponsel atau telepon seluler sekarang ini sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia baik di perkotaan maupun di pedesaan. Selain karena tuntutankebutuhan komunikasi, ponsel juga menjadi pelengkap gaya hidup. Kenyataan ini juga didukung oleh semakin turunnya harga ponsel dari tahun ke tahun dengan fitur yang semakin banyak, dan juga tentunya karena biaya pulsa yang semakin murah ditawarkan oleh operator telpon seluler. Salah satu fitur ponsel adalah fitur kamera yang belakangan ini sudah menjadi fitur standar bagi ponsel kelas tengah ke bawah. Melalui ponsel, kita bukan saja bisa bertukar suara dan teks, tapi sekarang ini sudah bisa bertukar gambar baik gambar statis dalam bentuk foto maupun gambar bergerak dalam bentuk film.

Dari segi teknologi peralatan, sudah banyak ponsel berkamera yang dijual dengan harga terjangkau. Anda cukup mengeluarkan anggaran 700 ribuan untuk mendapatkan ponsel Nokia berkamera. Sementara layanan GPRS (General Packet Radio Service) yang mendukung pengiriman data gambar, audio maupun video (MMS = Multimedia Messaging Service) dan e-mail sudah disediakan oleh semua operator telekomunikasi yang ada dengan biaya yang terjangkau. Seperti layanan MMS oleh operator XL mengenakan tarif mulai dari 550 rupiah per 50 Kb data yang dikirimkan.

Dihubungkan dengan pekerjaan makelar ternyata dengan memiliki ponsel pekerjaan makelar anda bisa menjadi lebih efektif. “Dengan memanfaatkan hasil jepretan kamera dari ponsel, waktu ku untuk memberi informasi detil rumah yang dijual kepada calon pembeli bisa lebih singkat, namun bisa lebih jelas.”, kata Edi. Buka mata dan buka telinga. Bila saat sedang berjalan-jalan dan melihat papan bertuliskan “Rumah ini dijual” atau “Rumah ini disewakan”, maka Edi menghentikan langkahnya untuk mengamati rumah tersebut. Dengan menggunakan ponsel berkamera dia mengabadikan rumah tersebut dari berbagai sudut pandang. Bila bertemu dengan pemilik rumah, Edi segera mengutarakan niatnya untuk membantu menawarkan rumah tersebut dan bila yang punya rumah tidak berkeberatan dia akan meminta ijin untuk mengambil foto bagian-bagian interior rumah tersebut, bahkan sampai ke bagian kamar tidur dan kamar mandi. Demikian juga mustinya dengan mobil, abadikan bodi mobil dari semua sudut, bagian mesin, dan tentunya interior mobil.

ponsel kamera in-action

Dari banyak gambar yang didapat, dipilihlah beberapa foto yang bagus dan jelas. Setelah itu Edi akan membuka catatannya yang berisi daftar orang-orang yang diketahuinya sedang berburu mencari rumah atau mobil. Dia segera mengirimkan gambar foto yang diambil tersebut kepada mereka, dengan tambahan berbagai informasi yang perlu. Sampai tahap ini Edi sudah mulai berjualan. “Saya tidak perlu bercuap-cuap panjang lebar mendeskripsikan kondisi rumah atau mobil yang saya tawarkan, cukup lewat foto-foto itu saja, si calon pembeli biasanya sudah bisa menebak hampir 90 persen spesifikasi rumah atau mobil yang saya jual. Kan satu foto bisa mewakili jutaan kata” sambung Edi. “Lebih lagi dengan sekali ambil foto, saya bisa langsung kirim ke beberapa calon pembeli yang potensial, tidak perlu berkali-kali omong yang sama ke beberapa calon berbeda dan tidak perlu bolak balik membawa calon pembeli ke lokasi rumah yang dijual“.

Mengutip buku Management Information System-nya Kenneth C. Laudon, disebutkan bahwa salah satu manfaat pengaplikasian teknologi informasi dan komunikasi dalam bisnis adalah kemampuan menurunkan biaya transaksi. Dan prinsip ini juga teraplikasikan pada produk ponsel berkamera yang digunakan oleh makelar. Bila sebelum menggunakan ponsel berkamera makelar perlu bolak balik membawa calon pembeli melihat obyek yang dijual, maka setelah menggunakan ponsel berkamera makelar bisa mengurangi frekuensi kunjungan ke obyek yang dijual. Bila sebelum menggunakan ponsel berkamera makelar perlu menjelaskan panjang lebar mengenai spesifikasi obyek yang dijual kepada calon pembeli baik lewat telpon maupun tatap muka, maka setelah menggunakan ponsel berkamera makelar cukup memberi penjelasan seperlunya sementara “sejuta kata” lainnya sudah diutarakan oleh gambar atau foto yang diambil.

Turunnya biaya-biaya yang perlu dikeluarkan oleh makelar berarti modal yang dibutuhkan untuk menjadi makelar dan biaya yang perlu ditanggung makelar juga menjadi lebih sedikit dan artinya juga keuntungan yang didapat bisa menjadi lebih besar. Ini juga sejalan dengan konsep Five Forces-nya Michael Porter , yang salah satu faktornya adalah kekuatan halangan untuk masuk dalam suatu bisnis, dimana dinyatakan bahwa pemain baru akan terpancing untuk masuk ke suatu bisnis bila modal yang diperlukan kecil, keahlian yang diperlukan standar saja, dan pekerjaan yang semakin mudah sementara keuntungan yang bisa didapat besar. Dalam konteks bisnis makelar tadi, dengan syarat modal yang semakin murah dan iming-iming keuntungan yang besar, akan semakin banyak orang yang berminat dan masuk menggeluti bisnis makelar tanah, rumah dan mobil ini.

Jadi sekarang ini bila anda sudah memiliki ponsel berkamera, kenapa tidak mencoba menjadi makelar juga sebagai pekerjaan sampingan? Ini bisa menjadi alternatif yang bagus buat anda dalam menyiasati situasi keuangan pribadi dan keluarga di masa krisis ekonomi global sekarang ini. Juga buat anda yang sudah menjadi makelar, sudah waktunya untuk mulai menggunakan ponsel untuk mendukung pekerjaan anda agar lebih efisien dan efektif. Belum punya ponsel? Ngga masalah lah ya, hanya perlu mengeluarkan satu juta rupiah saja, nanti sekali gol transaksi juga sudah terbayar kok. Tidak rugi mencoba loh … ! Seperti yang sekarang dilakukan oleh Defi, disela-sela kerja utamanya, dia menawarkan rumah, tanah, mobil dan motor kepada calon pembeli yang merupakan teman kerjanya, teman kegiatan agamnya, teman organisasi sepedanya, dan teman lingkungan tempat tinggalnya. “Mulai sekarang ponsel ku juga bisa menghidupi dirinya dan menghasilkan rupiah untuk ku”, kata Defi sambil tersenyum. Semoga senyum yang sama juga menghiasi wajah anda, pembaca.

Advertisements