Layanan “I am Here Mom Dad”

Sebagai ayah dari 2 anak yang masih relatif kecil: umur 6 tahun dan 4 tahun, sudah bersekolah kelas 1 SD dan TK A, saya sering kali menghadapi kekuatiran pada keberadaan anak saya. Yang paling terasakan adalah saat terlambat menjemput anak baik pulang sekolah maupun pulang kursus. Kadang anak mengisi waktu menunggu ayah atau ibunya datang dengan bermain bersama teman-temannya jauh dari tempat menunggu biasanya dan tidak menghiraukan bahwa ayah/ibunya akan mencari di tempat biasanya. Pada momen kebingungan mencari sampai muncul kekuatiran tersebut sering sekali terpikir “wah, harusnya si anak dikasih ponsel saja biar gampang dihubungi.”, tetapi pada momen normal pikiran lain muncul “bila si anak dikasih pegang ponsel, apa saja ya yang perlu dikunci agar tidak dipakai untuk hal-hal yang ngga diingini …”. Biasanya malah membuat saya tersenyum sendiri, “ wah orang tua ini maunya enak saja.”

Tetapi memang perlu bagi orang tua untuk bisa mengetahui keberadaan anaknya setiap saat. Secara psikologis memberi dampak tenang bagi orang tua dan sekaligus memberi informasi yang cukup bagi orang tua untuk bereaksi bila diperlukan. Sementara bagi si anak dengan mengetahui bahwa orang tua mengetahui keberadaannya juga memberi dampak aman dan percaya bagi si anak. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kondisi ini bisa terjadi ? Orang tua dapat mengetahui keberadaan anaknya suatu saat sedang dimana ?
Bila berkaca pada pengaplikasian GPS (Global Positioning System) untuk menginformasikan kepada pengemudi mobil jalan mana yang saat itu sedang macet dan jalan alternatif mana yang bisa ditempuh tanpa macet, maka model yang hampir serupa tapi mungkin jauh lebih sederhana bisa diterapkan untuk membantu mendeteksi keberadaan si anak dan menginformasikannya kepada orang tuanya.

Si anak perlu membawa “sesuatu” yang digunakan sebagai identifikasi, “sesuatu” ini perlu didaftarkan kepada pihak penyedia jasa sehingga penyedia jasa memiliki data: nama anak, nomor ponsel orang tua, dan tempat-tempat yang sering dikunjungi. “Sesuatu” ini diharapkan selalu dibawa oleh si anak saat bepergian, jadi mungkin “sesuatu” ini bisa dilekatkan di barang yang digunakan oleh si anak. Bila anak menggunakan kalung atau selalu membawa dompet mungkin “sesuatu” itu bisa dilekatkan di sana.

Di lokasi seperti sekolah, mall atau tempat kursus, dan tempat lainnya yang diantisipasi digunakan untuk mendeteksi keberadaan si anak, perlu dipasang alat yang dapat membaca sinyal dari “sesuatu” yang dibawa si anak. Mungkin mekanismenya sama seperti bila kita naik MRT di Singapura, dimana kita membawa kartu, dan pada saat kita akan masuk ke stasiun kita perlu melewatkan kartu tersebut di atas pembaca yang kemudian akan membaca kartu dan membukakan pintu agar kita bisa masuk ke stasiun. Perbedaannya adalah bahwa si anak tidak perlu secara eksplisit memperlihatkan “sesuatu” itu kepada pembaca, tetapi alat pembaca yang secara aktif mendeteksi saat si anak melewati alat tersebut dan membaca informasi dari “sesuatu”. Mungkin untuk kemudahan pembacaan bentuk alatnya akan seperti pintu detektor yang ada di bandara, dimana kita melewatinya dan alat pada pintu tersebut akan mengecek bila ada benda-benda yang mencurigakan.

Jadi pada saat si anak pergi ke sekolah dan misalnya “sesuatu” melekat di gantungan bersama kartu pelajar, sewaktu si anak melewati gerbang pendeteksi maka alat pembaca segera membaca data dari “sesuatu” mungkin untuk mendapatkan nomor identifikasinya. Nomor identifikasi si anak dan nomor lokasi alat pembaca kemudian dikirimkan ke pusat penerima untuk diolah lebih lanjut sehingga mendapatkan nomor ponsel dari orang tua si anak. Dengan data tersebut, aplikasi penyedia jasa kemudian mengirimkan sms kepada orang tua yang memberitahukan bahwa si anak pada waktu tersebut sudah tiba di sekolah dan positif memasuki sekolah.

Visualisasi dari proses yang dijabarkan di atas digambarkan di bawah ini.

I am Here Mom Dad

Segmen Pasar
Layanan yang saya sebut “I am here Mom Dad” dalam artikel ini akan memiliki segmen konsumen yang sangat besar. Karena bila ditanyakan lebih lanjut siapa sih orang tua yang tidak mau melindungi anaknya? Setiap orang tua berpotensi menjadi konsumen dari produk layanan ini, baik yang anaknya masih kecil maupun sudah remaja. Layanan ini kemungkinan besar akan mendapat sambutan yang positif dari kalangan orang tua. Layanan ini secara tidak langsung juga dapat mengurangi ketakutan dan kekuatiran orang tua terhadap trauma kasus penculikan yang pada tahun 2007 lalu secara statistik rata-rata lima kejadian per bulan.

Selain orang tua institusi lain yang bisa mengambil nilai positif dari layanan ini adalah sekolah. Aplikasi lebih lanjut dari layanan ini adalah bila dikoneksikan dengan pencatatan kehadiran siswa di sekolah. Sekolah akan memiliki catatan yang lengkap tentang keluar masuk setiap siswa dalam lingkungan sekolah, karena saat masuk dan keluar pasti secara otomatis alat pembaca akan selalu membaca “sesuatu” yang dibawa oleh siswa.

Infrastruktur
Yang diperlukan dari penyedia jasa adalah kerjasama dengan berbagai institusi yang terkait dengan aktivitas anak terutama untuk menempatkan alat pembaca “sesuatu” tadi. Penyedia layanan perlu bekerja sama dengan sekolah, tempat kursus, pengelola mall, toko buku, perpustakaan, pengelola sarana olah raga, dan lain-lain tempat yang sering menjadi tujuan bepergian anak-anak. Bahkan bila perlu juga alat pembaca “sesuatu” ditempatkan di kendaraan umum, sehingga orang tua terutama yang tinggal di Jakarta yang lokasi sekolah anaknya amat sangat jauh dari rumah bisa memantau “perjuangan” sang anak naik turun kendaraan umum dalam usaha menggapai pendidikan yang diidamkannya. Sementara infrastruktur lain yang berfungsi mengantarkan pesan dari alat pembaca ke aplikasi pengolah data, dan aplikasi pengirim SMS ke orang tua bisa menggunakan infrastruktur yang sudah ada.

Dari yang diuraikan di atas, layanan “I am Here Mom Dad”cukup feasibel dari sisi teknologi pendukung, sisi keuntungan yang bisa didapat penyedia layanan, dan sisi manfaat yang didapat oleh pengguna layanan. Dan yang pasti secara pasar pun sudah tersedia calon penggunanya yang salah satunya adalah saya, sekarang tinggal siapa yang mau memulai saja. Mudah-mudahan segera tersedia layanan ini, karena saya sebagai orang tua sangat mengidamkan adanya layanan model ini yang bisa sangat membantu saya dalam mengamati anak-anak selama saya tidak ada secara fisik di samping mereka, dan tentunya juga sangat membantu anak saya yang walaupun ayah dan ibunya tidak langsung ada di sampingnya tetap yakin bahwa kedua orang tuanya selalu ada pada saat mereka membutuhkannya. Tentunya demikian juga dengan orang tua yang lain.

Advertisements