Menjelajahi Industri di Pulau Batam

Kota Batam identik dengan industri. Kondisi ini bersepadanan dengan tujuan awal pengembangan kota Batam sebagai kawasan industri yang dilakukan oleh Otorita Pengembangan Industri Pulau Batam. Berbagai infrastruktur dibangun untuk mendukung kegiatan industri di kota pulau ini. Dan sekarang di tahun 2009 bisa kita lihat hasil dari pembangunan yang sudah dilakukan tersebut, berbagai jenis industri ringan dan berat berkembang di kawasan ini, baik oleh pelaku domestik maupun investor dari luar negeri. Dan ini bisa dilihat dari banyaknya kawasan industri di seputaran dan sudut kota Batam .

Kawasan Industri Batamindo yang berlokasi di Muka Kuning merupakan kawasan industri yang termaju di Batam. Memasuki kawasan ini kita disambut dengan gerbang megah bertuliskan “Welcome To Batamindo Industrial Park”, cukup indah dan elegan. Jalan yang lebar membuat perjalanan berkendara cukup nyaman, demikian juga pohon-pohon besar dan rindang yang tumbuh di tepi jalan dan trotoar yang bersih membuat perjalanan dengan jalan kaki cukup menyenangkan. Serasa bukan kawasan industri melainkan kawasan rekreasi. Tapi beginilah mustinya suatu kawasan industri, nyaman untuk bekerja dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari lainnya. Hal ini tampaknya wajar ada di Kawasan Industri Batamindo ini karena di dalam kawasan ini bukan hanya gedung pabrik yang ada tetapi juga ada dormitori tempat pekerja yang masih lajang tinggal; community centre tempat pekerja melakukan kegiatan sosial seperti olahraga, kesenian, dan bersenang-senang; kawasan komersial untuk pasar, supermarket, pujasera, toko, perbankan, kantor pos, dan prasarana lain yang menunjang kebutuhan sehari-hari pekerja; mesjid dan gereja; dan yang penting bagi suatu industri tentunya pembangkit tenaga listrik dan pengolahan air bersih yang mandiri. Inilah yang bisa disebut kawasan industri yang terintegrasi. Melihat kondisi ini tidak mengherankan bila Kawasan Industri Batamindo dihuni oleh perusahaan-perusahaan besar berkelas dunia, semua fasilitas terlayani dan perusahaan bisa fokus pada core business-nya.

Melangkah keluar dari Kawasan Industri Batamindo, sudah bisa ditemui Kawasan Industri Panbil yang merupakan kawasan industri relatif baru di Batam. Namun yang terkenal dari kawasan industri Panbil ini adalah Panbil Mall dan Panbil Estate. Panbil Mall adalah mall besar dengan konstruksi model stadion yang menjadi mall tujuan utama para pekerja di kawasan muka kuning dan sekitarnya. Sementara Panbil Estate merupakan kompleks perumahan ekslusif di Batam yang terkenal sebagai tempat tinggal para ekspatriat di Batam.

Berjalan lurus menuju Batam Centre, di tengah perjalanan antara kawasan Muka Kuning dan kawasan pemerintahan Batam Centre ada dua kawasan industri lain yaitu Kawasan Industri Cammo dan Kawasan Industri Kara. Kedua kawasan ini termasuk kawasan industri menengah. Berbeda dengan Kawasan Industri Batamindo, di kedua kawasan ini pekerja tinggal di perumahan yang ada di sekitaran kawasan industri ini. Kondisi ini menyebabkan bisnis kontrak-an dan kos-kos-an cukup populer di sekitaran kawasan industri ini. Jarak tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja menjadi incaran para pekerja karena bisa menghemat pengeluaran mereka. Masih di Batam Centre yang terdekat lagi adalah Kawasan Industri Tunas yang memiliki tipe yang hampir sama dengan Kawasan Industri Cammo dan Kara.

Kawasan industri yang lokasinya jauh dari pusat kota adalah kawasan Kabil dan Batu Ampar. yang terkenal dengan industri galangan kapal, industri berat dan industri ringan. Di Kabil ini ada Kawasan Industri Kabil, Kawasan Industri Taiwan, dan beberapa kawasan industri lainnya. Sementara di Batu Ampar ada Kawasan Industri Bintang, Kawasan Industri Union, dan Kawasan Industri Batu Ampar. Yang menarik dari keseharian kawasan industri yang jauh dari tengah kota ini adalah pada pagi hari akan ditemui iring-iringan motor seperti konvoi dengan sebagian pengendaranya mengenakan pakaian seragam. Mereka adalah para pekerja yang berangkat kerja dari rumah yang terletak di sekitaran pusat kota dan pulang dari tempat kerja di kawasan Kabil dan Batu Ampar. Itulah mobilitas warga pekerja Batam.

Banyaknya kawasan industri di Batam bagi orang luar Batam seperti mengisyaratkan bahwa di Batam banyak pekerjaan yang tersedia. Asumsi ini tidak salah tetapi lebih tepatnya adalah memang tersedia banyak pekerjaan namun bagi pekerja yang memenuhi kualifikasi yang sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut. Batam sudah menjadi “lampu” bagi “laron” pekerja di luar Batam yang ditandai dengan tingginya jumlah orang yang masuk ke Batam. Namun dengan bagusnya infrastruktur yang ada di Batam dan ketersediaan tenaga kerja yang bagus pula serta dicontohkan dengan sudah banyaknya industri yang menetap di Batam semestinya Batam juga bisa menjadi “lampu” bagi “laron” investor lokal dan luar negeri untuk masuk ke Batam. Apalagi sekarang sudah diberlakukan Sistem Aplikasi Pelayanan Terpadu (One Stop Service) dalam pengurusan dokumen perizinan yang mempermudah para investor dalam pengurusan administrasinya. Dan mustinya investor tidak perlu berpikir dua kali untuk berinvestasi di Batam karena sejak 1 April 2009 lalu Batam sudah menjadi kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang berarti industri di Batam bisa berbiaya rendah sehingga produk yang dihasilkan bisa memiliki daya saing tinggi dalam harga di perdagangan dunia.

Advertisements