Archives

PEMIMPIN YANG MEMBANGKITKAN

menyambut hari Kebangkitan Nasional dan Pemilu Kepala Daerah Kepri

Peristiwa Ikada, 19 September 1945. Saat itu ribuan massa rakyat datang memenuhi lapangan Ikada dengan tujuan mendengarkan pidato dari pimpinan Negara Republik Indonesia yang belum genap sebulan diproklamasikan. Kehadiran massa rakyat dijaga ketat oleh tentara Jepang bersenjata yang walaupun sudah mengaku kalah dari sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 namun masih bercokol di Indonesia untuk menjaga status quo. Kondisi saat itu memanas karena sebagian massa yang hadir adalah juga kaum pemuda yang pernah tergabung dalam gerakan militer Heiho dan PETA, dan semi militer Seinendan dan Keibodan. Mereka berkeinginan untuk secepatnya para pemimpin RI melakukan perebutan kekuasaan dari tangan Jepang dan segera membentuk kesatuan tentara nasional. Mengetahui kondisi tersebut dan untuk menghindari pertumpahan darah yang kemungkinan lebih banyak korban di pihak rakyat, Presiden Soekarno menghadiri rapat tersebut. Presiden Soekarno menyampaikan pesan singkat agar rakyat menaruh kepercayaan kepada pemimpin mereka, dan meminta rakyat untuk bubar dengan tenang kembali ke rumah masing-masing. Rakyat yang menghormati pemimpinnya mematuhi permintaan tersebut dan bertahap meninggalkan lapangan Ikada. Kerusuhan dan pertumpahan darah yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Peristiwa Serangan Umum, 1 Maret 1949. Pukul 6 pagi, sirene di menara pasar Beringharjo berbunyi nyaring. Biasanya setelah bunyi sirene pertanda berakhirnya jam malam, masyarakat segera memulai aktivitas rutinnya keluar rumah. Namun hari itu berbeda karena pagi dimulai dengan suara tembakan dan ledakan dari Tentara Nasional Indonesia yang melancarkan serangan kepada instalasi vital pasukan Belanda. Dalam waktu singkat hampir seluruh sudut kota diduduki TNI, sebagian penduduk mulai mengibarkan bendera merah putih, dan rakyat menyediakan makan untuk pasukan TNI. Serangan Umum yang dipimpin oleh Komandan Wehrkreise III (kota Jogya) Letkol Soeharto mencapai sukses karena dukungan 2000 tentaranya dan juga karena dukungan seluruh pasukan komando lain di sekitar Jogya, serta rakyat. Kepemimpinan komandan yang selalu berada di tengah-tengah pasukan dalam kondisi apapun membuat moril pasukan tetap tinggi dan pasukan memiliki kepercayaan bahwa tiap kesulitan akan bisa diatasi bersama.

Organisasi Budi Utomo, 20 Mei 1908. Budi Utomo merupakan organisasi fomal pemuda pertama di tanah air yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kepedulian terhadap penderitaan dan pendidikan rakyat memacu tiga murid Sekolah Kedokteran Jawa (Stovia) yaitu Sutomo, Gunarwan dan Suraja untuk berbuat sesuatu terhadap rakyat. Mereka berinisiatif untuk secara mandiri menolong rakyat mereka tanpa menunggu dan menuntut pada pamong praja penerus kebijakan pemerintah Belanda yang lamban dalam bergerak. Kemunculan Budi Utomo kemudian memompa semangat pemuda pelajar dan mahasiswa lainnya untuk berorganisasi dan memperjuangkan nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan munculnya banyak organisasi serupa. Demikianlah sampai hari ini tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

PEMILUKADA KEPRI

Tiga kepemimpinan nasional dalam sejarah di atas berharga untuk dihubungkan dengan peristiwa yang beberapa hari lagi akan berlaku di provinsi Kepulauan Riau yaitu pemilihan umum kepala daerah. Setiap warga Kepri yang memiliki hak memilih pasti sedang menimbang-nimbang siapa kandidat yang layak dia pilih pada tanggal 26 Mei 2010 nanti. Dari tiga pasang calon siapakah yang terbaik untuk dipilih, dengan harapan bahwa dengan tambahan satu suara dari dirinya bisa memimpin provinsi Kepri selama 5 tahun mendatang.
Dari tiga acuan sejarah di atas dapatlah dicoba untuk melihat dari 4 aspek yaitu: pemimpin yang dihormati dan berwibawa, pemimpin dengan “people in mind”, pemimpin yang menganut “servant leadership”, dan pemimpin yang membangkitkan.

Pemimpin yang dihormati dan berwibawa baik secara personal, sikap, dan perbuatan sehingga menanamkan kepercayaan pada setiap diri rakyatnya. Kepercayaan membuat suara pemimpin dapat menenangkan dan mendamaikan rakyat yang dipimpinnya. Untuk menjadi pemimpin yang dihormati tentunya harus memiliki kapasitas tinggi dalam moral, pengetahuan, kepedulian pada sesama, tidak memperkaya diri sendiri dan keluarga, lurus dalam perbuatan, dan banyak kriteria baik lain yang dituntut secara moral dan etika.

Pemimpin dengan “people in mind” adalah pemimpin yang selalu ada di tengah-tengah rakyatnya baik secara fisik maupun pikiran di setiap kondisi baik susah maupun malang sehingga setiap keputusan yang dibuat merupakan pengejawantahan dari usaha untuk memajukan kehidupan rakyat dan usaha yang memungkinkan rakyat berkontribusi dalam pembangunan baik dalam ikut serta maupun menikmati hasil pembangunan.

Pemimpin yang bisa merasakan kesenangan dan kesusahan rakyatnya, yaitu pemimpin yang menganut paham Servant Leadership (pemimpin yang melayani) yang memenuhi kriteria seperti yang dinyatakan oleh Chanakya dalam bukunya Arthashastra “the leader shall consider as good, not what pleases himself but what pleases his followers … the leader is a paid servant and enjoys the resources of the state together with the people.” Pemimpin yang menyadari bahwa dia ada di posisi pemimpin karena dia dipilih oleh rakyat, dan digaji oleh rakyat sebagai pelaksana pembangunan dan pemerintahan.

Pemimpin yang selalu membangkitkan semangat rakyat sehingga segala gerak-gerik dan usaha yang dilakukannya dapat memberi inspirasi kepada rakyat terutama kaum mudanya untuk secara aktif dan mandiri ikut serta memikirkan lingkungannya dan bergerak aktif dan mandiri sebagai partner pemerintah membangun lingkungannya menjadi lebih baik.

Akhirnya, selamat menimbang-nimbang dan selamat memilih. Semoga terpilih Pemimpin Yang Membangkitkan.

Pustaka:
Dr. A. Sobana H. Peristiwa Ikada: Sikap Pemuda dan Makna Peristiwa. Museum Perjuangan, Jakarta, 2005.
Julius Poor. Doorstoot Naar Djokja. Penerbit Kompas, 2009.
Wikipedia. http://www.wikipedia.org .

Advertisements

Melongok Beberapa Potensi Ekonomi sektor Kelautan Batam

Batam sudah dikenal sebagai kota industri dan kota wisata. Pelabelan sebagai kota industri ditandai dengan banyaknya perusahaan industri yang berlokasi di Batam baik perusahaan dalam negeri maupun perusahaan luar negeri, dan demikian pula dari sisi ketenagakerjaan sektor industri paling dominan dalam menyerap tenaga kerja yaitu mencapai 30,3 persen, kemudian disusul sektor perdagangan (20.4 persen), sektor jasa kemasyarakatan (14,9 persen) dan sektor pertanian (13,2 persen). Wisata di Batam juga sangat berkembang terutama karena kedekatan dengan Singapura dan Malaysia, Batam ikut terciprat kunjungan wisatawan yang mengunjungi kedua negara tersebut. Selain itu bagi penduduk Singapura dan Malaysia Batam menjadi alternatif berwisata yang murah terutama karena disebabkan nilai tukar rupiah yang relatif lemah terhadap kedua mata uang negara tersebut. Hal ini terlihat dari komposisi 4 besar wisatawan mancanegara yang mengunjungi Batam yaitu dari Singapura (61,47 persen), Malaysia (14.67 persen), Korea Selatan 2,72 persen) dan India (2,30 persen).

Bagaimana dengan sektor lain? Ternyata di luar kedua sektor di atas beberapa sektor, walaupun sekarang belum muncul ke permukaan, memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan. Salah satu yang akan dilihat di sini adalah sektor kelautan.

Batam sebagai pulau berarti dikelilingi oleh lautan, dan memiliki hamparan pinggir pantai yang panjang. Potensi pantai ini sudah dimanfaatkan oleh sektor pariwisata melalui pendirian resort, hotel dan restoran yang mengeksploitasi keindahan pantai sebagai daya tariknya, bisa disebut di sini: Nongsa Point Marina Resort, Turi Beach Resort, Golden Prawn Restaurant, dan lain-lain. Yang masih kurang dikembangkan adalah peluang dari wisata alam laut yang biasanya dilakukan dengan petualangan lewat menyelam (diving dan snorkling). Belajar dari apa yang dilakukan di satu pulau sekitar Lombok, NTB yaitu pulau Gili Trawangan Kawasan tersebut dikelola oleh masyarakat setempat, mereka menyediakan berbagai prasarana wisata di pulau tersebut: rumah makan, penginapan, penyewaan alat-alat renang dan selam, penyewaan sepeda, dan penyewaan perahu. Penduduk mengajak pengunjung dengan perahu yang dasarnya diberi kaca berkeliling pulau agar bisa melihat keindahan dasar laut. Hal demikian dapat juga diterapkan di Batam.

Salah satu potensi laut lain yang dapat dikembangkan di Batam adalah rumput laut. Rumput laut baik dibudi-dayakan di pinggir pantai terutama pada perairan yang terlindung dari terjangan langsung ombak laut lepas. Rumput laut tumbuh di dasar laut yang masih bisa tertembus cahaya matahari. Kondisi ini amat sesuai dengan perairan pantai di Batam yang secara geografis cukup terlindung dan memiliki ombak yang kecil, serta memiliki hamparan dasar laut yang relatif dangkal. Di beberapa tempat di Batam sudah tampak dilakukan budidaya rumput laut ini seperti di Barelang, yang banyak dikenal orang di pulau Setokok. Orang Batam senang membeli rumput laut basah langsung dari tempatnya untuk kemudian diolah menjadi manisan rumput laut yang enak dimakan dalam menu es campur.

Lalu dimana nilai lebih dari rumput laut ini? Pemanfaatan dalam skala industri yang sudah kita kenal dari rumput laut adalah untuk agar-agar. Produk agar-agar sudah dikenal luas sebagai makanan dan juga banyak digunakan untuk tambahan dan campuran makanan lainnya. Keunggulan agar-agar adalah sifat jeli-nya yang membuat makanan menjadi lebih kenyal. Selain itu produk agar-agar ini juga digunakan oleh industri obat-obatan dan kosmetika untuk membuat produk seperti kapsul, lipstik, pelapis gel, dan lain-lain. Rumput laut juga dikonsumsi baik langsung maupun diolah terlebih dahulu. Konsumsi langsung rumput laut ini dipercayai oleh orang Korea dapat memberi umur panjang. Sehingga di negara Korea dan Jepang sudah berkembang industri makanan yang disebut Nori. Jenis Nori yang siap makan ini bisa ditemukan di beberapa supermarket di Batam seperti Top 100 dan Jodoh Centre yang warnanya hitam dan bentuknya seperti lembaran kertas, atau kalau yang setengah jadi berbentuk seperti mie kering dan berwarna hitam yang biasa digunakan sebagai tambahan dalam membuat sop dan mie. Nah sekarang bisa dibayangkan banyaknya pihak yang memerlukan rumput laut sebagai bahan dasar produknya.

Nah, bagaimana dengan ikannya? Mustinya kan pantai dan laut berhubungan dengan potensi ikan yang ada di dalamnya. Hm benar juga ya. Penulis selama di Batam belum pernah mendengar adanya Tempat Pelelangan Ikan (TPI), mungkin memang kurang gaul kali ya, karena yang lebih diingat adalah tempat dimana ikan olahan dijual (yang enak dan sedap tentunya) seperti sop ikan di Nagoya, ikan asam manis di Windsor, ikan bakar di Citra Batam, dan banyak rumah makan berlabel ikan lainnya. Ada produk ikan tentunya ada pasokan ikan segarnya. Kelihatannya Batam belum mengoptimalkan fungsi TPI ini yaitu sebagai tempat pertemuan antara pembeli dan penjual ikan. Di dalam TPI diharapkan semua potensi ikan yang didapat dari perairan laut Batam diperjual-belikan di TPI ini, sehingga melalui TPI pembeli bisa mendapatkan semua keperluan ikan dan produk laut lainnya dalam satu tempat (one stop service). Melalui terpusatnya jual beli ikan di TPI maka tingkat harga jual-beli bisa dikontrol sehingga memberi keseimbangan antara keuntungan bagi pembeli (dalam hal ini nelayan) dan penjual (pedagang dan pemakai langsung). Dengan adanya TPI tentunya diharapkan semangat para nelayan untuk berproduksi menjadi lebih baik, demikian juga karena penjual bisa dengan mudah mendapatkan bahan baku ikan maka usaha-usaha yang berkaitan dengannya bisa menjadi lebih berkembang. Dalam kondisi seperti ini diharapkan tingkat ekonomi para pelaku ekonomi ikan ini dapat meningkat dan memberi dampak positif bagi perkembangan ekonomi Batam dan nasional.

Satu lagi nilai lebih dari TPI yaitu bahwa keberadaan TPI juga bisa dimanfaatkan lebih lanjut sebagai salah satu tujuan wisata seperti di kawasan Ancol dan Marunda, Jakarta dimana disekitar TPI juga disediakan rumah makan untuk membantu pembeli mengolah ikan yang dibelinya untuk bisa disantap langsung di tempat sambil menikmati keindahan pantai dan aktivitas yang dilakukan di TPI tersebut.

Demikianlah sekilas tiga potensi ekonomi dari kelautan Batam yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut. Dan tentunya masih banyak lagi potensi yang ada seperti kerang untuk makanan maupun kerajinan tangan. Ternyata memang kelautan Batam masih banyak bisa memberi manfaat, tinggal menunggu tangan-tangan inovatif dan kreatif.

Sumber statistik:
Berita Resmi Statistik Kepri. http://kepri.bps.go.id

e-Batam: Sebuah Pemikiran (reload dari arsip th 2002)

Letak geografis Batam yang bertetangga dengan Singapura dan Malaysia seharusnya dapat mendorong pemikiran untuk menjadikan kota Batam sebagai e-Batam. Singapura telah membuktikan bagaimana mereka memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Kunjungi saja http://www.gov.sg, di dalamnya bisa kita rasakan bagaimana warganegara Singapura di’manja’kan dan dipermudah oleh pemerintahnya untuk mengurusi segala kepentingannya. Warga Singapura yang ingin membuat pasport, cukup akses ke situs tersebut dan masuk ke halaman Safety and Security, yang menjabarkan prosedur dan persyaratan yang diperlukan, dan kemudian bisa langsung mengajukan aplikasi on-line melalui system APPLES (Application for Passport On-line Electronic System). Di halaman yang sama juga mereka bisa melakukan transaksi perpanjangan SIM, atau bila ingin mengecek keaslian KTP seseorang juga bisa dilakukan secara on-line. Di halaman Family, keluarga dapat secara on-line mengurus surat perkawinan, dan akta kelahiran. Di halaman Education, diberikan informasi lengkap mengenai pendidikan dan daftar sekolah yang tersedia. Halaman-halaman lain yang ada termasuk halaman Kesehatan, Transportasi, Perumahan, dan penelusuran pekerjaan. Nilai-nilai positif dari pengalaman Singapura memanfaatkan TI ini menggelitik penulis untuk menerapkan hal serupa kepada kota Batam dan menuangkan pemikiran e-Batam dalam tulisan ini.

e-Batam atau electronic-Batam merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif untuk mendukung kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Batam dan untuk memajukan eksistensi kota Batam dalam perekonomian dunia. Jelas disini basis sektornya adalah sektor pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan ekonomi-industri.

TANTANGAN

Beberapa pertanyaan kritis pasti akan muncul dari berbagai pihak menanggapi pemikiran e-Batam ini, namun jangan membuat kita pesimis tetapi kita buat pertanyaan ini sebagai tantangan dari e-Batam.

Apakah tidak berlebihan bila Batam mencontoh Singapura yang notabene adalah negara maju sementara Batam (Indonesia) masih menjadi negara berkembang? Malah disinilah keuntungan Batam bila memanfaatkan TI. Banyak ahli menyatakan bahwa TI merupakan alat untuk melakukan loncatan katak ‘frog-leap’, yang bagi Batam merupakan ‘lompatan raksasa’ dari tahapan berkembang (Industrial Society) langsung ke tahapan informasi (Post-Industrial Society) tanpa perlu melalui tahapan negara maju (Developed Society).

Lalu darimana dana untuk membiayai program ini? Melihat kondisi Batam saat ini yang mampu mengeluarkan 28 milyar rupiah untuk pembangunan gedung DPRD-nya (Sijori Pos, 1 Juni 2002), penulis merasa dana bukan masalah. Yang diperlukan adalah mengkaji kembali skala prioritas dari beberapa proyek yang sudah disetujui untuk didanai, memilah secara obyektif: yang produktif dan menambah nilai harus diprioritaskan, sementara proyek yang non-produktif bisa ditunda dulu.

Apakah kita mempunyai sumber daya manusia yang cukup untuk membangun e-Batam? Penulis perkirakan tidak ada masalah untuk mendapatkan SDM yang diperlukan. Sekarang ini cukup banyak SDM TI Indonesia yang bekerja di Singapura, dan ini menunjukkan bahwa tingkat keilmuan dan ketrampilan SDM TI kita setaraf dengan SDM TI Singapura. Menurut penulis, langkah yang paling bijak dan aman adalah dengan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi yang benar-benar memiliki kemampuan TI dan yang professional. Tidak perlu terlalu ‘chauvinis’ harus perguruan tinggi lokal, namun gunakan seleksi yang obyektif dan transparan. Sementara untuk SDM pengguna e-Batam juga perlu dilakukan program pelatihan, terutama untuk para aparat pemerintah yang langsung berinteraksi dengan e-Batam sehingga bisa mengoperasikan e-Batam secara optimal dan efisien.

Bagaimana dengan infrastrukturnya? Untuk infrastruktur, pemerintah kota bisa bekerjasama dengan Telkom dan Indosat untuk menyesuaikan infrastruktur informasi (kapasitas dan distribusi) sehingga bisa menunjang operasional e-Batam.

KESEMPATAN

Di samping tantangan, e-Batam juga membuka kesempatan kepada masyarakat, pemerintah, dan kota Batam sendiri untuk berkembang dan memperbaiki diri. Beberapa kesempatan dijabarkan di bawah ini.

Kesatu, e-Batam menjamin terwujudnya ‘good-governance’. Akar masalah korupsi, penyuapan, dan in-efisiensi pemerintahan adalah ketertutupan dalam institusi. Ketertutupan ini menyembunyikan semua permasalahan hanya pada lingkup tertentu. Lihat saja di beberapa institusi yang namanya Standard Operating Procedure atau prosedur operasi sengaja dibuat tidak jelas kepada masyarakat sehingga masyarakat menjadi bingung: tidak tahu kepada siapa dia harus pergi untuk berurusan, dokumen apa saja yang harus dilengkapi, berapa biaya yang ditetapkan, aktivitas apa saja yang harus dia tempuh, berapa lama proses pengolahannya, dan lain sebagainya. Hal ini menyuburkan ‘jamur’ yang namanya ‘uang pelicin’. Demikian juga dengan tersumbatnya saluran pelaporan pada berbagai institusi. Laporan masyarakat yang diajukan hanya disimpan pada tingkat dan lingkup tertentu saja, tidak naik ke atas, sehingga tidak ada tindak-lanjutnya sama sekali. Contoh kasus yang mengenaskan karena kontradiktifnya adalah laporan masyarakat mengenai kebocoran pipa air yang sering diabaikan, padahal manajemen institusi air mengeluh rugi dan berniat menaikkan tarif. TI yang memiliki sifat ‘transparansi informasi yang terakses oleh semua’ bisa menguak sifat tertutup dari institusi menjadi keterbukaan yang memungkinkan pengontrolan oleh semua. Pada kasus di atas, TI bisa memperjelas SOP karena TI hanya bisa diimplementasikan bila SOP sudah terdefinisi secara jelas, detail dan benar. SOP ini bisa diinternalisasikan dalam sistem aplikasi berbasis TI. Seperti contoh kasus Singapura di atas semua prosedur tercatat di situs web yang bersangkutan dan yang setiap transaksi prosesnya bisa dicatat untuk kemudian bisa digunakan sebagai bahan audit-trail. Demikian juga dengan saluran pelaporan, bagaimana teknologi internet dan email memungkinkan pelaporan yang diajukan masyarakat bisa diterima, dibaca, dan diperhatikan oleh banyak pihak: aparat institusi, atasan aparat, pimpinan institusi, dan masyarakat lainnya.

Kedua, pelayanan terhadap masyarakat bisa dioptimalkan dari aspek kenyamanan, kecepatan, kemudahan, dan keamanan. Contohnya bisa kita lihat dari kasus Singapura di atas.

Ketiga, daya saing Batam dalam industri, perdagangan, dan perekonomian bisa ditingkatkan. Kawasan sijori (Singapura, Johor, Riau-Batam) merupakan kawasan industri yang berkembang pesat. Dibandingkan ketiganya maka Batam masih dalam tingkat bawah. Institusi perdagangan dan industri Batam bisa ikut memanfaatkan fasilitas e-Batam baik untuk pertukaran data perdagangan secara elektronik (contoh di pelabuhan) ataupun berinteraksi secara on-line dengan mitra bisnis di seluruh dunia. Kedekatan melalui TI menutupi keterpisahan secara geografis dan ini bisa menjadi salah satu keunggulan kompetitif dari industri yang ada di Batam.

Keempat, proses demokrasi dalam arti sebenarnya bisa dilaksanakan. TI memungkinkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan kemasyarakatan menjadi lebih intensif. Terbukanya saluran pengaduan dan komunikasi memungkinkan masyarakat untuk ikut serta secara aktif melakukan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan dan mempermudah akses untuk mengemukakan pendapatnya hingga bisa didengar oleh aparat pemerintahan.

STRATEGI MENUJU e-BATAM

e-Batam tidak bisa diwujudkan dalam jangka waktu 1 tahun dan menurut perkiraan penulis diperlukan waktu minimal 5 tahun. Untuk itu diperlukan satu strategi implementasi yang solid dan detil, yang singkatnya berisi sebagai berikut:

Pertama, Tahap Perencanaan untuk membuat dokumen cetak biru yang menjabarkan secara detil dan matang akan seperti apa e-Batam pada akhirnya, aktivitas apa saja yang akan dilakukan dalam membangun e-Batam, siapa saja yang terlibat, dimana dikerjakannya, kapan aktivitas mulai dan selesai, dan ukuran-ukuran pencapaian targetnya. Yang tercantum dalam dokumen ini haruslah sesuatu yang siap untuk dijalankan.

Kedua, membangun sistem back-office di satu atau dua institusi sebagai pilot project. Sistem back-office ini merupakan komponen utama (core) yang memungkinkan dimulainya interkoneksi e-Batam. Sistem back-office yang dimaksud disini adalah piranti lunak (aplikasi) TI, piranti keras TI, jaringan komunikasi, sistem prosedur standar, dan sistem pelatihan dalam institusi itu sendiri. Misalnya di kantor kependudukan dibangun sistem pencatatan kependudukan yang terkomputerisasi untuk menyimpan dan mengolah data kependudukan (lahir, sekolah, menikah, meninggal, mutasi) kota Batam. Sistem back-office ini akan memproses permintaan secara on-line melalui internet (softcopy) dan permintaan yang diajukan masyarakat yang secara langsung datang ke institusi yang bersangkutan (hardcopy).

Ketiga, membangun sistem telekomunikasi dan infrastruktur informasi dalam lingkup kota Batam untuk mendukung program e-Batam, misalnya meningkatkan jumlah saluran telepon, meningkatkan bandwidh, dan lain-lain.

Langkah keempat adalah mensosialisasikan TI seperti internet ke masyarakat dan mengusahakan peningkatan tingkat kepemilikan komputer atau handphone oleh masyarakat. Misalnya dengan mengadakan program kredit murah terhadap komputer dan handphone, mempermudah ijin pendirian warung internet, dan mengadakan pelatihan penggunaan internet di sekolah-sekolah.

Kelima, setelah pilot project berjalan dengan baik maka dilakukan pembangunan sistem back-office di seluruh institusi yang terlibat dalam e-Batam seperti yang telah dirumuskan dalam dokumen cetak biru di langkah perencanaan.

Keenam adalah membangun sistem interkoneksi antar institusi yang merupakan milestone penting dalam e-Batam. Kegiatannya meliputi pemetaan data antar institusi, pemetaan pelayanan institusi terhadap keperluan masyarakat, pemetaan informasi yang terakses dan yang dibutuhkan, dan integrasi antar sistem yang ada. Setelah itu dibangun situs web e-Batam yang menjadi titik temu antara aplikasi back-office, sistem interkoneksi, dan pengguna (masyarakat dan aparat pemerintah); yang disebut juga sistem front-office.

Pada akhirnya struktur teknis seperti yang digambarkan dalam gambar Perspektif Teknis e-Batam akan terbentuk.

PENUTUP

Belajar dari pengalaman Singapura, teknologi informasi bisa menjadi satu alternatif bagi kita untuk memajukan kota, masyarakat, pemerintahan, dan industri Batam. Hal ini menjadi tantangan bagi aparat pemerintahan kota Batam, pelaku industri di Batam, dan masyarakat Batam untuk mempertimbangkan pemikiran e-Batam ini sebagai salah satu program pembangunan kota Batam dalam masa 5 tahun ke depan.

(tulisan ini di-reload dari arsip tahun 2002 http://www.geocities.com/hermanjul)

Why Invest in Batam ?

Dear investor,
There are five main reasons to invest in Batam. Batam has:

1. Competitive labour wage

Indonesia’s labour wage including in Batam is still lower than labour wage in Malaysia and Vietnam. Labour wage comprise of about 20 percent of industry cost, so saving in labour wage can reduce industry cost. So in Batam industry can produce the same product with lower cost, but they can sell the product in normal price so they can get higher profit.

2. Complete infrastructure to support industry

There are some industrial estates located in Batam. Each industrial estate is supported with electric supply, gas supply, water supply, communication infrastructure, waste management facities, good security, and good transportation infrastructure. Those are managed professionally by the estate management corporation. Even a few of industrial estates provides employee dormitory with its complete supporting facilites such as market, post office, mosque, church, community centre, and shopping centre. By locating your business in industrial estate you can focus to the development of the business itself and of course you can reduce expense (compare if you built your own factory from the scratch).

3. Condusive investment and industry policy

• Batam local government has implemented the One Stop Services (OSS) system for managing permit documents such as location permit document, industry permit document, etc. With this system, it is easy and fast to request required documents for business purpose.
• Batam is free trade zone, there is tax deduction for industry operating in this FTZ area. Your product will have low production cost and that means the product is competitive in international trade.

4. High skilled labour availability

Batam already has some good technical schools and universities with industrial related program studies. The graduates from these schools can be the source of skilled labour. High skilled labour can also easily recruited from other areas in Indonesia such as Java and Sumatera.

5. Strategic location

With location that near Singapore, Batam is suitable for factory relocation that currently located in that island country. This strategic location also provides flexibility in logistics and supplier sources.

So what are you waiting for ? … Come and see, Batam is waiting for your visit and your investment. WELCOME..

Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Industri Batam

Sebagai kota industri, Batam sangat memerlukan pasokan sumber daya manusia yang cukup dari segi jumlah dan baik dari segi kualitas. Sektor industri sudah pasti memerlukan jumlah tenaga kerja yang banyak untuk berbagai tingkatan mulai dari operator, supervisor, manajer, dan tenaga ahli oleh karena itu Batam perlu memiliki jumlah tenaga kerja yang memadai untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Pada awal berdirinya Batam, pasokan tenaga kerja didapatkan utamanya dari luar Batam terutama dari Jawa dan Sumatera. Tetapi kemudian dalam perkembangannya sekarang ini sebagian besar tenaga kerja mulai berasal dari Batam sendiri.

Pada awal kelahiran Batam dapat dipahami bahwa jumlah penduduknya pun masih kecil dan lembaga pendidikan yang ada juga baru satu dua, dan ini terutama lebih untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dasar bagi penduduk Batam. Kemudian perlahan tapi pasti jumlah penduduk mulai meningkat tajam dan demikian juga dengan tingkatan demografi yang ada. Kebutuhan akan pendidikan juga ikut meningkat mengikuti perkembangan usia penduduk, beranjak dari sekolah dasar, sekolah menengah hingga kebutuhan untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

Jumlah sekolah di Batam sekarang ini untuk tingkat dasar dan menengah (baik umum maupun kejuruan) sudah mencapai tujuh ratusan sekolah dengan berbagai profil: ada sekolah negeri, sekolah swasta, sekolah berciri keagamaan, sekolah internasional, sekolah nasional plus, hingga sekolah yang bersifat persiapan untuk sekolah di luar negeri. Semua tipe sekolah lengkap ada di Batam, orang tua memiliki pilihan yang beragam sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Demikian juga keberagaman terlihat dari segi kualitas, dan bila dilihat dari statistik status akreditasi maka baru 11 sekolah yang memiliki akreditasi tertinggi A (Tribun, 22 Mei 2009). Prestasi siswa-siswi Batam juga sudah cukup bagus dalam tingkat propinsi, tinggal meningkatkannya untuk bisa berbicara dalam tingkat nasional baik dalam olimpiade sains maupun dalam pekan olah raga pelajar.

Di tingkat pendidikan tinggi, dari jumlah sekolah tinggi dan universitas maka Batam cukup membanggakan. Ada lebih dari sepuluh buah perguruan tinggi di tingkat kota seluas Batam, yang masih kurang adalah bahwa belum ada yang berstatus sebagai perguruan tinggi negeri. Kebanyakan perguruan tinggi membuka program studi yang berkaitan dengan kebutuhan industri seperti teknik industri, teknik elektro, teknik informatika yang sedang booming, dan tentunya juga ekonomi baik manajemen dan akutansi, dan hukum yang merupakan program studi umum dibuka dan bernilai jual. Untuk strata juga beberapa perguruan tinggi sudah menyelenggarakan juga program strata 2 dan strata 1 secara bersamaan. Jumlah mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi yang ada di Batam juga cukup banyak, dan sudah meluluskan cukup banyak sarjana.

Nah ini yang khas dari perguruan tinggi di Batam yaitu kebanyakan perguruan tinggi lebih fokus pada kuliah di malam hari. Hanya beberapa perguruan tinggi yang fokus mengadakan kuliah di pagi hari. Kondisi ini berhubungan dengan target mahasiswa di Batam yaitu yang ingin berkuliah tapi tetap sambil bekerja. Hal ini memberi implikasi positif dan negatif. Positif karena mahasiswa yang bekerja tentunya sudah lebih mengenal dunia kerja dan lebih luas wawasan aplikatifnya sehingga tentunya bisa berinteraksi dengan lebih baik terhadap mata kuliah yang diajarkan selama kuliah. Negatifnya karena kuliah disambi kerja (bukan kerja disambi kuliah) maka orientasi mahasiswa lebih kepada pencapaian gelar atau ijasah sehingga penyerapan ilmu dan teknologi oleh mahasiswa menjadi tidak maksimum.

Bagaimana dampak banyaknya sekolah dan perguruan tinggi lokal terhadap perkembangan industri di Batam? Saat ini lebih banyak lulusan sekolah menengah baik umum dan kejuruan yang sudah diakui oleh kalangan industri layak mengisi posisi operator dan teknisi. Kerjasama industri antara pihak perusahaan dengan sekolah di beberapa perusahaan sudah dilakukan yaitu dengan memberikan tempat bagi siswa sekolah untuk melakukan praktek kerja lapang di perusahaan dan kemudian perusahaan bisa melakukan proses rekrutmen terhadap siswa yang berprestasi baik untuk dijadikan karyawan setelah siswa menyelesaikan praktek kerja dan lulus. Kerjasama ini menguntungkan kedua belah pihak. Dari pihak sekolah dan siswa tentunya bisa memberi kepastian pada kualitas sekolah dan masa depan siswa, sementara dari pihak perusahaan dapat memper”mudah” dan memper”murah” proses pemilihan tenaga kerja baru yang dibutuhkannya.

Perguruan tinggi perlu lebih merapat ke industri. Saat ini terlihat perguruan tinggi masih asik dengan upaya mendapatkan mahasiswa sebanyak mungkin, belum memberi tekanan yang serius pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diembannya yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ini yang perlu ditingkatkan oleh perguruan tinggi di Batam. Dengan pencapaian pada tiga kegiatan utama tersebut maka kualitas perguruan tinggi pasti bisa diakui oleh masyarakat luas termasuk masyarakat industri bahwa perguruan tinggi tersebut memiliki sistem pengajaran yang baik dan mampu menghasilkan lulusan yang baik pula. Dengan demikian tentunya pihak industri tidak segan-segan lagi untuk merekrut lulusan dari perguruan tinggi lokal di Batam ini.

Sebagai penutup perlu mengingatkan bahwa Batam sudah mapan untuk menjadi kawasan industri. Suatu industri memerlukan investasi dan tenaga kerja. Saat ini melalui program FTZ merupakan penawaran bagi masuknya investasi ke Batam. Maka secara internal di Batam sendiri sudah harus mempersiapkan dirinya pada salah satunya menyediakan tenaga kerja yang memadai dalam jumlah dan yang berkualitas secara keilmuan dan ketrampilan yang nantinya dibutuhkan oleh industri baru tersebut. Mari kita sambut investasi !

Tips Rekreasi Hemat di Batam

Batam selain sebagai kota industri juga terkenal dengan tempat wisatanya, terutama bangunan spektakuler dan wisata alam yang masih benar-benar alami. Buat yang senang jalan-jalan sendiri (sendiri maksudnya bukan satu orang saja tapi bisa sekelompok orang tapi tidak menggunakan program tour dari travel agent) tapi kebentur dengan liburan yang pendek saja dan dengan anggaran jalan-jalan yang cukupan saja berikut ini saya jabarkan disini tips rekreasi dan jalan-jalan yang hemat.

Bila dari Jakarta, untuk sampai ke Batam hematnya menggunakan maskapai penerbangan Air Asia. Bila lagi beruntung bisa dapatkan tiket pergi pulang Jakarta – Batam pp hanya dengan lima ratus ribu rupiah. Bagusnya pilih jam keberangkatan yang pagi dari Jakarta sekitar jam enam-an pagi, sementara untuk pulangnya siang atau sore hari. Setelah sampai di Bandara Hang Nadim Batam, gunakan angkutan bis Damri Bandara yang super hemat untuk sampai di pusat kota. Kalau tidak ada hambatan jam sembilan mustinya sudah ada di pusat kota Batam. Trayek yang pas untuk wisata pagi adalah jalan-jalan ke kawasan Barelang (Batam – Rempang – Galang). Yang diperlukan tentunya adalah mobil. Motor memang bisa tetapi untuk kenyamanan direkomendasikan menggunakan mobil saja. Mobil bisa disewa di beberapa tempat penyewaan mobil, harganya juga ngga mahal-mahal amat sekitar 300 sampai 400 ribu sehari untuk mobil jenis Kijang. Dan jangan lupa siapkan makanan dan minuman secukupnya jadi mampir dulu ke supermarket yang dilewati selama dalam perjalanan berangkat ke Barelang, yang pasti dilewati dari arah nagoya adalah Panbil Mall, disini ada Ramayana dan KFC untuk pilihan bekal.

Perjalanan bakal seru setelahnya. Pemandangan pertama yang patut dinikmati adalah perspektif jembatan pertama yang mengagumkan dengan komponen tali baja persis seperti yang sering kita lihat di film-film Amerika dan Hongkong. Ternyata ada juga loh di Indonesia, di Batam tepatnya. Enaknya tempat pertama yang dikunjungi adalah Pantai Melur. Pantai ini ada di antara jembatan tiga dan jembatan empat, mudah menemuinya karena di simpang tiga terdekat akan ada papan nama “Taman Wisata Pantai Melur” dan 10 meter dari sana ada pos pemberhentian untuk pembayaran tiket masuk. Tiket masuk hanya sepuluh ribu rupiah per mobil. Dari sana lokasi pantai hanya sekitar 500 meter saja. Pilih tempat parkir yang di bawah pohon agar mobil tetap adem, karena panas di Batam bisa sangat terik sekali. Di pantai Melur ini bisa bermain dan berenang sepuasnya. Enak juga makan siang di tepi pantai, bila bawaan ternyata tidak mencukupi karena lapar habis berenang, jangan takut karena di sana ada warung dan pedagang keliling yang menjual makanan dan buah-buahan.

Selesai dari pantai Melur, tepat di seberang simpang tiga dimana papan nama Pantai Melur berada adalah lokasi bekas Kamp Pengungsi Vietnam. Tiketnya sekitar dua puluh ribu per mobil. Di sini kita cukup mengikuti tanda jalan berkeliling lokasi bekas kamp pengungsi ini. Tempat yang bagus untuk turun adalah di lokasi gereja yang masih cukup baik terawat. Di sana ada sisa-sisa perahu yang dipakai oleh para pengungsi. Tempat lainnya kita cukup nikmati dari dalam mobil yang mustinya cukup berjalan 20 km/ jam saja. Lokasi ini memang enak dinikmati setelah beraktivitas fisik di pantai Melur.

Nah setelah ini yang jarang-jarang ada di tempat lain yaitu mengunjungi perkebunan buah naga. Buah naga yang asal tanamnya dari Taiwan ini belakangan banyak dibudi-dayakan di daerah Barelang, dan produk buahnya banyak memenuhi supermarket dan pasar di Batam (yang banyak ada adalah DC Mall), dan menurut cerita beberapa orang juga ditujukan untuk ekspor ke Singapura dan Malaysia.

pohon buah naga

pohon buah naga

Di perkebunan buah naga ini selain bisa melihat dan mempelajari bentuk tanamannya yang unik, bisa juga melakukan pembelian bila sedang ada stok. Panen buah naga dilakukan 2 minggu sekali biasanya pada hari Sabtu dan Minggu. Harga di perkebunan ini jauh lebih murah dibandingkan di mall dan pasar di Batam. Bila ingin menikmati buah naga dan jus buah naga bisa mampir di satu tempat makan yang satu-satunya menuliskan menyediakan berbagai makanan dari buah naga.

Mustinya hari sudah menjelang sore setelah menyelesaikan tiga tempat eksotik ini. Dalam perjalanan pulang bisa dinikmati matahari terbenam di garis horizon laut. Setelah sampai di pusat kota yang pertama perlu dilakukan adalah memesan kamar untuk tidur nanti malam terutama buat yang tidak punya kenalan untuk menginap. Kalau ada kenalan tentunya lebih enak lagi dan pastinya jadi lebih murah. Namun hotel di Batam juga tidak mahal-mahal amat, bisa kunjungi hotel Sky View dan hotel Sydney di kawasan Batam Centre dengan tarif 120 ribu sampai 150 ribu rupiah termasuk makan pagi. Dekat lokasi kedua hotel ini ada dua tempat yang bisa dikunjungi yaitu Vihara Maitreyawira dan Wisata Pantai Ocarina. Vihara Maitreyawira merupakan vihara terbesar di Asia Tenggara, jadi jangan lewatkan berfoto-foto di vihara ini. Selain itu bila sudah waktunya makan malam juga bisa mencicipi restaurant vegetarian di dalam kompleks vihara. Mau coba rendang yang vegetarian, nah disinilah tempatnya. Sementara Wisata Pantai Ocarina mirip-mirip dengan Dunia Fantasi jadi mungkin kurang diminati bagi yang sering ke Dufan. Tapi bagus juga dikunjungi bila sedang ada acara pentas musik dari penyanyi Jakarta maupun penyanyi Mandarin terutama untuk menghabiskan sisa malam.

Waktunya tidur tentunya kembali ke hotel. Buat yang waktunya terbatas mungkin besok siang atau sore sudah harus kembali ke Jakarta. Jadi besok pagi setelah makan pagi bisa dilanjutkan dengan belanja di kawasan Nagoya buat sendiri maupun oleh-oleh keluarga dan teman di Jakarta. Buat yang masih ada waktu satu dua hari bisa berkunjung ke tempat wisata lainnya, masih banyak seperti bisa disebut di sini: Tanjung Pinggir Sekupang dengan patung Dewa Kwan Im-nya dan tentunya kawasan Nongsa yang terdapat beberapa lokasi wisata pantai. Atau buat yang mau sekalian ke Singapura ya monggo . Have a nice trip, and come again to Batam ya.

Menjelajahi Industri di Pulau Batam

Kota Batam identik dengan industri. Kondisi ini bersepadanan dengan tujuan awal pengembangan kota Batam sebagai kawasan industri yang dilakukan oleh Otorita Pengembangan Industri Pulau Batam. Berbagai infrastruktur dibangun untuk mendukung kegiatan industri di kota pulau ini. Dan sekarang di tahun 2009 bisa kita lihat hasil dari pembangunan yang sudah dilakukan tersebut, berbagai jenis industri ringan dan berat berkembang di kawasan ini, baik oleh pelaku domestik maupun investor dari luar negeri. Dan ini bisa dilihat dari banyaknya kawasan industri di seputaran dan sudut kota Batam .

Kawasan Industri Batamindo yang berlokasi di Muka Kuning merupakan kawasan industri yang termaju di Batam. Memasuki kawasan ini kita disambut dengan gerbang megah bertuliskan “Welcome To Batamindo Industrial Park”, cukup indah dan elegan. Jalan yang lebar membuat perjalanan berkendara cukup nyaman, demikian juga pohon-pohon besar dan rindang yang tumbuh di tepi jalan dan trotoar yang bersih membuat perjalanan dengan jalan kaki cukup menyenangkan. Serasa bukan kawasan industri melainkan kawasan rekreasi. Tapi beginilah mustinya suatu kawasan industri, nyaman untuk bekerja dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari lainnya. Hal ini tampaknya wajar ada di Kawasan Industri Batamindo ini karena di dalam kawasan ini bukan hanya gedung pabrik yang ada tetapi juga ada dormitori tempat pekerja yang masih lajang tinggal; community centre tempat pekerja melakukan kegiatan sosial seperti olahraga, kesenian, dan bersenang-senang; kawasan komersial untuk pasar, supermarket, pujasera, toko, perbankan, kantor pos, dan prasarana lain yang menunjang kebutuhan sehari-hari pekerja; mesjid dan gereja; dan yang penting bagi suatu industri tentunya pembangkit tenaga listrik dan pengolahan air bersih yang mandiri. Inilah yang bisa disebut kawasan industri yang terintegrasi. Melihat kondisi ini tidak mengherankan bila Kawasan Industri Batamindo dihuni oleh perusahaan-perusahaan besar berkelas dunia, semua fasilitas terlayani dan perusahaan bisa fokus pada core business-nya.

Melangkah keluar dari Kawasan Industri Batamindo, sudah bisa ditemui Kawasan Industri Panbil yang merupakan kawasan industri relatif baru di Batam. Namun yang terkenal dari kawasan industri Panbil ini adalah Panbil Mall dan Panbil Estate. Panbil Mall adalah mall besar dengan konstruksi model stadion yang menjadi mall tujuan utama para pekerja di kawasan muka kuning dan sekitarnya. Sementara Panbil Estate merupakan kompleks perumahan ekslusif di Batam yang terkenal sebagai tempat tinggal para ekspatriat di Batam.

Berjalan lurus menuju Batam Centre, di tengah perjalanan antara kawasan Muka Kuning dan kawasan pemerintahan Batam Centre ada dua kawasan industri lain yaitu Kawasan Industri Cammo dan Kawasan Industri Kara. Kedua kawasan ini termasuk kawasan industri menengah. Berbeda dengan Kawasan Industri Batamindo, di kedua kawasan ini pekerja tinggal di perumahan yang ada di sekitaran kawasan industri ini. Kondisi ini menyebabkan bisnis kontrak-an dan kos-kos-an cukup populer di sekitaran kawasan industri ini. Jarak tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja menjadi incaran para pekerja karena bisa menghemat pengeluaran mereka. Masih di Batam Centre yang terdekat lagi adalah Kawasan Industri Tunas yang memiliki tipe yang hampir sama dengan Kawasan Industri Cammo dan Kara.

Kawasan industri yang lokasinya jauh dari pusat kota adalah kawasan Kabil dan Batu Ampar. yang terkenal dengan industri galangan kapal, industri berat dan industri ringan. Di Kabil ini ada Kawasan Industri Kabil, Kawasan Industri Taiwan, dan beberapa kawasan industri lainnya. Sementara di Batu Ampar ada Kawasan Industri Bintang, Kawasan Industri Union, dan Kawasan Industri Batu Ampar. Yang menarik dari keseharian kawasan industri yang jauh dari tengah kota ini adalah pada pagi hari akan ditemui iring-iringan motor seperti konvoi dengan sebagian pengendaranya mengenakan pakaian seragam. Mereka adalah para pekerja yang berangkat kerja dari rumah yang terletak di sekitaran pusat kota dan pulang dari tempat kerja di kawasan Kabil dan Batu Ampar. Itulah mobilitas warga pekerja Batam.

Banyaknya kawasan industri di Batam bagi orang luar Batam seperti mengisyaratkan bahwa di Batam banyak pekerjaan yang tersedia. Asumsi ini tidak salah tetapi lebih tepatnya adalah memang tersedia banyak pekerjaan namun bagi pekerja yang memenuhi kualifikasi yang sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut. Batam sudah menjadi “lampu” bagi “laron” pekerja di luar Batam yang ditandai dengan tingginya jumlah orang yang masuk ke Batam. Namun dengan bagusnya infrastruktur yang ada di Batam dan ketersediaan tenaga kerja yang bagus pula serta dicontohkan dengan sudah banyaknya industri yang menetap di Batam semestinya Batam juga bisa menjadi “lampu” bagi “laron” investor lokal dan luar negeri untuk masuk ke Batam. Apalagi sekarang sudah diberlakukan Sistem Aplikasi Pelayanan Terpadu (One Stop Service) dalam pengurusan dokumen perizinan yang mempermudah para investor dalam pengurusan administrasinya. Dan mustinya investor tidak perlu berpikir dua kali untuk berinvestasi di Batam karena sejak 1 April 2009 lalu Batam sudah menjadi kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang berarti industri di Batam bisa berbiaya rendah sehingga produk yang dihasilkan bisa memiliki daya saing tinggi dalam harga di perdagangan dunia.