Archives

BCA : Bertransaksi Cepat Aman

Apa kriteria mu dalam memilih bank ? Bila pertanyaan ini diajukan, maka jawaban saya sudah jelas yaitu yang bisa bertransaksi aman dan cepat. Berdasar pengalaman saya transaksi cepat dan aman ini bisa saya dapat di bank BCA ( www.bca.co.id ).

CEPAT

Kriteria cepat tidaknya transaksi yang umum dipakai adalah bahwa waktu proses antara input sampai menghasilkan output memenuhi harapan pengguna. Contohnya, waktu yang diperlukan mulai saya bertransaksi di sebuah counter ATM di Batam sampai kakak saya di Jakarta meng-sms bahwa transfer sudah masuk ke rekeningnya bisa hanya dalam hitungan di bawah 5 menit. Itu masuk dalam kriteria cepat bagi saya, dan kriteria cepat ini dapat terpenuhi saat bertransaksi lewat bank BCA, tetapi ternyata bahkan BCA memberi lebih dalam kemudahan transaksi dan solusi perbankan.

Buat saya kriteria umum itu sudah standar, sehingga saya memperluas kriteria tersebut dengan memperpanjang lingkupnya yaitu mulai dari saya ingin bertransaksi sampai partner transaksi saya menyatakan transaksi sudah berhasil dilakukan. Beberapa kejadian yang saya alami mendukung kriteria perluasan saya ini. Saat menerima tagihan asuransi ataupun tagihan kartu kredit, saya diminta untuk melakukan pembayaran lewat bank, yaitu bisa lewat teller atau ATM. Yang praktis tentunya ATM. Waktu transaksi mulai dihitung saat saya memutuskan untuk melakukan pembayaran, pergi ke ATM, melakukan transaksi, dan pernyataan transaksi berhasil dilakukan. Keberadaan ATM BCA di banyak lokasi memberi kemudahan dalam pemilihan counter ATM yang bisa digunakan. Counter ATM terdekat dengan rumah saya berada sekitar 3 kilometer yaitu berlokasi di sebuah kompleks SPBU, ini menjadi pilihan bila saya tidak berencana pergi kemana-mana setelahnya. Bila ada rencana pergi dengan keluarga maka transaksi yang ingin dilakukan tidak memerlukan perlakuan khusus karena ATM BCA selalu ada di tiap mall yang saya kunjungi untuk berbelanja seperti di Mega Mall Batam Center, di BCS Mall, di Nagoya Hill Mall, dan di Top 100 Penuin. Dengan keberadaan ATM BCA di banyak lokasi membuat kriteria waktu transaksi yang diperluas versi saya bisa terpenuhi dengan baik oleh BCA karena pada saat saya memutuskan melakukan pembayaran segera saat itu pula saya bisa mengunjungi counter ATM BCA terdekat.

Satu lagi kelebihan BCA dalam transaksi mudah dan cepat yang sering saya gunakan adalah produk perbankan “week-end banking”. Kesibukan di hari kerja Senin sampai Jumat membatasi saya untuk dapat pergi ke bank terutama untuk keperluan setor tunai karena ada pemasukan dalam bentuk uang tunai selama seminggu berjalan. Layanan “week-end banking” mengurangi peliknya perencanaan saya untuk penyetoran dan sekaligus membuat saya bisa memfokuskan hari kerja untuk bekerja. Sabtu Minggu sebagai hari bank dan rekreasi. Lokasi “week-end banking” yang strategis membuat kegiatan ke bank bisa dilakukan sebagai rangkaian rutinitas, tidak perlu pengkhususan. Kegiatan ke bank bisa dilakukan sambil lalu dengan pergi berbelanja mingguan ke pasar basah maupun ke mall, ataupun digabungkan sambil lalu setelah ibadat di gereja.

Kemudahan dan kecepatan transaksi yang diberikan bank BCA ternyata bukan hanya dalam hal transaksi uang masuk dan uang keluar yang prosesnya lebih terotomatisasi, tetapi juga saya alami dalam pelayanan kredit pemilikan rumah yang banyak melibatkan individu staf BCA. Akhir tahun 2011 saya mengajukan kredit untuk pembiayaan pemilikan rumah sebagai perwujudan rencana masa depan keluarga saya. Mulai proses pengumpulan informasi, pemasukan data, pemrosesan, valuasi aset, penyampaian hasil proses, dan penandatanganan kontrak dilakukan relatif cepat hanya dalam hitungan 1 bulan 2 minggu, itupun melewati libur Natal dan Tahun Baru. Proaktif staf BCA dalam mengkomunikasikan persyaratan dan follow-up terhadap kekurangan data amat sangat membantu dalam kecepatan proses persetujuan kredit ini. Ternyata tidak sulit untuk mendapatkan fasilitas kredit yang berbunga rendah di BCA. Dengan mendapat bunga yang rendah maka tentunya saya bisa memiliki kelebihan walaupun relatif kecil sebagai bagian yang bisa saya tabung sebagai rintisan dalam mewujudkan kebebasan finansial bagi keluarga saya.

AMAN

Sejak awal menjadi nasabah BCA di tahun 1994 sampai sekarang, saya belum pernah mengalami hal-hal yang mengganggu aspek keamanan bertransaksi. Semua transaksi yang pernah dilakukan berjalan dengan baik dan berhasil dilakukan, walaupun ada beberapa kegagalan transaksi terjadi namun bisa diselesaikan dengan baik, aman, dan happy ending.

Satu pengalaman gagal namun berakhir dengan bagus terjadi saat melakukan setor uang lewat ATM setor tunai pada satu hari Minggu. Mesin ATM berhasil menghitung uang, tetapi saat proses transaksi tiba-tiba komputer hang dan re-start. Istri saya segera menghubungi call center dan diminta beberapa informasi tentang jumlah uang yang ditransaksi, satuan uang yang digunakan, jam transaksi dan lain-lain, dan untuk sementara kartu ATM diblokir untuk menghindari penyalahgunaan. Kemudian dijanjikan akan datang teknisi, dan benar saja tidak berapa lama seorang teknisi datang dan memverifikasi isi ATM tersebut. Keesokan harinya istri saya menemui CS BCA dan untuk mengisi beberapa formulir, dan beberapa hari kemudian ditelpon bahwa uang yang termakan mesin ATM sudah tertransfer di rekening istri saya.

Satu peristiwa gagal lain yang bisa diselesaikan dengan menyenangkan dan aman adalah saat kartu ATM istri saya tertelan di Pondok Indah Mall. Saat itu kami sekeluarga sedang liburan di Jakarta. Sesaat tertelan, istri saya menelpon ke call center untuk informasi dan memblokir kartu ATM tersebut. Keesokan harinya kami jalan-jalan ke Mall Taman Anggrek, dan kebetulan lewat di bank BCA cabang. Kami coba mampir untuk menanyakan apakah bisa memproses kartu ATM yang tertelan tersebut, ternyata menurut staf CS BCA yang ramah bahwa walaupun asal pembuatannya di Batam, istri saya dapat memperbaharui kartu ATM baru di Jakarta. Kami sangat surprise dan unjuk jempol kepada BCA. Dengan kartu baru ini kami dapat melanjutkan liburan dengan lebih lapang hati.

Itulah pengalaman saya dan keluarga bertransaksi melalui Bank BCA. Transaksi bisa dilakukan dengan mudah, cepat dan aman karena fasilitas yang sempurna dan sumber daya manusia yang profesional. Walaupun ada beberapa kegagalan namun bisa diselesaikan juga dengan mudah, aman dan cepat sehingga membuat nasabah tenang dan senang. Bila saya memerlukan informasi mengenai transaksi, saya bisa mudah mendapatkannya dengan mengakses internet di www.bca.co.id , semua informasi ada di sana disajikan dengan bahasa yang sederhana. Ternyata pengalaman tidak pernah bohong, memang benar untuk bertransaksi cepat dan aman itu hanya ada di bank BCA karena BCA “truly Bertransaksi Cepat Aman”.

bca sip lah

Advertisements

Hai Pemuda, Ayo Kita Proklamasi Lagi!

Organisasi Budi Utomo, 20 Mei 1908. Budi Utomo merupakan organisasi fomal pemuda pertama di tanah air yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kepedulian terhadap penderitaan dan pendidikan rakyat memacu tiga murid Sekolah Kedokteran Jawa (Stovia) yaitu Sutomo, Gunarwan dan Suraja untuk berbuat sesuatu terhadap rakyat. Mereka berinisiatif untuk secara mandiri menolong rakyat mereka tanpa menunggu dan menuntut pada pamong praja penerus kebijakan pemerintah Belanda yang lamban dalam bergerak. Kemunculan Budi Utomo kemudian memompa semangat pemuda pelajar dan mahasiswa lainnya untuk berorganisasi dan memperjuangkan nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan munculnya banyak organisasi serupa. Demikianlah sampai hari ini tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

Peristiwa Ikada, 19 September 1945. Saat itu ribuan massa rakyat datang memenuhi lapangan Ikada dengan tujuan mendengarkan pidato dari pimpinan Negara Republik Indonesia yang belum genap sebulan diproklamasikan. Kehadiran massa rakyat dijaga ketat oleh tentara Jepang bersenjata yang walaupun sudah mengaku kalah dari sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 namun masih bercokol di Indonesia untuk menjaga status quo. Kondisi saat itu memanas karena sebagian massa yang hadir adalah juga kaum pemuda yang pernah tergabung dalam gerakan militer Heiho dan PETA, dan semi militer Seinendan dan Keibodan. Mereka berkeinginan untuk secepatnya para pemimpin RI melakukan perebutan kekuasaan dari tangan Jepang dan segera membentuk kesatuan tentara nasional. Mengetahui kondisi tersebut dan untuk menghindari pertumpahan darah yang kemungkinan lebih banyak korban di pihak rakyat, Presiden Soekarno menghadiri rapat tersebut. Presiden Soekarno menyampaikan pesan singkat agar rakyat menaruh kepercayaan kepada pemimpin mereka, dan meminta rakyat untuk bubar dengan tenang kembali ke rumah masing-masing. Rakyat yang menghormati pemimpinnya mematuhi permintaan tersebut dan bertahap meninggalkan lapangan Ikada. Kerusuhan dan pertumpahan darah yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Peristiwa Serangan Umum, 1 Maret 1949. Pukul 6 pagi, sirene di menara pasar Beringharjo berbunyi nyaring. Biasanya setelah bunyi sirene pertanda berakhirnya jam malam, masyarakat segera memulai aktivitas rutinnya keluar rumah. Namun hari itu berbeda karena pagi dimulai dengan suara tembakan dan ledakan dari Tentara Nasional Indonesia yang melancarkan serangan kepada instalasi vital pasukan Belanda yang sedang menduduki kota Jogya sebagai hasil dari Agresi Militer yang kedua. Dalam waktu singkat hampir seluruh sudut kota diduduki TNI, sebagian penduduk mulai mengibarkan bendera merah putih, dan rakyat menyediakan makan untuk pasukan TNI. Serangan Umum yang dipimpin oleh Komandan Wehrkreise III (kota Jogya) Letkol Soeharto mencapai sukses karena dukungan 2000 tentaranya dan juga karena dukungan seluruh pasukan komando lain di sekitar Jogya, serta rakyat. Kepemimpinan komandan yang selalu berada di tengah-tengah pasukan dalam kondisi apapun membuat moril pasukan tetap tinggi dan pasukan memiliki kepercayaan bahwa tiap kesulitan akan bisa diatasi bersama.

Ketiga peristiwa di atas merupakan cukilan kejadian sebelum, sesaat dan setelah peristiwa Proklamas Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan merupakan perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh bangsa Indonesia, bukan hanya sebelum dan saat meraihnya, namun juga setelah memproklamasikan kemerdekaannya. Kemerdekaan bangsa bukan diraih dengan instant, bukan diraih tanpa kerja keras, bukan diraih tanpa perjuangan, namun diraih dengan kesabaran, kecerdasan, kerja keras, pengorbanan darah, jiwa dan raga. Pengorbanan oleh seluruh bangsa, pengorbanan pemimpin, pengorbanan rakyat, pengorbanan orang terpelajar, pengorbanan tentara, pengorbanan pemuda.

Di alam setelah 65 tahun merdeka, mustinya tidak sulit untuk menemukan pengorbanan-pengorbanan anak bangsa yang bekerja untuk negeri tercinta Indonesia. Para pemimpin negara tentu saja tugasnya mempimpin dan membawa negeri dan bangsa ini menuju cita-cita kemerdekaan: persatuan Indonesia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Para anggota legislatif sebagai kepanjangan tangan dari rakyat diberi wewenang untuk menyuarakan aspirasi rakyat, singkatnya berjuang untuk kepentingan rakyat makanya tidak bisa dipungkiri lagi kalau kita bisa menemukan jiwa pengorbanan pada jabatan ini. Pegawai negeri yang dimaksudkan sebagai pelayan masyarakat tentunya juga memiliki aroma pengorbanan. Dan banyak profesi dan pekerjaan lain yang tujuannya untuk memajukan negara dan bangsa yang didalamnya kita bisa menemukan makna pengorbanan anak bangsa untuk negerinya.

Namun … ternyata … jauh asap dari api. Tak seperti yang diharapkan. Nilai pengorbanan, setelah 65 tahun di alam kemerdekaan, semakin menyempit pada kepentingan pribadi dan golongan. Jabatan-jabatan yang selayaknya memiliki nilai-nilai luhur bekerja untuk bangsa dan negara sekarang telah dipersempit bekerja untuk kepentingan pribadi dan golongan. Semakin sedikit yang mau bekerja setulusnya untuk kemajuan bangsa dan negeri ini, dan semakin terpinggir mereka-mereka itu. Tapi jangan menyerah, kita masih bisa melihat ke sejarah. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, itu kata Bung Karno, dan itu layak kita kerjakan sekarang. Ya, kembali ke sejarah. Lihat peristiwa Budi Utomo, siapa yang memulai perjuangan untuk berbuat sesuatu untuk rakyat kecil ? PEMUDA. KAUM CERDIK PANDAI.

Mari kita mulai lagi siklus perjuangan untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia kembali untuk mengembalikan cita-cita luhur kemerdekaan bangsa ini. Sekali lagi melihat kembali ke sejarah, ini bukan perjalanan instant tetapi ini perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran, kerjasama, kepemimpinan dan pengorbanan yang tulus. Mari pemuda dan cerdik pandai, kita bangun lagi Budi Utomo … mudah-mudahan pada waktunya kita bisa kembali memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dan kemudian merebut kembali cita-cita luhur bangsa lewat serangan umum dan jangan terulang lagi keadaan kemerdekaan seperti hari ini. SELAMAT BERJUANG.

(tulisan yang sama ada juga di: Kompasiana )

PEMIMPIN YANG MEMBANGKITKAN

menyambut hari Kebangkitan Nasional dan Pemilu Kepala Daerah Kepri

Peristiwa Ikada, 19 September 1945. Saat itu ribuan massa rakyat datang memenuhi lapangan Ikada dengan tujuan mendengarkan pidato dari pimpinan Negara Republik Indonesia yang belum genap sebulan diproklamasikan. Kehadiran massa rakyat dijaga ketat oleh tentara Jepang bersenjata yang walaupun sudah mengaku kalah dari sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 namun masih bercokol di Indonesia untuk menjaga status quo. Kondisi saat itu memanas karena sebagian massa yang hadir adalah juga kaum pemuda yang pernah tergabung dalam gerakan militer Heiho dan PETA, dan semi militer Seinendan dan Keibodan. Mereka berkeinginan untuk secepatnya para pemimpin RI melakukan perebutan kekuasaan dari tangan Jepang dan segera membentuk kesatuan tentara nasional. Mengetahui kondisi tersebut dan untuk menghindari pertumpahan darah yang kemungkinan lebih banyak korban di pihak rakyat, Presiden Soekarno menghadiri rapat tersebut. Presiden Soekarno menyampaikan pesan singkat agar rakyat menaruh kepercayaan kepada pemimpin mereka, dan meminta rakyat untuk bubar dengan tenang kembali ke rumah masing-masing. Rakyat yang menghormati pemimpinnya mematuhi permintaan tersebut dan bertahap meninggalkan lapangan Ikada. Kerusuhan dan pertumpahan darah yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Peristiwa Serangan Umum, 1 Maret 1949. Pukul 6 pagi, sirene di menara pasar Beringharjo berbunyi nyaring. Biasanya setelah bunyi sirene pertanda berakhirnya jam malam, masyarakat segera memulai aktivitas rutinnya keluar rumah. Namun hari itu berbeda karena pagi dimulai dengan suara tembakan dan ledakan dari Tentara Nasional Indonesia yang melancarkan serangan kepada instalasi vital pasukan Belanda. Dalam waktu singkat hampir seluruh sudut kota diduduki TNI, sebagian penduduk mulai mengibarkan bendera merah putih, dan rakyat menyediakan makan untuk pasukan TNI. Serangan Umum yang dipimpin oleh Komandan Wehrkreise III (kota Jogya) Letkol Soeharto mencapai sukses karena dukungan 2000 tentaranya dan juga karena dukungan seluruh pasukan komando lain di sekitar Jogya, serta rakyat. Kepemimpinan komandan yang selalu berada di tengah-tengah pasukan dalam kondisi apapun membuat moril pasukan tetap tinggi dan pasukan memiliki kepercayaan bahwa tiap kesulitan akan bisa diatasi bersama.

Organisasi Budi Utomo, 20 Mei 1908. Budi Utomo merupakan organisasi fomal pemuda pertama di tanah air yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kepedulian terhadap penderitaan dan pendidikan rakyat memacu tiga murid Sekolah Kedokteran Jawa (Stovia) yaitu Sutomo, Gunarwan dan Suraja untuk berbuat sesuatu terhadap rakyat. Mereka berinisiatif untuk secara mandiri menolong rakyat mereka tanpa menunggu dan menuntut pada pamong praja penerus kebijakan pemerintah Belanda yang lamban dalam bergerak. Kemunculan Budi Utomo kemudian memompa semangat pemuda pelajar dan mahasiswa lainnya untuk berorganisasi dan memperjuangkan nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan munculnya banyak organisasi serupa. Demikianlah sampai hari ini tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

PEMILUKADA KEPRI

Tiga kepemimpinan nasional dalam sejarah di atas berharga untuk dihubungkan dengan peristiwa yang beberapa hari lagi akan berlaku di provinsi Kepulauan Riau yaitu pemilihan umum kepala daerah. Setiap warga Kepri yang memiliki hak memilih pasti sedang menimbang-nimbang siapa kandidat yang layak dia pilih pada tanggal 26 Mei 2010 nanti. Dari tiga pasang calon siapakah yang terbaik untuk dipilih, dengan harapan bahwa dengan tambahan satu suara dari dirinya bisa memimpin provinsi Kepri selama 5 tahun mendatang.
Dari tiga acuan sejarah di atas dapatlah dicoba untuk melihat dari 4 aspek yaitu: pemimpin yang dihormati dan berwibawa, pemimpin dengan “people in mind”, pemimpin yang menganut “servant leadership”, dan pemimpin yang membangkitkan.

Pemimpin yang dihormati dan berwibawa baik secara personal, sikap, dan perbuatan sehingga menanamkan kepercayaan pada setiap diri rakyatnya. Kepercayaan membuat suara pemimpin dapat menenangkan dan mendamaikan rakyat yang dipimpinnya. Untuk menjadi pemimpin yang dihormati tentunya harus memiliki kapasitas tinggi dalam moral, pengetahuan, kepedulian pada sesama, tidak memperkaya diri sendiri dan keluarga, lurus dalam perbuatan, dan banyak kriteria baik lain yang dituntut secara moral dan etika.

Pemimpin dengan “people in mind” adalah pemimpin yang selalu ada di tengah-tengah rakyatnya baik secara fisik maupun pikiran di setiap kondisi baik susah maupun malang sehingga setiap keputusan yang dibuat merupakan pengejawantahan dari usaha untuk memajukan kehidupan rakyat dan usaha yang memungkinkan rakyat berkontribusi dalam pembangunan baik dalam ikut serta maupun menikmati hasil pembangunan.

Pemimpin yang bisa merasakan kesenangan dan kesusahan rakyatnya, yaitu pemimpin yang menganut paham Servant Leadership (pemimpin yang melayani) yang memenuhi kriteria seperti yang dinyatakan oleh Chanakya dalam bukunya Arthashastra “the leader shall consider as good, not what pleases himself but what pleases his followers … the leader is a paid servant and enjoys the resources of the state together with the people.” Pemimpin yang menyadari bahwa dia ada di posisi pemimpin karena dia dipilih oleh rakyat, dan digaji oleh rakyat sebagai pelaksana pembangunan dan pemerintahan.

Pemimpin yang selalu membangkitkan semangat rakyat sehingga segala gerak-gerik dan usaha yang dilakukannya dapat memberi inspirasi kepada rakyat terutama kaum mudanya untuk secara aktif dan mandiri ikut serta memikirkan lingkungannya dan bergerak aktif dan mandiri sebagai partner pemerintah membangun lingkungannya menjadi lebih baik.

Akhirnya, selamat menimbang-nimbang dan selamat memilih. Semoga terpilih Pemimpin Yang Membangkitkan.

Pustaka:
Dr. A. Sobana H. Peristiwa Ikada: Sikap Pemuda dan Makna Peristiwa. Museum Perjuangan, Jakarta, 2005.
Julius Poor. Doorstoot Naar Djokja. Penerbit Kompas, 2009.
Wikipedia. http://www.wikipedia.org .

MENGAMATI 2 FENOMENA DALAM MASYARAKAT AKIBAT MURAHNYA TARIF PULSA TELEPON SELULER

turun naik


Tit. Tit. Tit .Handphone Bu Anas berbunyi, bunyi khas bila ada SMS masuk. Kami yang sedang mengobrol, tersela sebentar. Bu Anas mengambil handphone dari tas-nya dan membuka. “Bue, tolongke kirimkan pulsa 20 rb aja. Segera ya. Bon dulu. Makasih.” Itulah kiriman SMS dari pelanggan Bu Anas. Bu Anas menerima pembelian pulsa untuk semua provider dari teman-temannya, dari berbagai kalangan mulai dari teman-teman guru, wali murid, sampai teman-teman selingkungan rumahnya.

Di usianya yang 65 tahun, Bu Anas memang masih aktif. Selain mengajar di sebuah sekolah tingkat SD dan SMP untuk pelajaran budaya, beliau juga terlibat aktif di kegiatan gereja. Jadi tidak heran bila kenalannya amat banyak. Melihat dari kebutuahan lingkungan pergaulannya inilah maka Bu Anas terpikir untuk menjual pulsa seluler. Awalnya beliau tidak tertarik dengan tawaran adiknya yang mengajaknya untuk berbisnis jual pulsa. Adiknya tinggal di Jakarta dan sedang berbisnis jual pulsa elektronik. Adiknya menawarkan Bu Anas untuk sambil mengisi waktu mendapatkan penghasilan tambahan dari bisnis ini. Awalnya Bu Anas tidak tertarik, namun kemudian mengamati bahwa teman-teman gurunya sering kali kehabisan pulsa dan kesulitan untuk bisa mengisi kembali selain karena waktu kerja, juga karena lokasi penjualan voucher yang jauh dari lokasi sekolah. Jadi bila ada yang perlu cepat, harus pinjam nomor teman lain.

Sudah setahun lebih usaha jual pulsa berjalan. Tiap bulan terjadi peningkatan penjualan, selain karena pelanggan meningkat juga pemakaian dari masing-masing pelanggannya jadi meningkat. Awalnya omset Bu Anas berkisar 500 ribu sebulan, kini sudah rata-rata satu juta dua ratus ribu rupiah. Menurut Bu Anas, awal-awal dulu penggunaan telepon rata-rata pelanggannya digunakan untuk keperluan pribadi saja, dan untuk hal-hal yang penting saja. “Kan masih mahal tuh pulsa waktu itu”, tambah Bu Anas. Tetapi belakangan ini beberapa pelanggan terutama pelanggan dari lingkungan sekolahnya memanfaatkan telepon mereka untuk bisnis tambahannya. Ada yang memasarkan produk MLM lewat handphone-nya, ada yang memasarkan produk asuransi, “pokoknya mereka sudah pakai handphone mereka untuk bisnis, dan hasilnya bisa terlihat kan mereka beli pulsa juga makin banyak dari saya.”. Pulsa yang murah membuat memulai bisnis juga menjadi murah, sehingga setiap orang yang mau bisa memulai bisnis sesuai pilihannya termasuk para guru tersebut.

Yang lebih menarik lagi menurut Bu Anas adalah tingkat penjualan pulsa nya di lingkungan rumahnya yang besar didominasi oleh pekerja rumah tangga. “Wah, mereka itu jor-joran sekali menelpon, sambil mengajak jalan anak asuhnya keliling kompleks, itu handphone tidak mati-mati. Mungkin itulah dampak murahnya pulsa telpon ya, jadi biaya datang ke rumah temannya atau mungkin ke keluarga mereka di kampung sama dengan kalo mereka ngobrol lewat handphone. He..he.. saya sih senang aja kan penjualan pulsa saya juga jadi meningkat”, ujar Bu Anas sambil tertawa.

Kedua hal di atas merupakan contoh fenomena sosial yang timbul sebagai dampak dari semakin murahnya tarif pulsa telepon seluler. Turunnya tarif dan turunnya harga telepon seluler membuat keduanya makin terjangkau oleh masyarakat berstrata ekonomi bawah dan tentunya akan memberi dampak bagi kehidupan mereka. Kedua hal ini akan dilihat lebih detail dengan alat analisa yang sedikit ilmiah di bawah ini.

Penjelasan Fenomena Banyak Yang Mulai Berbisnis Karena Murahnya Pulsa

Kasus guru yang mulai berbisnis didorong oleh pulsa murah di atas bila dilihat secara agak ilmiah adalah fenomena yang cukup masuk akal. Fenomena ini akan dilihat dengan Model Lima Kekuatan (Five Forces Model) dari Michael Porter. Dalam model ini ada dua kekuatan yang dipengaruhi oleh murahnya tarif pulsa yaitu kekuatan masuknya pendatang baru dalam industri dan kekuatan ancaman produk pengganti. Semakin kecil penghalang dalam industri (seperti modal yang kecil untuk memulai bisnis, hanya diperlukan kemampuan atau skill yang tidak terlalu tinggi untuk bisa memulai bisnis) maka akan semakin banyak calon pendatang baru yang masuk ke dalam industri tersebut, dan munculnya produk yang memiliki fungsi sama tapi dengan harga yang lebih murah atau lebih mudah digunakan maka akan segera menggantikan produk yang ada sebelumnya Demikianlah peran yang dibawa oleh fenomena semakin murahnya harga pulsa telepon seluler membuat penghalang bagi beberapa bisnis menjadi semakin berkurang dan menjadi alat/sarana alternatif untuk berbisnis.

Contohnya dalam bidang pemasaran yang dulunya dianggap sebagai pekerjaan yang membutuhkan waktu khusus (untuk bertemu calon pembeli secara face-to-face di suatu tempat dan waktu sesuai perjanjian) kini sudah terpatahkan oleh teknologi seluler yang membuat tenaga marketing bisa menghubungi calon pembeli kapan saja dan karena biaya pulsa yang murah membuat tenaga marketing bisa berbicara panjang lebar lewat telepon. Demikian juga calon pembeli bisa secara maksimal memanfaatkan momen tersebut tanpa terganggu karena harus berhadapan langsung dengan tenaga marketingnya.

Demikian juga bahwa untuk memasarkan suatu produk tenaga marketing perlu menyiapkan alat pemasaran (brosur, pamflet) dan biaya yang cukup (kendaraan, transportasi, fax, kunjungan), itupun sekarang terpatahkan karena bisa digantikan dengan sarana yang lebih efisien dan efektif yaitu melalui komunikasi handphone. Efisien karena segala informasi yang bisa disampaikan lewat hubungan tatap muka juga bisa disampaikan lewat komunikasi handphone, tetapi dengan biaya dan waktu yang lebih sedikit.

Dari uraian di atas tersirat bahwa semakin murahnya tarif pulsa telepon seluler mengurangi kesenjangan dan batasan bagi masyarakat bawah untuk masuk ke lingkaran bisnis yang ada di masyarakat. Peluang ini tentunya memberi alternatif potensi bagi mereka untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Penjelasan Fenomena Tenaga Rumah Tangga yang Konsumtif Pulsa

Tenaga kerja rumah tangga merupakan pekerja sektor informal yang cukup banyak jumlahnya. Bila diamati di beberapa kota besar maka pola migasi penduduk desa ke kota salah satunya yang mayoritas adalah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini. Mereka datang ke kota secara musiman dan sendiri, dengan meninggalkan keluarga kecil dan keluarga besarnya di desa. Mungkin pula anggota keluarga kecil atau besarnya juga tersebar di kota-kota lain untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan mereka. Jadi selama satu – dua tahun ke depan mereka akan hidup terpisah, dan kesempatan bertemu hanya singkat ada pada saat tertentu saja seperti saat mereka pulang kampung di hari raya lebaran.

Adanya telepon seluler dengan tarif murah mengurangi kesenjangan komunikasi antara pekerja rumah tangga dengan keluarga mereka di kampung. Mereka mendapat sarana tambahan untuk berkomunikasi secara lebih sering dan intensif. Kondisi ini secara positif membuat mereka walaupun terpisahkan oleh jarak tetap bisa berkomunikasi, berinformasi dan saling memperhatikan satu dan lainnya. Secara psikologis, keadaan ini memberi ketenangan baik bagi pekerja rumah tangga yang meninggalkan keluarga (pasangan dan anak di kampung) maupun bagi keluarga di kampung karena mereka mengetahui bahwa orang yang mereka cintai dalam keadaan sehat waalfiat adanya. Dengan makin seringnya komunikasi maka mereka dapat mempertahankan hubungan emosional antar mereka.

Jadi fenomena ini tidak bisa semata hanya dilihat sebagai memberi dampak konsumtif tapi juga harus dilihat sebagai dampak sosial yang secara positif lebih mempererat hubungan antara keluarga pekerja rumah tangga yang terpisahkan oleh ruang dan waktu. Dampak konsumtif terimbangi oleh dampak sosial yang berupa keutuhan keluarga yang secara lokasi berjauhan.

Demikianlah dalam kasus ini pun tersirat bahwa semakin murahnya tarif pulsa telepon seluler mengurangi kesenjangan komunikasi bagi keluarga ekonomi bawah yang tinggal berjauhan. Komunikasi yang lancar dengan keluarga membuat pekerja rumah tangga dapat lebih berkonsentrasi pada pekerjaannya, dan kondisi ini tentunya membuat mereka jadi lebih berprestasi dalam bekerja. Dengan tetap bisa mempertahankan pekerjaannya itu maka mereka tetap dapat menjadi sumber penghasilan yang menghidupi keluarga mereka di kampung dan meraih cita-cita mereka di masa depan.

Jadi ternyata murahnya tarif pulsa telekomunikasi seluler yang diberlakukan oleh provider telekomunikasi seluler seperti XL memiliki dampak sosial yang cukup berarti bagi masyarakat kelas bawah. Tarif yang murah memberi kesempatan yang sama bagi masyarakat kelas bawah untuk turut menikmati kesempatan berbisnis dan bekerja yang ada dalam masyarakat. Kondisi ini berarti memberi kesempatan yang lebih dari sebelumnya bagi masyarakat kelas bawah untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

Mewujudkan Subsidi Tepat, PLN Sehat, dan Pelanggan Puas

Wacana PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk menaikkan tarif listrik selalu saja mendapat reaksi negatif dari para pelanggan listrik. Pelanggan industri menolak usul kenaikan tarif listrik yang diajukan PLN dengan alasan bahwa PLN masih bisa meningkatkan efisiensi pengelolaan listrik sebesar 25% untuk menutup tagihan pelanggan yang akan dinaikkan ini. (1)(2) Wakil rakyat menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dengan argumen bahwa tarif yang dipatok PLN pada saat itu sudah merupakan tarif listrik kedua termahal di Asia Tenggara dan rencana kenaikan 83 hingga 90% untuk golongan perumahan dan 100% untuk industri disinyalir dapat membuat rakyat makin sengsara, dunia industri runtuh, pengangguran bertambah, dan usaha masyarakat akan lesu.(3) Wakil rakyat akan menyetujui kenaikan tarif listrik asalkan tidak membebani rakyat. (4)

Permasalahan

Permasalahan utama yang dihadapi oleh PLN sehingga sering mengajukan wacana untuk menaikkan tarif listrik adalah kurangnya dana yang tersedia untuk melakukan peremajaan fasilitas yang ada dan untuk melakukan ekspansi baik untuk tujuan penambahan kapasitas produksi listrik maupun tujuan penambahan jaringan distribusi listrik. Sebagai industri utilitas, peremajaan fasilitas wajib dilakukan PLN karena mesin ataupun sarana pembangkit tenaga listrik pasti memiliki umur produktif, dan bila sudah melewati umur produktif itu maka tingkat efisiensi menjadi jauh berkurang. Dengan tetap mengoperasikan pembangkit yang sudah usang, walaupun mungkin biaya yang dikeluarkan tetap namun secara ekonomi sebenarnya biaya lebih besar karena output yang dihasilkan mesin pembangkit berkurang jauh dari kapasitas normalnya. Sementara ekspansi merupakan salah satu amanat yang harus dijalankan oleh PLN selaku Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan seperti yang tercantum dalam UU No. 15 Tahun 1985 yaitu PLN wajib menyediakan tenaga listrik dan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Hutang PLN dalam hal penyediaan listrik kepada masyarakat belum terbayar karena masih terdapat 5.140 desa yang belum tersentuh oleh listrik, dan tidak semua dari 92.65 persen desa/kelurahan se-Indonesia yang sudah menikmati fasilitas listrik merupakan listrik yang berasal dari PLN.

Tabel 1. Jumlah Kelurahan/Desa dengan Fasilitas Listrik Tahun 2005 (5)

Pulau Kelurahan/Desa dengan listrik Kelurahan/Desa tanpa listrik
% %
Jawa 24.965 99.72 71 0.28
Sumatera 20.044 94.26 1.220 5.74
Bali Nusra 3.837 90.09 422 9.91
Kalimantan 5.749 92.97 435 7.03
Sulawesi 7.801 94.91 418 5.09
Maluku Papua 2.419 48.45 2.574 51.55
Indonesia 64.815 92.65 5.140 7.35

Mengapa bisa terjadi kekurangan dana? Bukankah pelanggan PLN membayar setiap unit listrik yang dipakainya? Kekurangan dana untuk peremajaan dan ekspansi terjadi karena pendapatan yang didapat PLN dari konsumen tidak lebih besar dari biaya pokok penyediaan (BPP) listrik yang harus dikeluarkan oleh PLN. Mengacu pada UU No. 15 Tahun 1985 pasal 16 dinyatakan bahwa pemerintah mengatur harga jual tenaga listrik. Keputusan ini ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden seperti Kepres No. 104 Tahun 2003 yang mengatur harga jual tenaga listrik tahun 2004. Dengan mempertimbangkan untuk meringankan beban kehidupan rakyat dan sekaligus di pihak lain tetap memperhatikan kelangsungan pengusahaan penyediaan tenaga listrik dan peningkatan mutu pelayanan oleh PLN maka pemerintah menetapkan tarif dasar listrik yang relatif rendah dan sebagai kompensasinya pemerintah menganggarkan subsidi listrik yang dibayarkan kepada PLN.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 111 Tahun 2007, subsidi listrik diberikan terhadap selisih kurang antara harga jual tenaga listrik rata-rata (Rp/kWh) dari masing-masing Golongan Tarif dikurangi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) (Rp/kWh) pada tegangan di masing-masing Golongan Tarif ditambah marjin (% tertentu dari BPP) dikalikan volume penjualan (kWh) untuk setiap Golongan Tarif. BPP listrik merupakan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk membangkitkan, mentransmisikan, dan mendistribusikan listrik yang meliputi biaya bahan bakar, biaya membeli tenaga listrik, biaya menyewa pembangkit tenaga listrik, biaya pemeliharaan, biaya kepegawaian, biaya administrasi, penyusutan aset operasional, dan beban bunga. Dengan demikian pendapatan yang diterima oleh PLN adalah benar-benar hanya untuk menutup biaya operasional pengadaan dan pendistribusian listrik dari pembangkit listrik yang sudah ada.

Tabel 2 menunjukkan bahwa secara rata-rata di seluruh Indonesia nilai BPP selalu lebih besar daripada harga jual listrik, dan menunjukkan bahwa seluruh daerah mendapat subsidi listrik. Nilai BPP ini menjadi tinggi di beberapa wilayah seperti Maluku. Di Maluku pembangkit listrik didominasi oleh pembangkit listrik tenaga diesel sehingga kemungkinan komponen biaya menjadi sangat besar untuk membeli bahan bakar solar yang pada tahun 2008 harga solar bersubsidi berkisar antara Rp. 5500 sampai Rp. 4500 pada bulan Desember 2008. Sementara di Jawa pembangkit listrik di dominasi oleh pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik tenaga uap yang biaya operasionalnya relatif rendah sehingga BPP-nya pun menjadi relatif rendah. Dalam konteks ini PLN perlu mencatat kemungkinan penjadualan menggantikan pembangkit listrik berbiaya tinggi dengan pembangkit listrik yang berbiaya rendah yang juga memanfaatkan energi terbarukan. Bila biaya pembangkitan sudah rendah tentunya total BPP akan menjadi rendah dan akhirnya tarif pun bisa menjadi lebih rendah.

Bila ditelusuri lebih dalam data pada tabel 2, wilayah dengan konsumsi listrik besar secara otomatis juga mendapat porsi subsidi yang besar, dan 5 besar wilayah tersebut merupakan propinsi yang maju dan kebanyakan penduduknya relatif mapan secara ekonomi. Gambaran sederhana ini menunjukkan bahwa subsidi listrik yang membuat tarif listrik menjadi cukup murah malah mendorong penduduk mampu untuk lebih konsumtif dalam menikmati listrik.

Tabel 2. BPP, Harga Jual dan Subsidi per Wilayah Tahun 2008 (6)

Wilayah BPP Harga Jual Penjualan (GWh) % Penjualan % Total Subsidi
Bali 1,183.54 765.63 2,563 2.01 1.35
Jawa Timur 1,115.93 652.48 20,292 15.92 11.84
Jawa Tengah 1,162.02 614.59 14,253 11.19 9.59
Jawa Barat 1,055.93 612.58 33,873 26.58 18.80
DKI Jaya & Tangerang 1,090.26 719.59 29,448 23.11 13.79
NAD 2,791.67 603.03 1,159 0.91 3.23
Sumatera Utara 2,223.77 630.29 5,789 4.54 11.74
Sumatera Barat 998.54 594.58 1,933 1.52 0.99
Riau 1,666.68 668.09 2,041 1.60 2.59
Sumsel, Jambi, Bengkulu 990.42 667.65 3,319 2.60 1.41
Bangka Belitung 3,213.29 651.18 368 0.29 1.20
Lampung 956.45 663.13 1,906 1.50 0.74
Kalimantan Barat 3,272.41 627.89 1,078 0.85 3.63
Kalimantan Selatan & Tengah 1,866.62 648.93 1,625 1.28 2.52
Kalimantan Timur 2,597.37 685.59 1,557 1.22 3.79
Sulut, Tengah & Gorontalo 2,093.82 646.45 1,282 1.01 2.36
Sulawesi Selatan & Tenggara 1,462.47 631.41 2,966 2.33 3.15
Maluku 3,955.11 668.57 407 0.32 1.70
Papua 3,565.46 709.10 602 0.47 2.19
Nusa Tenggara Barat 3,211.23 642.06 627 0.49 2.05
Nusa Tenggara Timur 3,796.46 687.91 339 0.27 1.34

Mengacu pada Tarif Dasar Listrik pada tabel 3 dan digabung dengan BPP pada tabel 2 maka terlihat bahwa sekarang ini subsidi harus diberikan kepada semua golongan tarif yang ada termasuk juga disini golongan bisnis dan industri. Argumen yang sering dimunculkan tentang subsidi untuk bisnis dan industri adalah bahwa dengan tarif listrik yang lebih tinggi maka otomatis akan mempengaruhi biaya produksi dari produk bisnis dan industri sehingga harga jual akan menjadi lebih tinggi, dan otomatis ini akan mempengaruhi daya saing produk di pasaran. Argumen ini menjadi tidak masuk akal bila dikembalikan kepada darimana asal rupiah yang digunakan untuk subsidi listrik yang notabene berasal dari dalam negeri terutama dari sektor pajak. Masih wajar bila produk tersebut dipasarkan di dalam negeri dengan harga rendah untuk memenuhi kebutuhan kebanyakan rakyat Indonesia karena manfaat dari subsidi dikembalikan kepada yang menyokong subsidi dan yang sesuai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin. Namun menjadi kurang wajar bila produk tersebut merupakan produk tersebut untuk keperluan ekspor karena otomatis yang menikmati harga rendah (dengan kata lain menikmati subsidi listrik) adalah penduduk negara lain.

Tabel 3. Tarif Dasar Listrik 2003 untuk Beberapa Golongan (Keppres No. 89 / 2002)

Golongan Gol. Tarif Biaya beban Blok I Blok II Blok III
Perumahan R1-450 12,000 172 380 530
R1-900 23,000 310 490 530
R1-1300 30,500 395 490 530
R1-2200 30,500 400 490 530
R2 31,500 575
R3 34,260 621
Bisnis B1-450 24,500 257 445
B1-900 28,300 440 490
B1-1300 29,500 490 493
B1-2200 30,500 500 540
B2 31,000 535 550
B3 29,500 475
Industri I1-450 27,000 161 435
I1-900 33,500 350 465
I1-1300 33,800 475 495
I1-2200 33,800 480 495
I1-14000 34,000 480 495
I2 35,000 466
I3 31,300 468
I4 28,700 460
Kantor Pemerintah P1-450 20,500 595
& PJU P1-900 25,000 605
P1-1300 25,000 605
P1-2200 25,000 605
P2 25,000 382
P3 24,000 665

Dari uraian di atas maka dapat ditarik 2 kesimpulan masalah yaitu pertama: tidak tepat sasarannya subsidi yang diberikan pemerintah, dan kedua: bagaimana PLN mendapatkan sumber dana untuk investasi kelangsungan bisnisnya (peremajaan dan ekspansi).

Usulan Pemecahan Masalah

Subsidi digunakan pemerintah untuk memeratakan pendapatan nasional dari penduduk mampu ke penduduk miskin. Miskin dalam konteks ini adalah miskin secara finansial maupun miskin secara kesempatan. Dalam hal ini bisa diambil contoh bensin premium dan pertamax. Secara umum pertamax banyak digunakan oleh mobil yang ber-cc tinggi dan termasuk dalam golongan mewah yang tentunya dimiliki oleh penduduk mampu, sementara premium dominan digunakan oleh kebanyakan penduduk. Oleh karena itu secara mudah subsidi diberikan kepada produk premium, sementara pertamax tidak disubsidi, dengan demikian diharapkan penduduk kebanyakan memiliki kesempatan yang sama dengan penduduk mampu untuk menikmati penggunaan bahan bakar bensin.

Lalu bagaimana dengan listrik? Listrik merupakan kebutuhan primer bagi penduduk Indonesia baik penduduk miskin, menengah maupun kaya. Penggolongan penduduk miskin dan kaya dalam konteks listrik dapat dilakukan berdasarkan jumlah konsumsi listrik. Sebagai contoh untuk golongan perumahan, penduduk golongan bawah secara umum dikategorikan sebagai pemilik rumah dengan tipe 45 ke bawah, sementara penduduk menengah sebagai pemilik rumah tipe 45 ke atas sampai tipe 120, dan penduduk golongan kaya memiliki rumah tipe 120 ke atas. Tipe rumah secara umum berkorelasi dengan konsumsi listrik. Maka berdasarkan tabel 3 dapat ditentukan mana golongan tarif yang layak mendapatkan subsidi dan yang tidak, dimana sekarang ini terlihat bahwa semua golongan tarif (berarti semua penduduk tanpa kecuali) menikmati fasilitas subsidi.

Dalam konteks subsidi listrik ini diusulkan untuk diterapkan 2 macam subsidi yaitu subsidi langsung dan subsidi silang. Konsep subsidi silang (cross subsidy) yang di satu sisi menjual dengan harga di bawah harga jual normal untuk produk yang dikonsumsi oleh kebanyakan orang dalam jumlah yang sama, sementara di sisi lain menyediakan produk mewah yang dikonsumsi oleh sebagian konsumen dijual dengan harga di atas harga jual normal. Pembagian golongan dan blok dalam TDL kelihatannya sudah mengacu pada konsep subsidi silang ini namun belum pada nilai tarifnya karena semua masih mendapatkan subsidi. Perlu ditentukan bahwa pada golongan tertentu atau blok tertentu berlaku nilai tarif di atas BPP. Sementara subsidi langsung baik diberikan kepada golongan tarif yang benar-benar hanya dikonsumsi oleh penduduk miskin. Demikian juga untuk bisnis dan industri yang melingkupi hayat hidup orang banyak dan bersifat sosial perlu mendapatkan subsidi langsung.
Model pendapatan yang menyertakan kedua macam subsidi adalah seperti di bawah ini, dimana terdapat faktor subsidi listrik dari pemerintah sebagai implementasi subsidi langsung, dan faktor jumlah konsumsi mewah sebagai implementasi dari subsidi silang:

Total Pendapatan = ( jumlah konsumsi golongan bersubsidi * tarif bersubsidi) + subsidi listrik dari pemerintah + (jumlah konsumsi golongan tanpa subsidi * tarif normal tanpa subsidi) + (jumlah konsumsi mewah * tarif di atas tarif normal)

Dengan model pendapatan seperti ini maka diharapkan jumlah subsidi menjadi berkurang yaitu selektif hanya untuk penduduk yang benar-benar membutuhkan, dan demikian juga dengan konsumsi listrik menjadi lebih terkontrol karena kelebihan konsumsi listrik akan dihargai jauh lebih tinggi dari konsumsi normal. Kelebihan sumber daya listrik yang sebelumnya juga terkuras bisa dimanfaatkan untuk konsumsi lebih banyak pelanggan terutama di desa/kelurahan yang belum menikmati listrik.

Penentuan konsumsi yang layak untuk penduduk miskin, konsumsi normal, dan konsumsi mewah dapat menggunakan mekanisme yang sama dengan apa yang pernah dilakukan oleh PLN dengan model tarif progresifnya. (8) Harga subsidi pun perlu diterapkan tidak terlalu jauh dari BPP tidak seperti sekarang ini yang subsidinya sampai 85% dari BPP, mungkin bisa ditentukan nilai subsidi maksimal 50% dari BPP. Demikian pula tarif mewah pun perlu ditentukan tidak terlalu jauh lebihnya dari tarif normal, mungkin bisa ditetapkan maksimal 20% dari tarif normal. Dengan demikian diharapkan terjadi keseimbangan antara subsidi terhadap penduduk miskin dan pendapatan yang diperoleh dari penduduk mampu.

Untuk mengatasi masalah sumber dana untuk peremajaan dan ekspansi maka harga jual atau tarif perlu memasukkan faktor investasi. Model penentuan harga jual atau tarif normal yang memasukkan unsur investasi adalah:

Harga jual = BPP + Investasi

Investasi ini bisa disamakan dengan konsep biaya marjinal dalam domain ekonomi yaitu perubahan pada biaya total yang timbul ketika jumlah produk yang diproduksi bertambah satu unit, jadi dalam BPP untuk tiap kWh listrik perlu ditambahkan biaya tambahan yang akan ditabung yang nantinya akan digunakan untuk meremajakan komponen pembangkit listrik yang ada maupun untuk membangun pembangkit listrik yang baru karena adanya pertambahan kebutuhan listrik dalam suatu wilayah. Dengan program peremajaan yang rutin diharapkan faktor efisiensi menjadi terjaga bahkan lebih baik, sehingga BPP tetap terjaga bahkan bisa lebih rendah sehingga tarif juga mengikuti menjadi lebih kompetitif. Dengan program peremajaan yang rutin juga tentunya ketersediaan listrik bisa menjadi lebih baik, sehingga keluhan pelanggan tentang seringnya pemadaman listrik menjadi berkurang.

Dengan model harga jual di atas berarti akan ada kenaikan harga jual listrik dari yang sekarang walaupun model harga jual ini juga dikombinasikan dengan subsidi seperti yang diusulkan di atas yaitu subsidi langsung dan subsidi silang. Dengan tarif baru yang diusulkan di atas maka kenaikan akan terjadi pada semua golongan tarif dengan persentase kenaikan yang bervariasi, kenaikan disebabkan 2 komponen yaitu kenaikan akibat tambahan komponen investasi dan kenaikan akibat penurunan subsidi. Golongan yang mendapat subsidi akan merasakan kenaikan tarif akibat turunnya nilai subsidi terutama pada golongan dan blok kecil yang sekarang subsidinya antara 50 – 85% menjadi maksimal 50%. Golongan yang tidak akan disubsidi akan merasakan kenaikan tarif dari yang sekarang menikmati subsidi antara 39 – 57% menjadi 0% alias membayar penuh tarif normal. Kombinasi dari kedua model di atas adalah:

Total Pendapatan >= Total BPP + Investasi
( jumlah konsumsi golongan bersubsidi * tarif bersubsidi) + subsidi listrik dari pemerintah + (jumlah konsumsi golongan tanpa subsidi * tarif normal tanpa subsidi) + (jumlah konsumsi mewah * tarif di atas tarif normal) >= Total BPP + Investasi

Total pendapatan minus bagian konsumsi mewah diprediksikan sama dengan total BPP dan investasi. Tambahan konsumsi mewah menjadikan prediksi pendapatan lebih besar dari pengeluaran sehingga bisa dianggap sebagai keuntungan. Model pendapatan bisa ditulis sebagai berikut:

Total Pendapatan = Total BPP + Investasi + Keuntungan

Dengan adanya bagian keuntungan ini tentunya PLN akan memiliki keleluasaan untuk melaksanakan program perbaikan pelayanan kepada pelanggan, terutama isu-isu yang sering dikeluhkan banyak pelanggan. Keluhan utama yang sering diajukan pelanggan karena memberi dampak yang sangat besar terhadap kegiatan mereka adalah tentang pemadaman listrik yang sering frekuensinya, pemadaman yang mendadak tanpa pemberitahuan, dan pemadaman yang lama jangka waktunya. Tanggapan dari PLN umumnya beralasan karena sedang dilakukan perawatan rutin terhadap pembangkit sehingga kapasitas listrik menjadi berkurang dan perlu dilakukan pemadaman. Dengan adanya tambahan dana di atas tentunya dapat diusahakan suatu sistem perawatan rutin yang tidak mengganggu ketersediaan listrik bagi pelanggan misalnya dengan menyediakan pembangkit cadangan yang tentunya juga amat sangat diperlukan dalam penanganan “disaster recovery” bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap pembangkit yang ada. Dengan bisa diatasinya semua keluhan pelanggan maka tingkat kepuasan pelanggan meningkat dan demikian juga kepercayaan pelanggan kepada PLN akan meningkat. Pelanggan yang puas akan lebih sangat koperatif dalam merespons kebijakan PLN di masa depan. Seperti yang dinyatakan oleh Mark Bonsall, GM Customer Service Salt River Project, perusahaan listrik di Arizona (9): “When you run a utility, something will always go wrong: the weather, fires, an auto accident taking our poles. When problems do arise we know we’ve built up a reserve pool of goodwill that we can call on to keep our customers calm while we fix the problem. If, however, our customers were already dissatisfied with our service, all it would take would be the smallest problem to send them over the edge.

Ringkasnya, segala kenaikan dapat dipahami oleh pelanggan sebagai suatu hal yang perlu asalkan kenaikan tersebut memberi dampak positif langsung kepada pelanggan. Pelanggan akan ikut dengan kenaikan tarif yang dilakukan asalkan pelayanan yang diberikan oleh PLN menjadi lebih baik dan lebih responsif.

Rujukan
(1) Pengusaha Minta Ditunda, PLN Usulkan Kenaikan TDL 30-80%. http://anekainfo.net63.net/?p=149 . 18 Juli 2008.
(2) Naikkan Tarif, API Gugat PLN. http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/31/time/191251/idnews/433087/idkanal/10 . 31 Agustus 2005
(3) Poksi VII FPKS Tolak Kenaikan TDL dan Minta PLN Diaudit. http://www.eramuslim.com/berita/nasional/poksi-vii-fpks-tolak-kenaikan-tdl-dan-minta-pln-diaudit.htm . 24 Januari 2006.
(4) Asal Tak Bebani Rakyat, DPR Setujui Kenaikan Tarif Listrik. http://www.detikfinance.com/read/2009/09/10/125001/1200678/4/asal-tak-bebani-rakyat-dpr-setujui-kenaikan-tarif-listrik . 10 September 2009.
(5) TIKoMeter Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi, BPPT. http://tikometer.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=332&Itemid=52 . 27 Februari 2008.
(6) Subsidi Listrik / PSO Tahun 2008. PLN. http://www.pln.co.id/Portals/0/dokumen/Subsidi%20Listrik%202008%20(PSO).pdf
(7) Marginal Cost. http://en.wikipedia.org/wiki/Marginal_cost .
(8) Tarif Listrik Progresif Pelanggan PLN Mulai Berlaku . http://infokito.wordpress.com/2008/03/02/tarif-listrik-progresif-pelanggan-pln-mulai-berlaku/ . 2 Maret 2008.
(9) Satisfaction: How Every Great Company Listens to the Voice of the Customer. Chris Denove, James Power. Portfolio Trade, 2007. Hal. 36-37. http://books.google.co.id/books?id=PzSnr1xjOpUC&pg=PA19&lpg=PA19&dq=%22impact+of+customer+satisfaction%22&source=bl&ots=4Es2GjgZ9T&sig=3poseZAyA5XKqtAjhB-F2nNlAc8&hl=id&ei=DFu8StbgBNCCkAW1gPGdDQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=4#v=onepage&q=%22impact%20of%20customer%20satisfaction%22&f=false

Melongok Beberapa Potensi Ekonomi sektor Kelautan Batam

Batam sudah dikenal sebagai kota industri dan kota wisata. Pelabelan sebagai kota industri ditandai dengan banyaknya perusahaan industri yang berlokasi di Batam baik perusahaan dalam negeri maupun perusahaan luar negeri, dan demikian pula dari sisi ketenagakerjaan sektor industri paling dominan dalam menyerap tenaga kerja yaitu mencapai 30,3 persen, kemudian disusul sektor perdagangan (20.4 persen), sektor jasa kemasyarakatan (14,9 persen) dan sektor pertanian (13,2 persen). Wisata di Batam juga sangat berkembang terutama karena kedekatan dengan Singapura dan Malaysia, Batam ikut terciprat kunjungan wisatawan yang mengunjungi kedua negara tersebut. Selain itu bagi penduduk Singapura dan Malaysia Batam menjadi alternatif berwisata yang murah terutama karena disebabkan nilai tukar rupiah yang relatif lemah terhadap kedua mata uang negara tersebut. Hal ini terlihat dari komposisi 4 besar wisatawan mancanegara yang mengunjungi Batam yaitu dari Singapura (61,47 persen), Malaysia (14.67 persen), Korea Selatan 2,72 persen) dan India (2,30 persen).

Bagaimana dengan sektor lain? Ternyata di luar kedua sektor di atas beberapa sektor, walaupun sekarang belum muncul ke permukaan, memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan. Salah satu yang akan dilihat di sini adalah sektor kelautan.

Batam sebagai pulau berarti dikelilingi oleh lautan, dan memiliki hamparan pinggir pantai yang panjang. Potensi pantai ini sudah dimanfaatkan oleh sektor pariwisata melalui pendirian resort, hotel dan restoran yang mengeksploitasi keindahan pantai sebagai daya tariknya, bisa disebut di sini: Nongsa Point Marina Resort, Turi Beach Resort, Golden Prawn Restaurant, dan lain-lain. Yang masih kurang dikembangkan adalah peluang dari wisata alam laut yang biasanya dilakukan dengan petualangan lewat menyelam (diving dan snorkling). Belajar dari apa yang dilakukan di satu pulau sekitar Lombok, NTB yaitu pulau Gili Trawangan Kawasan tersebut dikelola oleh masyarakat setempat, mereka menyediakan berbagai prasarana wisata di pulau tersebut: rumah makan, penginapan, penyewaan alat-alat renang dan selam, penyewaan sepeda, dan penyewaan perahu. Penduduk mengajak pengunjung dengan perahu yang dasarnya diberi kaca berkeliling pulau agar bisa melihat keindahan dasar laut. Hal demikian dapat juga diterapkan di Batam.

Salah satu potensi laut lain yang dapat dikembangkan di Batam adalah rumput laut. Rumput laut baik dibudi-dayakan di pinggir pantai terutama pada perairan yang terlindung dari terjangan langsung ombak laut lepas. Rumput laut tumbuh di dasar laut yang masih bisa tertembus cahaya matahari. Kondisi ini amat sesuai dengan perairan pantai di Batam yang secara geografis cukup terlindung dan memiliki ombak yang kecil, serta memiliki hamparan dasar laut yang relatif dangkal. Di beberapa tempat di Batam sudah tampak dilakukan budidaya rumput laut ini seperti di Barelang, yang banyak dikenal orang di pulau Setokok. Orang Batam senang membeli rumput laut basah langsung dari tempatnya untuk kemudian diolah menjadi manisan rumput laut yang enak dimakan dalam menu es campur.

Lalu dimana nilai lebih dari rumput laut ini? Pemanfaatan dalam skala industri yang sudah kita kenal dari rumput laut adalah untuk agar-agar. Produk agar-agar sudah dikenal luas sebagai makanan dan juga banyak digunakan untuk tambahan dan campuran makanan lainnya. Keunggulan agar-agar adalah sifat jeli-nya yang membuat makanan menjadi lebih kenyal. Selain itu produk agar-agar ini juga digunakan oleh industri obat-obatan dan kosmetika untuk membuat produk seperti kapsul, lipstik, pelapis gel, dan lain-lain. Rumput laut juga dikonsumsi baik langsung maupun diolah terlebih dahulu. Konsumsi langsung rumput laut ini dipercayai oleh orang Korea dapat memberi umur panjang. Sehingga di negara Korea dan Jepang sudah berkembang industri makanan yang disebut Nori. Jenis Nori yang siap makan ini bisa ditemukan di beberapa supermarket di Batam seperti Top 100 dan Jodoh Centre yang warnanya hitam dan bentuknya seperti lembaran kertas, atau kalau yang setengah jadi berbentuk seperti mie kering dan berwarna hitam yang biasa digunakan sebagai tambahan dalam membuat sop dan mie. Nah sekarang bisa dibayangkan banyaknya pihak yang memerlukan rumput laut sebagai bahan dasar produknya.

Nah, bagaimana dengan ikannya? Mustinya kan pantai dan laut berhubungan dengan potensi ikan yang ada di dalamnya. Hm benar juga ya. Penulis selama di Batam belum pernah mendengar adanya Tempat Pelelangan Ikan (TPI), mungkin memang kurang gaul kali ya, karena yang lebih diingat adalah tempat dimana ikan olahan dijual (yang enak dan sedap tentunya) seperti sop ikan di Nagoya, ikan asam manis di Windsor, ikan bakar di Citra Batam, dan banyak rumah makan berlabel ikan lainnya. Ada produk ikan tentunya ada pasokan ikan segarnya. Kelihatannya Batam belum mengoptimalkan fungsi TPI ini yaitu sebagai tempat pertemuan antara pembeli dan penjual ikan. Di dalam TPI diharapkan semua potensi ikan yang didapat dari perairan laut Batam diperjual-belikan di TPI ini, sehingga melalui TPI pembeli bisa mendapatkan semua keperluan ikan dan produk laut lainnya dalam satu tempat (one stop service). Melalui terpusatnya jual beli ikan di TPI maka tingkat harga jual-beli bisa dikontrol sehingga memberi keseimbangan antara keuntungan bagi pembeli (dalam hal ini nelayan) dan penjual (pedagang dan pemakai langsung). Dengan adanya TPI tentunya diharapkan semangat para nelayan untuk berproduksi menjadi lebih baik, demikian juga karena penjual bisa dengan mudah mendapatkan bahan baku ikan maka usaha-usaha yang berkaitan dengannya bisa menjadi lebih berkembang. Dalam kondisi seperti ini diharapkan tingkat ekonomi para pelaku ekonomi ikan ini dapat meningkat dan memberi dampak positif bagi perkembangan ekonomi Batam dan nasional.

Satu lagi nilai lebih dari TPI yaitu bahwa keberadaan TPI juga bisa dimanfaatkan lebih lanjut sebagai salah satu tujuan wisata seperti di kawasan Ancol dan Marunda, Jakarta dimana disekitar TPI juga disediakan rumah makan untuk membantu pembeli mengolah ikan yang dibelinya untuk bisa disantap langsung di tempat sambil menikmati keindahan pantai dan aktivitas yang dilakukan di TPI tersebut.

Demikianlah sekilas tiga potensi ekonomi dari kelautan Batam yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut. Dan tentunya masih banyak lagi potensi yang ada seperti kerang untuk makanan maupun kerajinan tangan. Ternyata memang kelautan Batam masih banyak bisa memberi manfaat, tinggal menunggu tangan-tangan inovatif dan kreatif.

Sumber statistik:
Berita Resmi Statistik Kepri. http://kepri.bps.go.id

Why Invest in Batam ?

Dear investor,
There are five main reasons to invest in Batam. Batam has:

1. Competitive labour wage

Indonesia’s labour wage including in Batam is still lower than labour wage in Malaysia and Vietnam. Labour wage comprise of about 20 percent of industry cost, so saving in labour wage can reduce industry cost. So in Batam industry can produce the same product with lower cost, but they can sell the product in normal price so they can get higher profit.

2. Complete infrastructure to support industry

There are some industrial estates located in Batam. Each industrial estate is supported with electric supply, gas supply, water supply, communication infrastructure, waste management facities, good security, and good transportation infrastructure. Those are managed professionally by the estate management corporation. Even a few of industrial estates provides employee dormitory with its complete supporting facilites such as market, post office, mosque, church, community centre, and shopping centre. By locating your business in industrial estate you can focus to the development of the business itself and of course you can reduce expense (compare if you built your own factory from the scratch).

3. Condusive investment and industry policy

• Batam local government has implemented the One Stop Services (OSS) system for managing permit documents such as location permit document, industry permit document, etc. With this system, it is easy and fast to request required documents for business purpose.
• Batam is free trade zone, there is tax deduction for industry operating in this FTZ area. Your product will have low production cost and that means the product is competitive in international trade.

4. High skilled labour availability

Batam already has some good technical schools and universities with industrial related program studies. The graduates from these schools can be the source of skilled labour. High skilled labour can also easily recruited from other areas in Indonesia such as Java and Sumatera.

5. Strategic location

With location that near Singapore, Batam is suitable for factory relocation that currently located in that island country. This strategic location also provides flexibility in logistics and supplier sources.

So what are you waiting for ? … Come and see, Batam is waiting for your visit and your investment. WELCOME..