Tag Archive | anak

Pendidikan Yang Membangkitkan

Tanggal 20 Mei diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Pada tanggal tersebut tahun 1908, tiga murid Sekolah Kedokteran Jawa (Stovia) yaitu Sutomo, Gunarwan dan Suraja atas saran seorang dokter Jawa Mas Wahidin Sudiro Husodo yang memiliki program pengumpulan dana untuk bantuan beasiswa sekolah bagi putra-putri Jawa mendirikan satu organisasi untuk mempromosikan budaya Jawa yang diberi nama Budi Utomo. Tujuan organisasi yang ingin memajukan nusa dan bangsa melalui pendidikan, pertanian, perdagangan, teknologi, dan kebudayaan ini kemudian membawa Budi Utomo sebagai pelopor bagi pergerakan nasional yang terorganisasi di Indonesia, yang kemudian memompa semangat pemuda pelajar dan mahasiswa lainnya untuk berorganisasi dan memperjuangkan nasionalisme Indonesia. Demikianlah sampai hari ini tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

Kebangkitan nasional di tahun 1908 dimotori oleh mahasiswa kedokteran jaman itu, demikian juga perkembangan selanjutnya sejarah membuktikan bahwa gerakan nasionalis Indonesia jaman sebelum kemerdekaan mendapatkan pemimpin dari kalangan lulusan sekolah di Jawa yang setingkat dengan universitas. Tahun 1912 tiga serangkai Ki Hajar Dewantoro yang pernah mengenyam pendidikan Sekolah Kedokteran Jawa, Douwess Dekker dan Tjipto Mangunkusumo (keduanya dokter lulusan Sekolah Kedokteran Jawa) mendirikan Indische Partij, partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Pada tahun 1922 Ki Hajar Dewantoro mendirikan Perguruan Taman Siswa yang menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada anak didiknya. Sutan Syahrir tamatan AMS Bandung menjadi salah satu pemrakarsa Jong Indonesie atau Pemuda Indonesia yang menjadi himpunan pemuda Nasionalis yang kemudian menyelenggarakan Kongres Pemuda Indonesia yang mencetuskan Sumpah Pemuda 1928. Kemudian pada tahun 1929 organisasi Perserikatan Nasional Indonesia didirikan oleh Sukarno yang tamatan Sekolah Teknologi Bandung dan Tjipto Mangunkusumo. Itu hanya beberapa kilasan sejarah yang menunjukkan peran kaum intelektual dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dari uraian di atas ingin ditekankan bagaimana pendidikan bisa berperan besar dalam perkembangan dan kemajuan suatu bangsa dan negara, termasuk Indonesia. Belanda masuk ke Indonesia sejak tahun 1596 dan mulai secara bertahap memperlakukan Indonesia sebagai koloninya di Asia. Setelah lama mengeksploitasi kekayaan alamnya, baru sejak tahun 1900-an pemerintah Belanda mulai berbaik hati mendirikan sekolah untuk kalangan Indonesia. Tahun 1903 ada sekitar 1700 sekolah dengan 190 ribu murid, dan pada tahun 1913 bertambah menjadi 7000 sekolah diantaranya 3500 sekolah desa dengan total 227 ribu murid. Kesempatan yang diberikan ini masih terbatas pada pendidkan dasar sehingga siswa Indonesia yang mampu dan ingin menempuh pendidikan yang lebih tinggi mau tidak mau harus masuk ke sekolah berbahasa Belanda dan pergi ke Belanda untuk melanjutkan belajar di universitas. Pendirian universitas hanya bisa dilakukan bila sebagian besar penduduknya sudah melek huruf. Sebelum tahun 1914 hanya sedikit siswa Indonesia yang berhasil sampai ke universitas di Belanda, namun setelah 1918 jumlahnya meningkat. Pergaulan para siswa dengan siswa Belanda dan pengalaman mereka mendengar, melihat dan mempelajari kebangkitan nasional bangsa-bangsa di Eropa saat itu (pembebasan Polandia, Cekoslowakia, negara-negara Baltik, Irlandia, dan lain-lain) menggugah jiwa nasionalisme pelajar Indonesia ini.

Inilah yang disebut kelompok terdidik yang diperlukan oleh Indonesia saat itu yaitu kelompok orang dalam masyarakat yang mampu mempergunakan intelegensia dan cara berpikir analitiknya baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya untuk membawa dirinya dan orang lain ke kondisi yang lebih baik. Dan hasil kerja dan perjuangan para kelompok terdidik ini bisa kita lihat melalui sejarah kemerdekaan Indonesia yang sampai ke titik akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 saat diproklamasikan kemerdekaan negara Republik Indonesia oleh Sukarno – Hatta.

Pendidikan seperti apa yang bisa mencetak kelompok terdidik ini ? Sekolah sebagai intelectual factory saat ini lebih menekankan pada hasil akhir yaitu nilai. Di masa-masa menjelang ujian nasional bisa dilihat kesibukan menggapai hasil akhir dengan berbagai cara, terutama cara yang instan seperti bimbingan belajar dan try-out. Siswa dipaksa dalam waktu yang singkat untuk latihan soal-soal yang potensial keluar pada ujian nasional. Tidak terlalu diperhatikan apakah siswa mengerti proses problem solving di balik penyelesaian soal tersebut, yang lebih diutamakan adalah bahwa siswa tahu jawaban untuk pertanyaan tersebut, entah dengan hapalan ataupun rumus cepat. Ironisnya lagi persiapan model instan ini bukan hanya dipraktekkan oleh orang tua tetapi terutama oleh sekolah dan guru. Hasil gemilang pendidikan yang model begini adalah siswa yang bisa menjawab pertanyaan atau soal tapi tidak bisa menjabarkan darimana jawaban didapat secara keilmuan. Dan pada dunia pekerjaan sudah bisa terlihat sekarang ini adalah aparat pemerintah yang menjawab persoalan kemasyarakatan dengan solusi yang umum tanpa bisa berinovasi dan mempertimbangkan secara komprehensif dampak yang ditimbulkan oleh solusi tersebut. Akibatnya suatu keputusan bisa diganti dengan keputusan lain hanya dalam hitungan hari dan minggu dari keputusan dibuat, bahkan yang menyedihkan keputusan tersebut hanya sampai pada keputusan tertulis tanpa ada implementasinya karena digugat oleh pihak yang menjadi subyek dari keputusan tersebut. Model pendidikan yang seperti ini tidak bisa dipertahankan karena tidak mendukung terbentuknya kelompok terdidik yang diharapkan.

Bila kita kembali pada apa yang dipesankan oleh UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I pasal I : “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”, ada beberapa poin yang penting untuk diperhatikan agar pendidikan bisa menghasilkan kelompok terdidik seperti tokoh dan bapak bangsa di atas.

Pendidikan harus secara aktif mengembangkan potensi diri anak didik. Pendidikan merupakan proses dua arah. Guru berperan menyampaikan materi belajar kepada anak didik dan memfasilitasi anak didik dalam belajar secara terstruktur. Murid merupakan obyek sekaligus subyek dari proses pendidikan. Sebagai obyek murid menjadi target dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang disampaikan dalam proses pendidikan. Namun bukan sebagai obyek yang diam, bukan seperti robot yang diisi dengan program sehingga bisa menjadi pintar. Anak didik juga merupakan individu yang sedang berkembang menuju kedewasaan, individu yang senang bereksplorasi, dan yang paling penting adalah individu yang unik satu sama lainnya. Masing-masing individu memiliki minat sendiri yang belum tentu sama dengan individu lainnya, memiliki tingkat penerimaan (intelegensi) yang berbeda antar individu, memiliki latar belakang sosial yang berbeda, dan banyak hal lainnya yang berbeda dari individu ke individu. Oleh karena itu pendidikan harus memberi ruang gerak bagi individu untuk belajar sesuai dengan minat, cara dan kecepatan dari masing-masing individu. Anak didik selain mendapatkan materi pelajaran dari guru juga dipandu untuk bebas mendapatkan maupun mengembangkan materi yang dipelajari lewat sumber-sumber lain seperti dari pengamatan terhadap lingkungan hidup anak didik (keluarga, tetangga, masyarakat), dari bacaan yang dibacanya (koran, majalah, artikel di internet, dan lain-lain), dari diskusi dengan sejawat, dan lainnya. Dengan kebebasan ini anak didik akan tertuntun mengembangkan potensi dirinya sehingga menjadi individu yang aktif, kritis, demokratis, bisa bekerjasama, dan percaya diri.

Pendidikan harus memberi bekal yang cukup kepada anak didik untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan dimana mereka tinggal. Jadi pendidikan bukan sekedar membuat anak didik memiliki pengetahuan tetapi juga harus melengkapi anak didik dengan ketrampilan dan kematangan diri yang bisa membantunya dalam menjalani kehidupan. Dalam hal ini pendidikan harus selalu menghubungkan diri dengan lingkungan yang dihadapi anak didik saat itu. Dengan selalu berelasi dengan lingkungan berarti anak didik tertuntun untuk peduli pada isu yang sedang terjadi di dalam masyarakat, bangsa dan negara. Kepedulian ini kemudian digabungkan dengan potensi diri, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki anak didik akan membawa mereka untuk menganalisa, mengolah dan memikirkan solusi dan inovasi yang bisa dilakukan oleh dirinya maupun oleh masyarakatnya untuk memperoleh masa depan yang lebih baik untuk dirinya sendiri, keluarga, masyarakat lingkungannya, dan tentunya bagi bangsa dan negaranya.

Demikianlah untuk mencetak manusia Indonesia yang berkualitas seperti tokoh dan bapak bangsa jaman sebelum kemerdekaan dulu perlu dilakukan perbaikan pada tata cara pendidikan dan pembelajaran pada anak didik di sekolah-sekolah di negeri ini. Bukan hanya mengejar kelulusan 100 persen saja tapi juga membentuk pribadi anak didik yang handal, tahan banting dan peduli dengan kepentingan bangsa dan negara. Dengan demikian bangsa Indonesia bisa mengalami bentuk Kebangkitan Nasional yang terus menerus hari ini dan di masa datang berkat inovasi dan pemikiran jernih dari anak bangsanya.

Pustaka
Bernard H.M. Vlekke. Nusantara: Sejarah Indonesia. Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta. 2008.

(versi lengkap dari artikel yang pernah ditayangkan di rubrik OPINI Harian Batam Pos, 19 Mei 2009)

Advertisements

YOUR FUTURE IS ALREADY HERE

Sebagian orang mengatakan masa depan merupakan suatu hal yang abstrak, sulit diterka dan diantisipasi. Masa depan dianggap sebagai sesuatu yang sudah ditentukan dari atas. Apapun yang akan terjadi harus tetap dijalani, sehingga dibilang terlalu menguras tenaga dan pikiran bila orang harus memikirkan masa depan jauh-jauh hari sebelumnya. Seperti dikatakan oleh Dietriech Fischer Dieskari “The future? Like unwritten books and unborn children, you don’t talk about it“.

Tetapi sebagian orang lain berpikiran lain tentang masa depan. Bila kita berkaca pada sejarah, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa peristiwa yang akan terjadi di masa depan pada dasarnya merupakan pengulangan peristiwa yang sudah pernah terjadi di masa lalu dan peristiwa yang sedang terjadi di hari ini, walaupun tidak 100 persen sama masih dibedakan dengan variasi dan keunikan dari masing-masing peristiwa itu. Sejalan dengan yang dikatakan oleh William Gibson bahwa “The future is already here, it’s just not evenly distributed”. Faktor yang jelas membedakan antara peristiwa masa lalu, masa sekarang dan masa depan adalah aktornya. Di lingkup keluarga, di masa lalu peristiwa yang mirip tersebut terjadi dengan aktor orang tua kita, masa kini terjadi aktor adalah diri kita sendiri, dan sementara untuk masa depan pastinya peristiwa tersebut akan terjadi dengan aktor anak kita.

Moral yang harus dipelajari dari peristiwa yang berulang tersebut adalah harusnya generasi yang lebih muda bisa menghadapi peristiwa tersebut dengan lebih baik dari generasi sebelumnya. Dengan mempelajari sejarah orang tua kita, kita bisa mengenal dengan baik keberhasilan / kelebihan dan kekurangan / kelemahan dari tindakan yang pernah dilakukan, sehingga di masa kini kita bisa merencanakan segala sesuatunya dengan tentunya mengurangi faktor kekurangan / kelemahan tersebut. Faktor keberhasilannya bisa kita tiru.

Keputusan untuk memiliki masa depan yang gemilang ditentukan oleh keputusan kita dalam merancang masa depan. Seperti yang dikatakan oleh Kahlil Gibran “We choose our joys and sorrows long before we experience them”. Kesuksesan kita dalam menyikapi masa depan yang cerah ditentukan oleh keputusan kita sekarang dalam mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan nanti. Tidak adanya persiapan ataupun persiapan yang asal-asalan dapat menuntun kita pada masa depan yang jauh dari harapan, dan persiapan yang matang dan baik dapat menuntun kita pada masa depan yang sesuai dengan yang kita harapkan.

Demikian pula halnya yang perlu diterapkan dalam perencanaan masa depan anak-anak kita. Contohnya dalam urusan pendidikan, kita berharap banyak bahwa pendidikan yang akan dijalani oleh anak-anak kita bisa lebih baik dan lebih tinggi tingkatannya dari yang pernah kita alami. Dari pengalaman yang ada dalam diri kita, kita bisa menilai apa-apa yang baik bagi anak kita. Misalnya yang kita alami sewaktu masih bersekolah, orang tua kita mempersiapkan pendidikan bagi kita sampai level sarjana, maka untuk anak kita nanti kita mencoba mempersiapkan pendidikan sampai level magister. Dari situ, kita juga bisa belajar bagaimana strategi orang tua kita dalam membiayai pendidikan kita.

Orang tua saya memiliki filosofi mengalir, menabung bila ada dana yang bisa ditabung. Hal ini tidak terlepas dari kondisi yang ada yaitu keluarga dengan enam anak yang menggantungkan seluruh pembiayaan pendidikan kepada gaji ayah yang seorang pegawai negeri dengan jabatan lumayan saat itu. Yang saya ingat beratnya beban orang tua terutama pada saat penerimaan siswa baru, apalagi bila ada lebih dari satu anak yang harus masuk ke jenjang lebih tinggi. Itulah kenapa pula mulai dari saya anak ke empat dan seterusnya pada saat memasuki jenjang SMP sudah diarahkan untuk masuk ke sekolah negeri yang relatif lebih murah dalam pembiayaan, padahal sebelumnya kakak saya pindah ke sekolah negeri mulai jenjang SMA. Namun untungnya karena kami cukup pandai kami bisa masuk ke sekolah negeri yang bagus di lingkungan Jakarta Barat sehingga perpindahan yang kami alami tidak men-down-grade kualitas pendidikan yang kami terima. Dan untungnya lagi dengan pendanaan yang cukup ketat semua anak dapat mengenyam dan menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana baik di universitas swasta maupun universitas negeri. Namun di luar itu kami cukup mengalami pengalaman bagaimana harus memiliki kelebihan agar bisa bersekolah di sekolah yang bagus dan murah, dan juga bagaimana kami harus berhemat untuk bisa membiayai hidup sehari-hari dan membeli kebutuhan pendidikan kami.

Demikianlah walaupun dari pengalaman itu keberhasilan bisa kami dapatkan, namun ada hal-hal yang bila dipikir lebih lanjut cukup mengandung resiko yang besar terhadap kelangsungan pendidikan kami saat itu. Bagaimana bila pada saat itu tiba-tiba ayah yang merupakan sumber penghasilan keluarga karena sesuatu hal kehilangan penghasilannya? Dan itu benar-benar kami alami, yang untungnya terjadi pada saat beberapa dari anak sudah bisa mandiri membiayai diri sendiri dan pada akhirnya bisa membantu membiayai kuliah kedua adik terakhir. Saya ingat saat itu, saya sedang menyelesaikan skripsi saya ketika ayah terserang stroke berat sehingga harus dirawat di rumah sakit dan dalam hitungan bulan harus dipensiunkan dini. Bagaimana bila serangan itu terjadi saat saya masih SMA, apakah saya masih bisa kuliah seperti saat itu ? Adik-adik saya ?

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka terlintas bahwa walaupun kita bisa optimis terhadap masa depan, ada satu faktor tantangan yang harus ditangani dengan lebih seksama yaitu faktor resiko. Banyak resiko yang bisa terjadi selama antar waktu sejak direncanakan sampai hari H tiba. Faktor resiko ini bila tidak diantisipasi dengan baik bisa menggagalkan perencanaan yang sudah secara rapi kita buat. Misalnya dalam contoh persiapan pendidikan anak di atas, faktor resiko bisa seperti orang tua di PHK saat anak di SMU, orang tua sakit, orang tua kecelakaan atau misalnya meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan itu tadi. Ancaman dari faktor resiko tersebut adalah bahwa sumber dana yang akan digunakan untuk pembiayaan menjadi berkurang atau hilang sama sekali. Pada kondisi ini bahkan rencana yang sudah dibuat sebaik mungkin bisa gagal implementasi karenanya.

Salah satu instrumen keuangan yang bisa membantu kita dalam mengantisipasi faktor resiko di atas adalah asuransi. Dengan berasuransi berarti kita memindahkan resiko yang seharusnya kita tanggung kepada pihak lain yaitu dalam konteks ini adalah perusahaan asuransi. Pihak yang memindahkan resiko dalam istilah asuransi disebut tertanggung, sementara perusahaan asuransi yang menerima resiko untuk ditanggung disebut penanggung. Tertanggung bisa sebagai pribadi, kelompok maupun organisasi. Sebagai ganti dari dari pertanggungan resiko yang diambil alih tersebut, perusahaan asuransi menerima pembayaran premi dari tertanggung. Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 merupakan salah satu contoh perusahaan asuransi yang beroperasi di Indonesia.

Banyak jenis resiko yang sekarang sudah bisa diasuransikan seperti resiko kehilangan jiwa, resiko cacat badan, resiko terhadap gangguan kesehatan, resiko kebakaran terhadap gedung, resiko kecelakaan terhadap kendaraan, resiko tidak sanggup membayar, dan lain-lain. Resiko kehilangan jiwa, cacat badan dan gangguan kesehatan bisa mengganggu ataupun menghentikan kelangsungan sumber dana keluarga, terlebih lagi bila yang tertimpa adalah kepala keluarga. Resiko kebakaran terhadap rumah bisa mengganggu kehidupan kita karena kehilangan rumah tinggal dan isinya yang otomatis menyita perhatian dan dana kita untuk memikirkan dimana tinggal sementara, untuk membangun kembali rumah dan mengganti isinya. Bisa dibayangkan bila kita tidak punya dana cadangan untuk itu. Resiko tidak sanggup membayar biasanya diterapkan pada kartu kredit bisa menghindari dari ketidaknyamanan kita dikejar-kejar oleh debt collector.

Manfaat berasuransi dalam contoh persiapan pendidikan anak yang dibahas sebelumnya misalnya kita mencoba mengantisipasi resiko bila di tengah jalan ayah atau ibu yang menjadi sumber pendanaan bagi pendidikan anak meninggal dunia. Produk asuransi yang bisa diambil adalah asuransi jiwa, misalnya dari AJB Bumiputera 1912. Pihak tertanggung membayar premi dalam jangka waktu tertentu misalnya 10 tahun untuk mendapat pertanggungan bila kejadian yang tidak diharapkan tersebut terjadi, baik selama waktu kita masih harus membayar premi maupun setelah masa pembayaran premi selesai. Bahkan biasanya bila resiko terjadi masih dalam masa pembayaran premi tertanggung menjadi bebas dari kewajiban meneruskan pembayaran premi tersebut. Dengan pertanggungan ini si anak bisa terus melanjutkan apa yang sudah direncanakan orang tuanya walaupun tanpa kehadiran fisik si orang tua. Dengan mengikuti asuransi jiwa seperti di atas berarti kita bisa membebaskan diri dari salah resiko yang dapat menggagalkan rencana pendidikan masa depan anak kita.

Dengan perencanaan yang baik yang kita buat hari ini dan dikawal oleh asuransi, kita bisa lebih percaya diri bahwa masa depan kita dan keluarga kita akan berada di jalur yang benar sesuai dengan yang kita harapkan. “We choose our joys and sorrows long before we experience them”. Sekarang keputusan ada di tangan anda.

Layanan “I am Here Mom Dad”

Sebagai ayah dari 2 anak yang masih relatif kecil: umur 6 tahun dan 4 tahun, sudah bersekolah kelas 1 SD dan TK A, saya sering kali menghadapi kekuatiran pada keberadaan anak saya. Yang paling terasakan adalah saat terlambat menjemput anak baik pulang sekolah maupun pulang kursus. Kadang anak mengisi waktu menunggu ayah atau ibunya datang dengan bermain bersama teman-temannya jauh dari tempat menunggu biasanya dan tidak menghiraukan bahwa ayah/ibunya akan mencari di tempat biasanya. Pada momen kebingungan mencari sampai muncul kekuatiran tersebut sering sekali terpikir “wah, harusnya si anak dikasih ponsel saja biar gampang dihubungi.”, tetapi pada momen normal pikiran lain muncul “bila si anak dikasih pegang ponsel, apa saja ya yang perlu dikunci agar tidak dipakai untuk hal-hal yang ngga diingini …”. Biasanya malah membuat saya tersenyum sendiri, “ wah orang tua ini maunya enak saja.”

Tetapi memang perlu bagi orang tua untuk bisa mengetahui keberadaan anaknya setiap saat. Secara psikologis memberi dampak tenang bagi orang tua dan sekaligus memberi informasi yang cukup bagi orang tua untuk bereaksi bila diperlukan. Sementara bagi si anak dengan mengetahui bahwa orang tua mengetahui keberadaannya juga memberi dampak aman dan percaya bagi si anak. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kondisi ini bisa terjadi ? Orang tua dapat mengetahui keberadaan anaknya suatu saat sedang dimana ?
Bila berkaca pada pengaplikasian GPS (Global Positioning System) untuk menginformasikan kepada pengemudi mobil jalan mana yang saat itu sedang macet dan jalan alternatif mana yang bisa ditempuh tanpa macet, maka model yang hampir serupa tapi mungkin jauh lebih sederhana bisa diterapkan untuk membantu mendeteksi keberadaan si anak dan menginformasikannya kepada orang tuanya.

Si anak perlu membawa “sesuatu” yang digunakan sebagai identifikasi, “sesuatu” ini perlu didaftarkan kepada pihak penyedia jasa sehingga penyedia jasa memiliki data: nama anak, nomor ponsel orang tua, dan tempat-tempat yang sering dikunjungi. “Sesuatu” ini diharapkan selalu dibawa oleh si anak saat bepergian, jadi mungkin “sesuatu” ini bisa dilekatkan di barang yang digunakan oleh si anak. Bila anak menggunakan kalung atau selalu membawa dompet mungkin “sesuatu” itu bisa dilekatkan di sana.

Di lokasi seperti sekolah, mall atau tempat kursus, dan tempat lainnya yang diantisipasi digunakan untuk mendeteksi keberadaan si anak, perlu dipasang alat yang dapat membaca sinyal dari “sesuatu” yang dibawa si anak. Mungkin mekanismenya sama seperti bila kita naik MRT di Singapura, dimana kita membawa kartu, dan pada saat kita akan masuk ke stasiun kita perlu melewatkan kartu tersebut di atas pembaca yang kemudian akan membaca kartu dan membukakan pintu agar kita bisa masuk ke stasiun. Perbedaannya adalah bahwa si anak tidak perlu secara eksplisit memperlihatkan “sesuatu” itu kepada pembaca, tetapi alat pembaca yang secara aktif mendeteksi saat si anak melewati alat tersebut dan membaca informasi dari “sesuatu”. Mungkin untuk kemudahan pembacaan bentuk alatnya akan seperti pintu detektor yang ada di bandara, dimana kita melewatinya dan alat pada pintu tersebut akan mengecek bila ada benda-benda yang mencurigakan.

Jadi pada saat si anak pergi ke sekolah dan misalnya “sesuatu” melekat di gantungan bersama kartu pelajar, sewaktu si anak melewati gerbang pendeteksi maka alat pembaca segera membaca data dari “sesuatu” mungkin untuk mendapatkan nomor identifikasinya. Nomor identifikasi si anak dan nomor lokasi alat pembaca kemudian dikirimkan ke pusat penerima untuk diolah lebih lanjut sehingga mendapatkan nomor ponsel dari orang tua si anak. Dengan data tersebut, aplikasi penyedia jasa kemudian mengirimkan sms kepada orang tua yang memberitahukan bahwa si anak pada waktu tersebut sudah tiba di sekolah dan positif memasuki sekolah.

Visualisasi dari proses yang dijabarkan di atas digambarkan di bawah ini.

I am Here Mom Dad

Segmen Pasar
Layanan yang saya sebut “I am here Mom Dad” dalam artikel ini akan memiliki segmen konsumen yang sangat besar. Karena bila ditanyakan lebih lanjut siapa sih orang tua yang tidak mau melindungi anaknya? Setiap orang tua berpotensi menjadi konsumen dari produk layanan ini, baik yang anaknya masih kecil maupun sudah remaja. Layanan ini kemungkinan besar akan mendapat sambutan yang positif dari kalangan orang tua. Layanan ini secara tidak langsung juga dapat mengurangi ketakutan dan kekuatiran orang tua terhadap trauma kasus penculikan yang pada tahun 2007 lalu secara statistik rata-rata lima kejadian per bulan.

Selain orang tua institusi lain yang bisa mengambil nilai positif dari layanan ini adalah sekolah. Aplikasi lebih lanjut dari layanan ini adalah bila dikoneksikan dengan pencatatan kehadiran siswa di sekolah. Sekolah akan memiliki catatan yang lengkap tentang keluar masuk setiap siswa dalam lingkungan sekolah, karena saat masuk dan keluar pasti secara otomatis alat pembaca akan selalu membaca “sesuatu” yang dibawa oleh siswa.

Infrastruktur
Yang diperlukan dari penyedia jasa adalah kerjasama dengan berbagai institusi yang terkait dengan aktivitas anak terutama untuk menempatkan alat pembaca “sesuatu” tadi. Penyedia layanan perlu bekerja sama dengan sekolah, tempat kursus, pengelola mall, toko buku, perpustakaan, pengelola sarana olah raga, dan lain-lain tempat yang sering menjadi tujuan bepergian anak-anak. Bahkan bila perlu juga alat pembaca “sesuatu” ditempatkan di kendaraan umum, sehingga orang tua terutama yang tinggal di Jakarta yang lokasi sekolah anaknya amat sangat jauh dari rumah bisa memantau “perjuangan” sang anak naik turun kendaraan umum dalam usaha menggapai pendidikan yang diidamkannya. Sementara infrastruktur lain yang berfungsi mengantarkan pesan dari alat pembaca ke aplikasi pengolah data, dan aplikasi pengirim SMS ke orang tua bisa menggunakan infrastruktur yang sudah ada.

Dari yang diuraikan di atas, layanan “I am Here Mom Dad”cukup feasibel dari sisi teknologi pendukung, sisi keuntungan yang bisa didapat penyedia layanan, dan sisi manfaat yang didapat oleh pengguna layanan. Dan yang pasti secara pasar pun sudah tersedia calon penggunanya yang salah satunya adalah saya, sekarang tinggal siapa yang mau memulai saja. Mudah-mudahan segera tersedia layanan ini, karena saya sebagai orang tua sangat mengidamkan adanya layanan model ini yang bisa sangat membantu saya dalam mengamati anak-anak selama saya tidak ada secara fisik di samping mereka, dan tentunya juga sangat membantu anak saya yang walaupun ayah dan ibunya tidak langsung ada di sampingnya tetap yakin bahwa kedua orang tuanya selalu ada pada saat mereka membutuhkannya. Tentunya demikian juga dengan orang tua yang lain.

Ayo nak: Bermain, Berkreativitas & Belajar dengan Komputer (part 2)

BAB I.  AYO BERMAIN

 

Bermain amatlah menyenangkan.  Kamu tentu punya banyak permainan di rumah yang bisa digunakan untuk bermain bersama teman-teman di seputar rumahmu. Atau di sekolah kamu bermain jungkat-jungkit, ayunan, atau petak umpet bersama teman sekolahmu.  Tapi pernahkah kamu sendirian saja?  Tentu pernah ya, misalnya sewaktu liburan sekolah.  Kebanyakan teman-teman mu pergi ke luar kota baik ke rumah kakek nenek mereka maupun dengan tujuan rekreasi saja, sementara kebetulan kamu tetap harus tinggal di rumah mungkin karena ayah ibu mu tetap harus bekerja.

 

Bete? Bosan di rumah?  Itu dulu.  Mulai sekarang tidak lagi karena kamu punya sudah punya teman yang bisa menemanimu kapan saja dan dimana saja.  Hm, siapa dia … kamu bisa tebak?  Ya tentu saja teman kita komputer.  Di bab ini kamu akan diperkenalkan dengan beberapa permainan yang bisa kamu mainkan di internet kapan pun kamu mau dan dimanapun kamu berada.

 

Susah? … jangan pernah berpikir susah karena kamu pasti bisa!  Ayo kita mulai perkenalan kita.

1.1.             AYO MENJELAJAH DUNIA MAYA

Untuk bisa berhubungan dengan internet kita memerlukan beberapa perangkat tambahan selain komputer yang kita punya.  Ayo ajak ayah ibu atau pembimbing mu untuk membaca bagian ini.

 

Kita memerlukan alat yang namanya modem.  Modem ini menghubungkan komputer kita dengan internet lewat sambungan telepon.  Komputer kita perlu menghubungkan diri ke pemberi jasa internet yang biasanya dilakukan seperti kita menelpon yaitu kita membuat panggilan telpon ke nomor telpon pemberi jasa internet tersebut.  Contohnya bila kita mau menghubungkan pemberi jasa internet Telkomnet Instan berikut konfigurasi informasi yang diperlukan.

 

 

 

Selain modem kita bisa juga menggunakan alat bernama Wireless Network.  Wireless network ini biasanya sudah ada bila kita menggunakan laptop atau notebook, atau bisa kita tambahkan ke komputer desktop.  Dengan wireless network ini kita bisa lebih mudah mendapatkan hubungan ke internet karena alat ini bisa memanfaatkan fasilitas hot-spot yang ada, kita tinggal menghubungkan diri saja dengan menekan tombol Connect di menu di bawah ini.

 

 

 

Anggap saja kita sudah berhasil menghubungkan diri dengan pemberi jasa internet.  Kita tinggal membuka program Internet Explorer yang tampilannya akan seperti di bawah ini.

 

 

 

HORE ! …  Kita sudah berhasil menghubungkan diri dengan internet, sekarang waktunya bermain.

1.2.             AYO BERPETUALANG BERSAMA DORA THE EXPLORER

 

Buat kamu yang belum kenal Dora the Explorer, dia adalah tokoh film kartun anak-anak yang disiarkan tv Indosiar dan sudah banyak beredar VCD nya yang sangat digemari oleh anak-anak.  Dora senang berpetualang membantu teman-temannya memecahkan masalah mereka.  Sekarang kita akan bermain bersama Dora, asik kan?

 

Kita ganti link di atas dari http://www.google.co.id menjadi http://www.nickjr.com/ sehingga tampilannya akan terlihat seperti di gambar bawah sebelah kiri atau bisa juga sedikit berbeda.  Kita klik tulisan Games seperti ditunjukkan gambar mouse tanda panah sehingga dimunculkan gambar di sebelah kanannya.

 

situs nickjr.com

situs nickjr.com

 
Klik di gambar Dora di bagian bawah sehingga menjadi membesar dan akan ditampilkan permainan Dora yang bisa kita pilih. Untuk kali ini kita pilih permainan Dora’s Mermaid Adventure, klik hingga gambarnya membesar. Kita sudah masuk ke permainan Dora’s Mermaid Adventure. Di permainan ini kita membantu Dora untuk membersihkan aneka sampah berupa kertas, kaleng, ban bekas, dan lain-lain yang ada di pantai dan dasar laut menggunakan vacuum cleaner. Yang perlu kamu lakukan adalah mengklik kiri mouse sambil mengarahkan vacuum cleaner ke sampah yang ada hingga sampah tersedot masuk ke vacuum cleaner.

 

 

 

 

 

Bila kamu bisa membantu Dora membersihkan semua sampah maka Dora akan mendapatkan mahkota permata.  Petualangan yang mengasikkan ya, dan setelah ini harus selalu ingat untuk membuang sampah di tempatnya dan ikut menjaga kebersihan lingkungan kita.

 

Kamu bisa melanjutkan bermain dengan Dora lewat game lainnya.  Selamat bermain.

1.3.             AYO MEMBANTU BOB THE BUILDER

 

Sekarang giliran kamu bermain dengan Bob the Builder.  Bob adalah tokoh film kartun yang bekerja sebagai pembangun rumah yang ulung.  Bob ditemani oleh temannya Wendy beserta mesin dan mobil yang membantunya.  Untuk bertemu dengan Bob arahkan link internet ke http://www.bbc.co.uk/cbeebies/bobthebuilder/, hingga internet explorer mu menampilkan gambar seperti di bawah ini.

 

 

bob the builder

bob the builder

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di bagian Fun and Games, klik More Fun and Games untuk melihat permainan apa saja yang bisa kita mainkan bersama Bob the Builder, hingga ditampilkan gambar seperti di bawah ini.

 

 

 

Kali ini kita pilih permainan Relay Race.

 

Untuk memulai permainan kita klik Play dan kita siap membantu Bob the Builder.  Pertama-tama kita diminta untuk membantu mencari perkakas spanner di rumah-rumah yang ada di Sunflower, caranya dengan mengklik kan mouse kita di tiap rumah yang ada.  Bila sudah ditemukan maka akan ditampilkan gambar di bagian kanan dan kita bisa melanjutkan ke permainan selanjutnya dengan mengklik tanda panah birunya.

 

game bob

game bob

 

 

 

 

 

 

 

Di permainan race ini kita berpacu dengan waktu untuk mengantarkan spanner ke garis finish.  Spanner ini akan berpindah-pindah tangan dari beberapa tokoh yang ada.  Yang perlu kita lakukan adalah menekan tombol Space Bar setiap kali di layar ditampilkan pesan “Press space now!” yang digunakan untuk membuat tokoh kita meloncat agar tidak jatuh ke lubang atau menabrak pohon seperti gambar di bawah ini, dan juga untuk memindahkan spanner dari satu tokoh ke tokoh lainnya.

 

 

 

 

Bila kita berhasil sampai Finish sebelum waktunya habis maka kita akan diminta untuk menuliskan nama kita dan setelah itu akan diberi penghargaan karena telah membantu Bob dan timnya menyelesaikan pekerjaannya.

 

 

 

Mengasikkan bukan bermain bersama tokoh-tokoh kartun kita lewat komputer dan internet.  Mulai hari ini kamu tidak akan pernah kesepian lagi di hari liburmu.  Semua ini berkat adanya komputer yang ternyata bisa juga menemani mu sepanjang waktu.

 

 (Julius Hermawan)

 

 

Ayo nak: Bermain, Berkreatifitas & Belajar dengan Komputer (part 1)

BAB I.  MENGENAL KOMPUTER

 

Tak kenal maka tak sayang.  Demikian bunyi peribahasa yang sering diucapkan untuk menunjukkan bahwa kita perlu mengenal sesuatu dengan baik dulu sehingga kemudian akan muncul rasa sayang terhadap benda tersebut.  Demikian juga dengan komputer dan perlengkapannya yang di bab-bab seterusnya akan kita gunakan dan akan menemani kita sepanjang kita membaca buku ini.  Kita akan mengenali dulu apa itu komputer.

 

Pertama-tama kita kenali dulu dari bentuk dan kegunaannya.  Komputer yang sering kita lihat di berbagai tempat dan berbagai media seperti tv dan iklan koran biasanya merupakan salah satu dari 3 jenis komputer di bawah ini yaitu:

          komputer meja atau desktop komputer

          komputer jinjing atau notebook / laptop

          komputer server

 

Bila dari besar kecil bentuk maka diurutkan dari kecil ke besar adalah komputer jinjing, komputer meja, dan komputer server.  Bila diurutkan berdasarkan kecanggihan atau kehebatan dari komponennya maka bisa diurutkan ke yang semakin hebat adalah: komputer jinjing, komputer meja, dan komputer server.

 

Komputer meja atau desktop computer disebut demikian karena memang peletakan komputer tersebut adalah untuk di atas meja.  Jenis ini bisa disebut juga komputer yang permanen penempatannya, biasanya jenis inilah yang banyak terdapat di rumah dan di kantor.  Komputer ini biasanya digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis maupun belajar.

 

Komputer jinjing atau notebook/laptop, sesuai dengan namanya memang enak untuk dijinjing yang artinya dibawa kemana-mana.  Komputer jinjing berarti memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk bisa kita bawa pergi bersama dengan kita karena bentuknya yang didisain kecil dan ringan.  Malah belakangan ini semakin ringan beratnya hanya sekitar 1 kilogram saja, coba kamu bandingkan waktu kamu membawa gula seberat 1 kilogram dari warung ke rumah … ya seberat itulah laptop yang paling kecil.  Demikian juga bentuknya yang langsing memudahkan kita untuk menaruh di tas atau ransel kita.  Kegunaan komputer ini hampir sama dengan komputer meja.

 

Di bawah ini ditunjukkan gambar komputer laptop di sebelah kiri dan komputer meja di sebelah kanan.

 

desktop

 

laptop

 

 

Sementara komputer server bentuknya bisa paling besar dan paling berat dibandingkan komputer meja, karena memang diperuntukkan bagi proses yang berat kerja dan berpikirnya.  Begini perbandingannya, bila komputer jinjing biasanya memiliki memori 1 giga byte, dan komputer meja memiliki memori 2 giga byte, maka komputer server bisa memiliki memori dari 256 giga byte sampai 2 ribu giga byte atau bisa disebut juga dengan 2 tera byte.  Demikian juga untuk kapasitas penyimpanan datanya atau kemampuan hard disk nya maka komputer server dibuat untuk memiliki kapasitas yang super besar.

 

Di bawah ini ditunjukkan gambar komputer server PrimeQuest 520 merek Fujitsu (www.fujitsu.com) .

 

 

 

Sekarang kita melihat lebih jauh bagian atau komponen yang ada dalam suatu komputer dan apa kegunaan dari masing-masing bagian tersebut.  Dengan mengetahui bagian dan komponen komputer tentunya kita bisa mengenal dengan lebih baik komputer tersebut, sama dengan kenapa kita perlu mengetahui apa dan fungsi dari bagian tubuh kita.

 

Secara besar, komputer terdiri dari 2 bagian yaitu bagian perangkat keras dan bagian perangkat lunak.  Bagian perangkat keras adalah komponen yang bentuknya bisa kita lihat dengan mata kita, sementara bagian perangkat lunak adalah komponen yang tidak bisa kita lihat namun ada dan bermanfaat untuk kita gunakan.

 

Komponen perangkat keras / hardware dari komputer meliputi:

          input device: adalah peralatan yang bisa digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer contohnya adalah keyboard dimana kita mengetikkan beberapa huruf di keyboard maka akan ditampilkan di monitor.  Alat input selengkapnya adalah:

o        keyboard: memasukkan data berupa tulisan, huruf dan angka.

o        mouse: membantu berinteraksi dengan komputer terutama dalam bentuk gerakan, pemilihan menu, gambar dan lain-lain.

o        scanner: memasukkan data yang berasal dari media kertas dengan merubah data yang tertulis di kertas menjadi data digital. 

o        microphone: memasukkan data berupa suara

o        web-camera: memasukkan data berupa gambar bergerak.

 

Berikut gambar dari input device yaitu  keyboard dan mouse.

 

 

 

 

 

          processor : adalah peralatan yang berfungsi mengatur kerja perangkat input, output dan penyimpanan, dan menjalankan instruksi yang tertulis dalam program komputer sehingga komputer berfungsi seperti yang diharapkan.  Beberapa contoh processor yang sekarang digunakan adalah:

o        Intel Pentium IV

o        Intel Pentium Dual Core

 

          Memori :  adalah peralatan yang digunakan untuk menyimpan data selama proses komputer dijalankan dengan tujuan mempercepat komputer dalam menjalankan tugasnya.  Ada dua jenis memori yang digunakan yaitu:

o        RAM (Random Access Memory): digunakan untuk menyimpan data sementara dari program yang sedang dijalankan di komputer.  Data akan hilang dari memori sewaktu komputer dimatikan, jadi data di RAM bisa ditambah dan dikurangi.

o        ROM (Read Only Memory): digunakan untuk menyimpan program tetap yang digunakan sewaktu komputer dihidupkan.  Dalam hal ini data di ROM hanya bisa dibaca saja tidak bisa ditambah ataupun dikurangi.

 

Di bawah ini gambar komponen memori.

 

 

 

          storage device:  digunakan untuk menyimpan data dalam waktu lama untuk nantinya digunakan kembali data tersebut.  Beberapa macam storage device yang ada di pasaran adalah:

o        hard disk: storage device yang memiliki kapasitas penyimpanan besar, namun karena bentuknya juga besar maka sifatnya menetap di dalam komputer.

o        floppy disk: storage device yang paling kecil kapasitas penyimpanannya yaitu sekitar 1.4 mega byte saja.  Sekarang sudah jarang digunakan karena keterbatasan kapasitas penyimpanan tersebut dan juga karena diskette lebih mudah rusak dibandingkan media penyimpanan lain.

o        CD ROM / DVD ROM: bentuknya bulat sama seperti kepingan cd film atau vcd.  Kapasitas penyimpanan jauh lebih besar dari floppy disk yaitu sekitar 700 mega byte.  Ada 2 jenis cd yaitu yang hanya bisa ditulis saja atau disebut CD-R (read), dan yang bisa ditulis dan dihapus untuk ditulis kembali atau disebut CD-RW (re-write).

o        Flash disk: inilah media yang sedang nge-trend sekarang ini karena bentuknya kecil namun kapasitasnya besar, mudah dibawa-bawa dan juga karena bentuknya sekarang makin bervariasi dan menarik.

 

Di bawah ini gambar dari storage device yaitu kepingan CD dan flash disk.

 

 

 

 

 

          output device: digunakan untuk menampilkan data dan informasi ke dalam bentuk tampilan atau cetakan.  Berikut beberapa macam output device yang biasa digunakan:

o        monitor: digunakan untuk menampilkan data atau informasi dalam bentuk tampilan baik gambar, tulisan, maupun film.  Bentuk dan fungsinya hampir sama dengan televisi.

o        Printer: digunakan untuk mencetak data atau informasi sehingga hasilnya dalam bentuk cetakan.  Ada banyak jenis printer mulai dari printer yang hanya untuk teks hingga printer yang dikhususkan untuk mencetak gambar berresolusi tinggi sehingga hasilnya sangat bagus.

o        multimedia speaker: yang ini untuk mengeluarkan data atau informasi berupa suara dan bunyi sehingga kita bisa mendengarkan musik maupun percakapan yang diputar di komputer.

 

Di bawah ini gambar dari output device yaitu monitor dan printer.

 

 

 

 

 

          communication device: digunakan untuk berkomunikasi antar komputer ataupun peralatan komunikasi lainnya, atau dengan kata lain untuk mengirim dan menerima sinyal dari dan ke komputer.

o        Modem: digunakan untuk berhubungan dengan telepon sehingga komputer kita kemudian bisa terhubungkan dengan jaringan internet.

o        network interface card: digunakan agar komputer kita bisa terhubungkan dengan jaringan lokal sehingga komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lain yang ada dalam jaringan tersebut.

o        wireless network card: sama dengan network interface card namun yang di atas dihubungkan dengan kabel, sementara yang wireless ini menggunakan frekuensi tertentu sehingga bebas dari kabel.

 

Sekarang saatnya kita mengenal lebih jauh komponen perangkat lunak / software dari komputer yang meliputi:

          sistem operasi / operating system: merupakan program yang mengontrol seluruh kegiatan dari komputer sehingga semua komponen yang ada bisa bekerja sama secara baik dan efisien.  Tanpa sistem operasi ini maka komputer tidak bisa kita gunakan.  Beberapa sistem operasi yang ada di pasaran adalah:

o        Windows

o        Linux

o        Unix

 

          bahasa pemrograman / programming language: adalah program komputer yang digunakan untuk menghasilkan program komputer lagi.  Dengan bahasa pemrograman ini kita sendiri bisa membuat program baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan kita.  Beberapa bahasa pemrograman yang bisa digunakan adalah:

o        Visual Basic

o        C# (dibaca C sharp)

o        C++ (dibaca C plus plus)

o        Java

o        BASIC

 

          sistem database / database software: adalah program komputer yang berfungsi untuk menyimpan dan mengambil data secara mudah dan efisien.  Beberapa sistem database yang banyak digunakan adalah:

o        Access

o        Oracle

o        SQL Server

 

          paket aplikasi / general application package: adalah program komputer yang khusus dibuat untuk membantu pengguna secara umum agar bisa memanfaatkan komputer secara maksimal sesuai dengan kebutuhan dan pekerjaannya.  Beberapa paket aplikasi yang sering dipergunakan adalah:

o        Pengolahan kata / word processing : Word

o        Tabulasi / spreadsheet : Excel

o        Presentasi : PowerPoint

o        Menggambar / Drawing : Paint, PhotoShop, CorelDraw

o        Web browser : Internet Explorer, Firefox

o        Permainan / Games : Solitaire, FreeCell, Hearts, dan lain-lain.

 

Setelah mengenal komputer dan isinya, pasti kamu punya pertanyaan seperti ini: “memang apa sih untungnya saya menggunakan komputer dibandingkan bila saya tidak menggunakan komputer?”

 

Keuntungan bila menggunakan komputer dibandingkan bila dikerjakan secara manual oleh orang adalah:

          Dari segi kecepatan: dengan menggunakan komputer pekerjaan bisa lebih cepat diselesaikan.  Coba bayangkan begini: kamu diminta untuk menuliskan kalimat “saya senang menggambar dan menyanyi” sebanyak 100 baris, berapa lama kamu bisa menyelesaikannya?  Setengah jam? Satu jam? Atau dua jam?  Dengan komputer kamu cuma perlu 5 menit paling lama.  Tidak percaya?  Begini caranya: buka Microsoft Excel, tuliskan “saya senang menggambar dan menyanyi” sekali saja, lalu tinggal mengklik dan menarik ke bawah sampai 100 baris maka sudah terkopi tulisan tersebut.  Mudah bukan?

          Konsistensi: dengan menggunakan komputer pekerjaan yang sama bila diulang maka hasilnya akan sama dengan sebelumnya.  Begini contohnya: kamu diminta untuk menggambar orang kemarin, kemudian hari ini diminta untuk menggambar yang sama seperti kemarin dijamin hasilnya tidak sama.  Bila dengan komputer kita menggambar orang kemudian kita cetak dengan printer, dan kita simpan, kemudian kita cetak lagi maka dijamin hasilnya pasti sama.  Tidak percaya?  Nanti kamu bisa coba di Bab 3.

          Presisi: komputer bisa mengerjakan tugas dengan tingkat ketelitian yang amat sangat tinggi.  Contohnya kita bisa membuat gambar penggaris dalam centimeter yang ukurannya sesuai dengan yang seharusnya karena di dalam komputer sudah disediakan ukuran yang memang sangat presisi.

          Reliabiliti: yang artinya komputer bisa diandalkan dibandingkan manusia.  Contohnya kamu bisa tidak mengerjakan pekerjaan rumahmu karena lupa atau sakit, dan itu tidak terjadi pada komputer.  Bila kita sudah meminta dengan menuliskan program untuk mengerjakan suatu pekerjaan setiap hari pada jam 7 malam maka pekerjaan itu pasti dikerjakannya selama komputer tersebut hidup. 

 

Jadi itulah kelebihan dari komputer dibandingkan dengan manusia, namun tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan komputer.  Masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan oleh manusia sendiri.  Kenapa?  Karena komputer sekarang ini belum memiliki perasaan maka komputer belum bisa mengerjakan pekerjaan yang memerlukan perasaan seperti misalnya menentukan salah satu dari 2 orang kandidat murid yang memiliki sifat lebih jujur. 

 

Sepertinya kita sudah cukup mengenal komputer, diharapkan sekarang kamu sudah percaya kan bila komputer bisa bermanfaat buat kamu.  Nah sekarang waktunya buat kita untuk bersenang-senang, bergembira dan ber-serius dengan komputer.  Ayo kita mulai.

 

(bersambung ke bagian 2: Ayo Bermain)  (Julius Hermawan, 2007 )