Tag Archive | potensi ekonomi

Melongok Beberapa Potensi Ekonomi sektor Kelautan Batam

Batam sudah dikenal sebagai kota industri dan kota wisata. Pelabelan sebagai kota industri ditandai dengan banyaknya perusahaan industri yang berlokasi di Batam baik perusahaan dalam negeri maupun perusahaan luar negeri, dan demikian pula dari sisi ketenagakerjaan sektor industri paling dominan dalam menyerap tenaga kerja yaitu mencapai 30,3 persen, kemudian disusul sektor perdagangan (20.4 persen), sektor jasa kemasyarakatan (14,9 persen) dan sektor pertanian (13,2 persen). Wisata di Batam juga sangat berkembang terutama karena kedekatan dengan Singapura dan Malaysia, Batam ikut terciprat kunjungan wisatawan yang mengunjungi kedua negara tersebut. Selain itu bagi penduduk Singapura dan Malaysia Batam menjadi alternatif berwisata yang murah terutama karena disebabkan nilai tukar rupiah yang relatif lemah terhadap kedua mata uang negara tersebut. Hal ini terlihat dari komposisi 4 besar wisatawan mancanegara yang mengunjungi Batam yaitu dari Singapura (61,47 persen), Malaysia (14.67 persen), Korea Selatan 2,72 persen) dan India (2,30 persen).

Bagaimana dengan sektor lain? Ternyata di luar kedua sektor di atas beberapa sektor, walaupun sekarang belum muncul ke permukaan, memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan. Salah satu yang akan dilihat di sini adalah sektor kelautan.

Batam sebagai pulau berarti dikelilingi oleh lautan, dan memiliki hamparan pinggir pantai yang panjang. Potensi pantai ini sudah dimanfaatkan oleh sektor pariwisata melalui pendirian resort, hotel dan restoran yang mengeksploitasi keindahan pantai sebagai daya tariknya, bisa disebut di sini: Nongsa Point Marina Resort, Turi Beach Resort, Golden Prawn Restaurant, dan lain-lain. Yang masih kurang dikembangkan adalah peluang dari wisata alam laut yang biasanya dilakukan dengan petualangan lewat menyelam (diving dan snorkling). Belajar dari apa yang dilakukan di satu pulau sekitar Lombok, NTB yaitu pulau Gili Trawangan Kawasan tersebut dikelola oleh masyarakat setempat, mereka menyediakan berbagai prasarana wisata di pulau tersebut: rumah makan, penginapan, penyewaan alat-alat renang dan selam, penyewaan sepeda, dan penyewaan perahu. Penduduk mengajak pengunjung dengan perahu yang dasarnya diberi kaca berkeliling pulau agar bisa melihat keindahan dasar laut. Hal demikian dapat juga diterapkan di Batam.

Salah satu potensi laut lain yang dapat dikembangkan di Batam adalah rumput laut. Rumput laut baik dibudi-dayakan di pinggir pantai terutama pada perairan yang terlindung dari terjangan langsung ombak laut lepas. Rumput laut tumbuh di dasar laut yang masih bisa tertembus cahaya matahari. Kondisi ini amat sesuai dengan perairan pantai di Batam yang secara geografis cukup terlindung dan memiliki ombak yang kecil, serta memiliki hamparan dasar laut yang relatif dangkal. Di beberapa tempat di Batam sudah tampak dilakukan budidaya rumput laut ini seperti di Barelang, yang banyak dikenal orang di pulau Setokok. Orang Batam senang membeli rumput laut basah langsung dari tempatnya untuk kemudian diolah menjadi manisan rumput laut yang enak dimakan dalam menu es campur.

Lalu dimana nilai lebih dari rumput laut ini? Pemanfaatan dalam skala industri yang sudah kita kenal dari rumput laut adalah untuk agar-agar. Produk agar-agar sudah dikenal luas sebagai makanan dan juga banyak digunakan untuk tambahan dan campuran makanan lainnya. Keunggulan agar-agar adalah sifat jeli-nya yang membuat makanan menjadi lebih kenyal. Selain itu produk agar-agar ini juga digunakan oleh industri obat-obatan dan kosmetika untuk membuat produk seperti kapsul, lipstik, pelapis gel, dan lain-lain. Rumput laut juga dikonsumsi baik langsung maupun diolah terlebih dahulu. Konsumsi langsung rumput laut ini dipercayai oleh orang Korea dapat memberi umur panjang. Sehingga di negara Korea dan Jepang sudah berkembang industri makanan yang disebut Nori. Jenis Nori yang siap makan ini bisa ditemukan di beberapa supermarket di Batam seperti Top 100 dan Jodoh Centre yang warnanya hitam dan bentuknya seperti lembaran kertas, atau kalau yang setengah jadi berbentuk seperti mie kering dan berwarna hitam yang biasa digunakan sebagai tambahan dalam membuat sop dan mie. Nah sekarang bisa dibayangkan banyaknya pihak yang memerlukan rumput laut sebagai bahan dasar produknya.

Nah, bagaimana dengan ikannya? Mustinya kan pantai dan laut berhubungan dengan potensi ikan yang ada di dalamnya. Hm benar juga ya. Penulis selama di Batam belum pernah mendengar adanya Tempat Pelelangan Ikan (TPI), mungkin memang kurang gaul kali ya, karena yang lebih diingat adalah tempat dimana ikan olahan dijual (yang enak dan sedap tentunya) seperti sop ikan di Nagoya, ikan asam manis di Windsor, ikan bakar di Citra Batam, dan banyak rumah makan berlabel ikan lainnya. Ada produk ikan tentunya ada pasokan ikan segarnya. Kelihatannya Batam belum mengoptimalkan fungsi TPI ini yaitu sebagai tempat pertemuan antara pembeli dan penjual ikan. Di dalam TPI diharapkan semua potensi ikan yang didapat dari perairan laut Batam diperjual-belikan di TPI ini, sehingga melalui TPI pembeli bisa mendapatkan semua keperluan ikan dan produk laut lainnya dalam satu tempat (one stop service). Melalui terpusatnya jual beli ikan di TPI maka tingkat harga jual-beli bisa dikontrol sehingga memberi keseimbangan antara keuntungan bagi pembeli (dalam hal ini nelayan) dan penjual (pedagang dan pemakai langsung). Dengan adanya TPI tentunya diharapkan semangat para nelayan untuk berproduksi menjadi lebih baik, demikian juga karena penjual bisa dengan mudah mendapatkan bahan baku ikan maka usaha-usaha yang berkaitan dengannya bisa menjadi lebih berkembang. Dalam kondisi seperti ini diharapkan tingkat ekonomi para pelaku ekonomi ikan ini dapat meningkat dan memberi dampak positif bagi perkembangan ekonomi Batam dan nasional.

Satu lagi nilai lebih dari TPI yaitu bahwa keberadaan TPI juga bisa dimanfaatkan lebih lanjut sebagai salah satu tujuan wisata seperti di kawasan Ancol dan Marunda, Jakarta dimana disekitar TPI juga disediakan rumah makan untuk membantu pembeli mengolah ikan yang dibelinya untuk bisa disantap langsung di tempat sambil menikmati keindahan pantai dan aktivitas yang dilakukan di TPI tersebut.

Demikianlah sekilas tiga potensi ekonomi dari kelautan Batam yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut. Dan tentunya masih banyak lagi potensi yang ada seperti kerang untuk makanan maupun kerajinan tangan. Ternyata memang kelautan Batam masih banyak bisa memberi manfaat, tinggal menunggu tangan-tangan inovatif dan kreatif.

Sumber statistik:
Berita Resmi Statistik Kepri. http://kepri.bps.go.id

Advertisements